Situasi genting tengah menyelimuti klub Serie A Italia, Como 1907. Menjelang pertandingan penting di pekan ke-37 kompetisi domestik, tim berjuluk Il Lariani ini dipastikan harus kehilangan salah satu pilar lini tengahnya, Nico Paz. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pelatih kepala, Cesc Fabregas, yang mengutarakan kekhawatiran mendalam atas absennya sang pemain di saat krusial ini. Kehilangan Paz dianggap sebagai pukulan telak bagi Como yang sedang berjuang keras untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Pertarungan melawan Parma yang dijadwalkan bergulir pada hari Minggu, 17 Mei 2026, pukul 17.00 WIB, di Stadion Giuseppe Sinigaglia, menjadi laga yang sangat menentukan nasib Como. Hasil dari pertandingan ini akan sangat berpengaruh terhadap ambisi klub untuk menembus zona empat besar klasemen Serie A, yang merupakan gerbang otomatis menuju Liga Champions musim 2026-2027. Saat ini, Como 1907 menempati posisi kelima dengan mengumpulkan 65 poin. Perolehan poin ini hanya berselisih dua angka dari AC Milan dan AS Roma yang berada di peringkat keempat dan kelima. Kejar-kejaran poin ini semakin memanaskan persaingan di papan atas klasemen, di mana setiap pertandingan dipandang sebagai final bagi tim asuhan Fabregas.
Kondisi persaingan yang semakin memanas ini semakin diperparah dengan jadwal pertandingan tim-tim pesaing. Pada pekan yang sama, AC Milan akan berhadapan dengan Genoa, sementara AS Roma akan melakoni laga panas bertajuk Derby della Capitale melawan Lazio. Ketatnya persaingan ini menjadikan setiap raihan poin menjadi sangat berharga bagi Como untuk dapat bersaing dengan rival-rivalnya.
Dalam sebuah konferensi pers, Cesc Fabregas mengakui bahwa target paling realistis bagi timnya saat ini adalah mengamankan satu tempat di ajang Liga Europa. Meskipun demikian, ambisi untuk bisa menembus zona Liga Champions tetap dijaga. Optimisme dan harapan untuk finis di empat besar klasemen akhir liga tetap membara di kalangan tim dan para pendukung.
Namun, mimpi Como untuk meraih hasil maksimal di laga-laga penentu ini harus terbentur tembok tebal akibat cedera yang dialami Nico Paz. Sang gelandang dilaporkan mengalami masalah serius pada bagian lututnya. Informasi mengenai cedera Paz ini disampaikan langsung oleh Fabregas. Pelatih asal Spanyol itu bahkan meragukan ketersediaan Paz untuk menghadapi Parma, dan bahkan berpotensi besar absen di laga pamungkas musim ini melawan Cremonese yang dijadwalkan pada Minggu, 24 Mei 2026.
"Nico Paz mengalami cedera dan dipastikan tidak akan bisa tampil memperkuat tim kami melawan Parma besok," ujar Fabregas, seperti dikutip dari media terkemuka, Football Italia. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa cedera tersebut terjadi akibat benturan pada area lutut. Fabregas menambahkan bahwa jika pertandingan melawan Parma dimainkan pada hari Senin, mungkin ada sedikit perbedaan dalam situasinya. Namun, ia menegaskan ketidakpastian mengenai ketersediaan Paz untuk pertandingan terakhir musim ini. "Sejujurnya, saya tidak bisa memberikan kepastian apakah dia akan bermain di pertandingan terakhir. Saya sangat berharap demikian, namun saya tidak dapat memberikan jawaban pasti saat ini," tambahnya dengan nada prihatin.
Menghadapi situasi tanpa gelandang kunci seperti Nico Paz, Cesc Fabregas telah menyiapkan strategi antisipasi. Ia telah menyusun daftar skuad yang memuat sejumlah pemain gelandang untuk mengisi pos yang ditinggalkan Paz. Total ada lima pemain gelandang yang dibawa untuk memperkuat lini tengah tim dalam menghadapi Parma. Kelima pemain tersebut adalah Maxence Caqueret, Sergi Roberto, Maximo Perrone, Lucas Da Cunha, dan Martin Baturina.
Dari kelima opsi gelandang yang tersedia, Maxence Caqueret dan Martin Baturina dinilai memiliki peluang terbesar untuk diturunkan sejak menit awal pertandingan. Keduanya diharapkan mampu mengisi peran strategis yang selama ini diemban oleh Nico Paz, dan memberikan kontribusi maksimal bagi Como 1907 dalam meraih poin penuh di kandang sendiri. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan diturunkan sebagai starter akan menjadi salah satu sorotan utama dalam taktik Fabregas di laga krusial ini. Absennya Paz tentu menjadi sebuah tantangan besar bagi Como, namun dengan kedalaman skuad yang dimiliki, Fabregas diharapkan mampu menemukan solusi jitu untuk menjaga momentum tim dalam perburuan tiket kompetisi Eropa.






