Arteta Hindari Komentar Spekulasi Masa Depan Guardiola di Etihad

Tommy Welly

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memilih untuk tidak memberikan tanggapan panjang lebar mengenai merebaknya rumor yang mengindikasikan bahwa Pep Guardiola akan segera mengakhiri masa baktinya sebagai nakhoda Manchester City pada pengujung musim kompetisi 2025-2026. Pernyataan ini disampaikan Arteta pada hari Senin, 18 Mei 2026, di tengah derasnya arus spekulasi yang melanda dunia sepak bola Inggris.

Desas-desus terkait kelanjutan karier pelatih asal Spanyol tersebut mulai mengemuka di berbagai media Inggris. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Manchester City dan Guardiola telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama mereka setahun lebih cepat dari kontrak yang seharusnya baru berakhir pada tahun 2027. Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja antara raksasa kota Manchester dengan sang arsitek yang telah mempersembahkan begitu banyak trofi selama satu dekade kepelatihannya, sontak memicu berbagai reaksi dari kalangan pelaku dan pengamat kompetisi Premier League. Salah satunya datang dari Mikel Arteta, yang memiliki sejarah panjang dengan Guardiola, pernah menjabat sebagai asisten pelatihnya di Manchester City antara tahun 2016 hingga 2019.

Menanggapi situasi tersebut, Arteta menekankan pentingnya untuk menghormati privasi dan kompleksitas kontrak yang sedang berjalan antara kedua belah pihak. Ia secara tegas menyatakan ketidakbersediaannya untuk memperpanjang diskusi mengenai hal ini, sembari menunggu adanya pernyataan resmi dari pihak-pihak yang bersangkutan. "Setelah beliau (Guardiola) mengambil keputusan, barulah kita bisa membicarakannya," ujar Arteta, mengindikasikan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berspekulasi lebih jauh.

Lebih lanjut, juru taktik kelahiran San Sebastian itu mengingatkan bahwa spekulasi liar yang beredar di media massa sebaiknya tidak dibesar-besarkan sebelum ada konfirmasi yang jelas dan final. Ia berpendapat bahwa segala bentuk spekulasi tidak pantas untuk diumbar ke publik sebelum ada pengumuman resmi dari klub atau sang pelatih sendiri. "Sebelum itu terjadi, tidak ada seorang pun yang boleh melakukannya," tegas Arteta, menekankan prinsip kehati-hatian dalam pemberitaan.

Sementara itu, di tengah riuhnya kabar mengenai rivalnya, Arsenal sendiri tengah berada di ambang sejarah. Pasukan Meriam London saat ini kokoh memimpin klasemen perburuan gelar juara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 82 poin. Keunggulan ini diraih berkat kemenangan tipis 1-0 atas Burnley pada pertandingan pekan ke-37, melalui gol tunggal dari Kai Havertz. Dengan raihan tersebut, Arsenal unggul lima poin atas Manchester City, yang berada di posisi kedua.

Peluang Arsenal untuk mengunci gelar juara musim ini bahkan bisa semakin terbuka lebar jika Manchester City terpeleset dalam pertandingan tandang mereka melawan Bournemouth pada Selasa, 19 Mei 2026. Kemenangan di kandang Bournemouth akan menjadi tambahan poin krusial bagi City dalam upaya mereka mengejar Arsenal, namun jika Bournemouth mampu memberikan kejutan, maka Arsenal bisa memastikan gelar juara lebih awal.

Meskipun demikian, Arteta memilih untuk tidak terlena dengan potensi kemenangan gelar yang sudah di depan mata. Ia menyatakan fokus utamanya adalah mempersiapkan timnya secara maksimal untuk menghadapi sisa pertandingan musim ini. "Saya hanya ingin menikmati malam ini, dan besok kita akan lihat apa yang akan kami lakukan," ungkap Arteta, menunjukkan mentalitas yang tetap terpusat pada proses dan persiapan.

Mantan kapten Arsenal ini juga mengingatkan para pemainnya agar tidak meremehkan kompetisi Premier League, yang dikenal selalu menyajikan drama dan kejutan hingga pekan terakhir. Ia menekankan bahwa setiap pertandingan memiliki tingkat kesulitan tersendiri dan tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng. "Yang harus kami lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan melawan Crystal Palace. Ini adalah Premier League, segalanya bisa terjadi," jelasnya.

Lebih jauh, Arteta memberikan apresiasi terhadap kualitas yang ditunjukkan oleh tim Bournemouth di bawah arahan manajer mereka, Andoni Iraola. Ia mengakui bahwa Bournemouth telah membuktikan diri sebagai tim yang mampu memberikan perlawanan sengit dan memiliki rekor yang patut diperhitungkan. Arteta menggarisbawahi bahwa potensi kejutan selalu ada dalam setiap pertandingan, dan ia tidak ingin timnya lengah sedikitpun. "Kita tahu kualitas yang telah ditunjukkan Andoni (Iraola) dan rekor yang mereka miliki saat ini. Segala sesuatu mungkin terjadi," tutupnya, menegaskan pentingnya kewaspadaan dan persiapan matang dalam menghadapi setiap lawan, terlepas dari posisi mereka di klasemen. Fokus pada pertandingan terdekat dan persiapan optimal menjadi prioritas utama Arteta, daripada terpengaruh oleh spekulasi di luar lapangan.

Also Read

Tags