Tantangan Berat Menanti Veda Ega Pratama di GP Catalunya: Start dari Barisan Belakang Setelah Kualifikasi Mengecewakan

Tommy Welly

Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, dihadapkan pada ujian berat di ajang Moto3 Catalunya 2026. Perjuangannya di sesi kualifikasi tidak berjalan sesuai harapan, memaksanya harus memulai balapan utama dari posisi yang kurang menguntungkan, yakni urutan ke-21. Kepastian ini didapat setelah Veda gagal menembus babak kualifikasi kedua (Q2), yang berarti ia harus berjuang keras dari barisan belakang untuk meraih poin maksimal.

Perjalanan Veda di Sirkuit de Barcelona-Catalunya pada Sabtu (16/5) memang diwarnai berbagai kendala. Sejak sesi latihan bebas pertama (FP1) yang digelar sehari sebelumnya, pembalap yang tergabung dalam tim Honda Team Asia ini sudah merasakan kesulitan dalam menemukan ritme terbaiknya. Ia hanya mampu menempati posisi ke-19 di sesi awal tersebut, menandakan adanya pekerjaan rumah yang cukup besar bagi tim dan dirinya untuk menemukan setelan motor yang pas.

Meski demikian, harapan sempat membuncah di awal sesi kualifikasi pertama (Q1). Veda sempat menunjukkan performa impresif, bahkan memimpin catatan waktu di empat menit awal babak kualifikasi. Ia berhasil mengungguli sejumlah rival kuatnya, termasuk Guido Pini dan Nicola Carraro, yang memicu optimisme bahwa tiket ke Q2 dapat diraih.

Namun, dinamika balapan yang sangat ketat di kelas Moto3 kembali membuktikan betapa tipisnya perbedaan performa antar pembalap. Saat Alvaro Carpe berhasil mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 47,382 detik, posisi Veda mulai tergeser. Perlahan namun pasti, catatan waktu yang lebih baik dari David Munoz dan Adrian Cruces membuat rider dengan nomor start 9 ini harus merosot.

Situasi semakin krusial menjelang akhir sesi Q1. Dengan sisa waktu tiga menit pada kesempatan run kedua, Veda sempat berada di posisi aman, yakni urutan keempat, yang seharusnya cukup untuk mengamankan tempat di Q2. Namun, performa para pesaing yang meningkat drastis di detik-detik terakhir menjadi momok menakutkan. Peningkatan kecepatan yang signifikan dari pembalap lain membuat posisi Veda terlempar ke urutan ketujuh. Akibatnya, empat tiket emas menuju Q2 akhirnya menjadi milik Guido Pini, Alvaro Carpe, David Munoz, dan Casey O’Gorman, meninggalkan Veda di luar harapan.

Menanggapi hasil yang kurang memuaskan ini, Veda Ega Pratama mengakui bahwa tim mekaniknya memang mengalami kesulitan dalam meracik setelan motor yang optimal selama akhir pekan balapan di Spanyol. Ia mengungkapkan bahwa penyesuaian gaya balapnya dengan kondisi lintasan juga menjadi tantangan tersendiri.

"Kami berjuang cukup keras sejak kemarin untuk mencoba menemukan perasaan terbaik dengan motor dan juga menyesuaikan gaya berkendara saya dengan kondisi yang ada. Langkah demi langkah kami mengalami peningkatan selama sesi, dan pagi ini kecepatannya terlihat lebih baik. Jadi, masih ada hal positif yang bisa diambil dari hari ini meskipun hasil kualifikasi tidak sesuai dengan yang kami inginkan," ujar Veda dalam keterangan resmi tim Honda Team Asia.

Veda juga menceritakan bagaimana rasa percaya dirinya sempat muncul saat bersaing ketat di fase kualifikasi pertama. Ia merasa nyaman dan mampu bersaing dengan pembalap lain, namun pada akhirnya, peningkatan performa kolektif dari para kompetitor di menit-menit akhir membuat catatan waktunya tidak lagi relevan untuk lolos ke babak selanjutnya.

"Selama Q1, saya merasa percaya diri dan nyaman bertarung dengan pembalap lain, tetapi di menit-menit akhir semua orang meningkatkan performa mereka secara pesat, dan catatan waktu putaran saya tidak cukup untuk masuk ke Q2," jelasnya.

Meskipun dihadapkan pada tantangan besar yang menanti di balapan utama yang dijadwalkan pada hari Minggu (17/5), Veda Ega Pratama tidak patah arang. Ia bertekad untuk menunjukkan mentalitas seorang petarung dan berupaya keras untuk merangsek ke barisan depan. Pembalap yang pernah menorehkan sejarah dengan podium di GP Brasil ini memiliki target ambisius.

"Targetnya adalah menyerang sejak awal balapan, memulihkan posisi dengan cepat, dan mencoba untuk bertarung dengan kelompok terdepan selama balapan berlangsung," tegas Veda, menunjukkan semangat juangnya yang tak pernah padam meskipun harus memulai dari posisi yang jauh dari ideal.

Perjuangan Veda di Moto3 Catalunya 2026 ini akan menjadi bukti nyata ketangguhan mental dan kemampuan adaptasinya dalam menghadapi situasi yang tidak menguntungkan. Dengan dukungan tim dan semangat pantang menyerah, Veda Ega Pratama bertekad untuk memberikan perlawanan terbaiknya di lintasan, membuktikan bahwa posisi start bukanlah satu-satunya penentu hasil akhir sebuah balapan. Para penggemar balap motor Indonesia tentu akan menantikan aksi heroik Veda dalam upaya mendaki klasemen dan meraih poin sebanyak mungkin di seri kali ini.

Also Read

Tags