Kemenangan Arsenal dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris musim 2025/2026 telah resmi terkunci. Momentum penentuan juara ini terwujud bukan dari kemenangan Arsenal sendiri, melainkan dari hasil seri yang diraih oleh pesaing terdekat mereka, Manchester City, dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (20/5) dini hari WIB. Hasil imbang yang dialami Manchester City saat bertandang ke markas Bournemouth, dengan skor akhir 1-1, memastikan bahwa poin yang dikumpulkan oleh skuad asuhan Mikel Arteta tidak lagi mungkin terkejar oleh tim asal Manchester tersebut.
Perolehan angka The Gunners saat ini menempatkan mereka dengan kokoh di puncak klasemen sementara dengan total 82 poin, yang diraih dari 37 pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, Manchester City, yang sebelumnya menjadi ancaman utama, kini tertahan di posisi kedua dengan raihan 78 poin. Dengan hanya menyisakan satu pertandingan penutup musim, posisi Arsenal sebagai kampiun liga tidak dapat lagi digeser. Bahkan, jika skenario terburuk terjadi di mana Arsenal mengalami kekalahan di laga terakhir dan Manchester City meraih kemenangan, total poin maksimal yang bisa dikumpulkan City hanya akan mencapai 81 poin, yang tetap berada di bawah perolehan Arsenal.
Di tengah euforia kemenangan Arsenal, muncul pula sikap sportif dari salah satu pemain kunci Manchester City, Erling Haaland. Penyerang tajam asal Norwegia ini memberikan ucapan selamat atas pencapaian luar biasa Arsenal dalam meraih gelar liga musim ini. Meskipun mengakui superioritas rivalnya, Haaland tidak dapat menyembunyikan kekecewaan atas kegagalan timnya mempertahankan gelar. Ia mengakui bahwa Manchester City belum menunjukkan performa yang cukup memadai sepanjang musim yang panjang dan penuh persaingan ketat ini.
"Kami belum menunjukkan performa yang cukup baik musim ini. Ini adalah musim yang panjang dan sangat menarik. Saya merasa kecewa," ungkap Erling Haaland, striker Manchester City, seperti yang dilaporkan oleh Viaplay Premier Sunday. Lebih lanjut, Haaland menekankan prinsip bahwa tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyaklah yang berhak untuk mengangkat trofi juara. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Arsenal memang pantas mendapatkan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini berkat konsistensi dan poin yang mereka raih.
"Tim yang mengumpulkan poin paling banyak adalah tim yang paling layak untuk mengangkat trofi. Arsenal layak mendapatkannya," tegas Haaland.
Secara spesifik, Haaland juga tidak lupa memberikan pujian dan apresiasi yang tinggi kepada kapten tim Arsenal, Martin Ødegaard. Hubungan persahabatan dan kebangsaan turut mewarnai pernyataannya, mengingat keduanya sama-sama berasal dari Norwegia dan memperkuat tim nasional negara tersebut. Haaland merasa bangga melihat keberhasilan rekan senegaranya tersebut.
"Selamat untuk Martin, dia pantas mendapatkan trofi itu," ujar Haaland, seraya menambahkan bahwa melihat pemain Norwegia lainnya meraih kesuksesan besar di kancah sepak bola Inggris selalu memberikan perasaan yang luar biasa baginya, meskipun harus diakui ada sedikit rasa berat karena hal itu terjadi pada tim yang menjadi rival Manchester City.
"Meskipun terasa berat bagi saya melihatnya, namun selalu ada perasaan fantastis ketika melihat ada pemain Norwegia yang berhasil mengangkat trofi Liga Inggris," pungkas Haaland.
Kemenangan Arsenal ini menandai akhir dari penantian panjang mereka untuk kembali merasakan manisnya gelar juara Liga Primer Inggris. Dibawah kepemimpinan Mikel Arteta, The Gunners telah menunjukkan perkembangan signifikan dan konsistensi yang patut diacungi jempol. Perjalanan mereka musim ini diwarnai dengan permainan yang atraktif, semangat juang yang tinggi, dan kedalaman skuad yang mumpuni. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para pemain dan staf pelatih, tetapi juga seluruh pendukung Arsenal yang telah setia memberikan dukungan.
Di sisi lain, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Manchester City yang berambisi untuk meraih gelar liga untuk kali kelima berturut-turut. Meskipun demikian, performa mereka sepanjang musim tetap patut diapresiasi, dan mereka telah memberikan persaingan yang sengit hingga pekan-pekan terakhir. Kegagalan kali ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi skuad Pep Guardiola untuk kembali bangkit di musim mendatang dengan kekuatan yang lebih besar. Kompetisi Liga Primer Inggris kembali membuktikan diri sebagai salah satu liga paling kompetitif dan menarik di dunia, dengan drama dan kejutan yang selalu tersaji hingga detik-detik terakhir.






