Final Piala FA musim 2025-2026 antara Chelsea dan Manchester City harus puas bermain imbang tanpa gol di paruh pertama pertandingan yang digelar di Stadion Wembley, London, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Pertarungan yang diprediksi berlangsung alot ini memang tak mengecewakan dalam tensi, meskipun gol urung tercipta hingga peluit jeda dibunyikan. Manchester City, yang lebih sering difavoritkan, memang mendominasi penguasaan bola, namun Chelsea menunjukkan perlawanan gigih yang membuat skor kacamata bertahan.
Menurut catatan pertandingan, The Citizens, yang dilatih oleh Pep Guardiola, berhasil mengendalikan bola sebesar 59 persen dari total waktu permainan babak pertama. Sementara itu, The Blues mampu menahan laju penguasaan bola tim lawan hingga 41 persen. Meskipun demikian, dominasi dalam statistik penguasaan bola tidak serta merta berbanding lurus dengan jumlah peluang yang tercipta. Manchester City tercatat melepaskan enam kali tembakan ke arah gawang, di mana dua di antaranya berhasil mengarah tepat sasaran. Di sisi lain, Chelsea hanya mampu menciptakan dua tembakan sepanjang 45 menit pertama.
Sejak awal pertandingan, pasukan Manchester City langsung menunjukkan ambisi untuk membuka keunggulan. Peluang pertama tercipta pada menit keenam melalui pergerakan Antoine Semenyo di sisi sayap. Bola pantul hasil aksinya kemudian coba disambut oleh Omar Marmoush dengan sebuah tendangan. Sayangnya, tembakan Marmoush masih bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Chelsea, Robert Sanchez, yang sigap menjaga gawangnya.
Ancaman kembali datang dari kubu Manchester City beberapa menit kemudian. Sebuah umpan lambung yang dikirimkan ke dalam kotak penalti berhasil disambut oleh Rodri dengan sebuah sundulan. Namun, upaya kapten City itu terhalang oleh rapatnya barisan pertahanan Chelsea yang bermain disiplin. Sisi sayap Manchester City, yang diisi oleh Antoine Semenyo dan Jeremy Doku, menjadi sumber ancaman berulang kali, mereka terus menerus merepotkan lini belakang Chelsea dengan kecepatan dan dribbling mereka.
Momen yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan terjadi pada menit ke-26. Erling Haaland berhasil menceploskan bola ke gawang Robert Sanchez setelah menerima umpan mendatar yang dikirimkan oleh Matheus Nunes. Namun, selebrasi para pemain Manchester City harus tertunda. Wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut setelah melihat bendera offside terangkat. Investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa Matheus Nunes sudah berada dalam posisi offside ketika menerima operan dari Antoine Semenyo sebelum akhirnya mengirimkan bola kepada Haaland. Keputusan ini menjadi titik krusial yang membuat skor tetap imbang.
Chelsea, meski lebih banyak tertekan, tidak tinggal diam. Mereka mencoba keluar dari tekanan melalui aksi individu Cole Palmer. Gelandang serang andalan Chelsea ini berulang kali mencoba untuk menembus pertahanan kokoh Manchester City. Namun, setiap upaya Palmer berhasil digagalkan oleh pemain-pemain bertahan The Citizens sebelum ia sempat melepaskan tembakan yang membahayakan gawang lawan. Pertahanan Manchester City terbukti solid dalam meredam kreativitas individu Palmer.
Menjelang akhir babak pertama, gawang Chelsea kembali mendapat ancaman serius. Kali ini, Erling Haaland kembali menunjukkan ketajamannya dengan melepaskan sepakan terarah pada menit ke-42. Bola meluncur deras menuju pojok gawang, namun Robert Sanchez kembali menunjukkan refleks gemilang. Penyelamatan krusialnya berhasil menggagalkan peluang emas Haaland dan memastikan gawang Chelsea tetap steril. Berkat penampilan heroik sang kiper dan pertahanan yang disiplin, skor imbang 0-0 bertahan hingga kedua tim memasuki ruang ganti untuk jeda istirahat. Pertandingan babak pertama ini menunjukkan bahwa final Piala FA akan menyajikan drama yang lebih seru di paruh kedua, di mana kedua tim akan kembali berjuang untuk mencari gol kemenangan. Kehati-hatian dan ketegasan lini belakang menjadi kunci bagi kedua tim untuk menahan gempuran lawan, namun daya serang yang dimiliki oleh kedua tim diprediksi akan kembali menguji pertahanan di babak kedua.






