Amna Al Qubaisi, nama yang kini bergema sebagai pionir wanita dalam Porsche Carrera Cup Asia (PCCA) 2026, tidak hanya menorehkan sejarah di lintasan balap dengan menunggangi Porsche 911 GT3 Cup (992.2) di kategori pro. Di balik balutan busana balap yang membentengi dari panas ekstrem dan potensi bahaya, tersimpan sebuah dedikasi mendalam terhadap rutinitas kesehatan dan kecantikan yang dirancang khusus untuk mempertahankan performa puncak di lingkungan yang menuntut. Bagi atlet asal Uni Emirat Arab ini, menjaga citra diri dan kesehatan bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah investasi strategis untuk masa depan, yang dimulai dari fondasi terpenting: asupan nutrisi.
Dalam sebuah perbincangan eksklusif, Al Qubaisi mengungkapkan bahwa prinsip utamanya adalah mengutamakan makanan sehat dalam pola makannya. Ia tidak menganut diet ketat yang membatasi jumlah kalori secara spesifik, melainkan berfokus pada konsumsi makanan organik berkualitas tinggi. Pentingnya hidrasi juga tak luput dari perhatiannya; minum air putih dalam jumlah yang cukup menjadi kebiasaan sehari-hari untuk memastikan tubuh tetap tersegarkan dan berfungsi optimal. Ditambah lagi, ia menekankan pentingnya menjaga gaya hidup yang aktif secara fisik secara konsisten, sebuah kunci yang tak terpisahkan dari tuntutan profesinya.
Untuk menunjang daya tahan tubuhnya menghadapi berbagai tantangan di arena balap, Amna secara rutin menjalani sesi latihan fisik yang intens. Program olahraganya dirancang untuk menguras energi secara signifikan, mempersiapkannya untuk kompetisi yang membutuhkan stamina luar biasa. Ia menuturkan bahwa latihan yang dijalani selama dua jam setiap harinya merupakan elemen krusial dalam menjaga kebugaran dan kesiapannya menghadapi balapan, khususnya dalam aspek ketahanan fisik yang sangat menentukan di tengah sengitnya persaingan.
Di tengah jadwal yang padat dan penuh tuntutan, Amna sangat memprioritaskan manajemen waktu istirahat. Baginya, fase pemulihan pasca-latihan atau kompetisi adalah bagian integral dari sebuah kemenangan. Ia menyadari bahwa kurang tidur dapat berdampak negatif pada performa, oleh karena itu, ia berusaha keras untuk memastikan mendapatkan tidur yang cukup, yaitu delapan jam per malam. Jika kesibukan mengharuskan ia mengurangi jam tidurnya, Amna akan menyisihkan waktu di siang hari untuk tidur siang singkat guna mengkompensasi kekurangan tersebut. Pendekatan proaktif ini menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keseimbangan fisik dan mental.
Setelah melewati akhir pekan yang penuh adrenalin dan ketegangan di lintasan balap, Amna memiliki ritual perawatan diri yang unik untuk mengembalikan kesegaran, baik pada kulit maupun pikirannya. Perawatan diri favoritnya, yang biasanya ia lakukan di penghujung pekan, melibatkan momen relaksasi yang tenang. Ia akan duduk, menyalakan musik yang menenangkan, dan mengaplikasikan masker wajah. Membiarkan masker bekerja selama kurang lebih lima belas menit, kemudian membilasnya, memberikan sensasi kesegaran yang luar biasa. Baginya, momen ini adalah cara efektif untuk meredakan stres dan menenangkan diri setelah menghadapi pekan yang sangat intens.
Perjalanan Amna di dunia balap dimulai sejak usia 14 tahun, sebuah langkah berani yang terinspirasi oleh sang ayah, Khaled Al Qubaisi, seorang pembalap endurance legendaris. Pengalaman dan ketekunan yang ia miliki sejak usia muda telah membentuknya menjadi atlet tangguh yang kita kenal saat ini. Lahir pada tanggal 28 Maret 2000, Amna Al Qubaisi terus membuktikan bahwa dedikasi, disiplin, dan perawatan diri yang holistik adalah kunci sukses, tidak hanya di lintasan balap yang penuh tantangan, tetapi juga dalam aspek kehidupan lainnya. Kombinasi antara kekuatan fisik di sirkuit dan perhatian terhadap detail dalam rutinitas kesehatannya mencerminkan pendekatan komprehensif seorang atlet profesional di era modern. Ia tidak hanya menaklukkan lintasan, tetapi juga menaklukkan tantangan pribadi melalui pengelolaan diri yang cerdas dan konsisten.






