Kemenangan Arsenal di pentas Premier League musim 2025/2026 telah resmi terjamin. Kepastian gelar ini diraih setelah Manchester City, sang pesaing terdekat, gagal meraih poin penuh dalam lawatannya ke markas Bournemouth pada Rabu, 20 Mei 2026 dini hari WIB. Hasil imbang 1-1 yang dibukukan City memastikan bahwa raihan 82 poin yang telah dikumpulkan Arsenal tidak mungkin lagi terlampaui, mengingat The Citizens hanya bisa mencapai maksimal 81 poin di akhir kompetisi.
Prestasi gemilang ini menjadi penutup manis dari sebuah proyek jangka panjang yang dipimpin oleh manajer Mikel Arteta. Sejak mengambil alih kemudi tim pada Boxing Day tahun 2019, Arteta telah menunjukkan dedikasi dan visi yang luar biasa untuk membawa Arsenal kembali ke puncak kejayaan sepak bola Inggris. Menariknya, laga debut Arteta sebagai juru taktik Arsenal juga dilakoni melawan tim yang sama, Bournemouth, dengan skor akhir yang identik, 1-1.
Perbandingan mendalam antara susunan sebelas pemain utama yang diturunkan Arteta pada laga debutnya dengan skuad yang berhasil mengunci gelar juara musim ini memperlihatkan skala transformasi yang luar biasa. Di bawah mistar gawang pada pertandingan perdananya, berdiri nama Bernd Leno. Namun, kiper asal Jerman itu kini telah berlabuh di klub lain, memperkuat tim sesama London, Fulham.
Di lini pertahanan, Arteta kala itu mengandalkan duet bek berpengalaman, David Luiz dan Sokratis Papastathopoulos. Keduanya kini telah lama meninggalkan Emirates Stadium dan melanjutkan karier di tempat lain. Posisi bek kanan diisi oleh Ainsley Maitland-Niles, sementara sisi kiri pertahanan ditempati oleh Bukayo Saka. Yang menarik, Saka pada momen itu ditempatkan sebagai bek sayap kiri, sebuah peran yang sangat berbeda dengan posisinya saat ini. Hingga artikel ini diturunkan, Bukayo Saka adalah satu-satunya pemain dari daftar starting XI debut Arteta yang masih menjadi bagian integral dari skuad yang merayakan gelar juara Premier League.
Lini tengah Arsenal pada awal era kepelatihan Arteta diisi oleh trio Lucas Torreira, Granit Xhaka, dan Mesut Ozil. Ketiga gelandang tersebut kini sudah tidak lagi membela panji Arsenal. Granit Xhaka telah beralih ke kompetisi lain, sementara Lucas Torreira juga telah mencari peruntungan di liga lain. Mesut Ozil, maestro lapangan tengah yang pernah menjadi ikon Arsenal, bahkan telah secara resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola profesional.
Di lini depan, Arteta pada awal masa kepelatihannya mempercayakan lini serangnya kepada Reiss Nelson, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Alexandre Lacazette. Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette kini telah meninggalkan klub dan melanjutkan karier mereka di liga-liga lain. Reiss Nelson, meskipun secara teknis masih terikat kontrak dengan Arsenal, sepanjang musim 2025/2026 ini tengah menjalani masa peminjaman di Brentford.
Perubahan drastis yang terjadi pada komposisi pemain lawas ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan transformasi skuad yang dirancang dan dieksekusi oleh Mikel Arteta. Ia tidak hanya membangun kembali tim dari segi taktik dan strategi, tetapi juga melakukan perombakan besar-besaran dalam hal personel demi mencapai visi jangka panjangnya. Keberhasilan ini bukan hanya tentang meraih trofi, tetapi juga tentang keberanian untuk melakukan perubahan radikal demi mewujudkan mimpi kembali ke puncak sepak bola Inggris.
Perjalanan Arsenal menuju gelar juara Premier League 2025/2026 ini merupakan buah dari kesabaran, kerja keras, dan keyakinan pada sebuah proyek. Mikel Arteta, dengan filosofi sepak bolanya yang khas dan kemampuannya dalam mengembangkan talenta muda serta merekrut pemain yang tepat, telah berhasil mengembalikan Arsenal ke tempat yang semestinya. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui pembangunan tim yang cermat dan terencana, bukan sekadar dengan mengandalkan pemain bintang yang sudah ada.
Kini, Arsenal berhak menasbihkan diri sebagai juara Premier League. Sorak-sorai para penggemar akan menggema di seantero London Utara. Gelar ini menjadi pengingat bahwa kesabaran dan visi yang jelas adalah kunci utama dalam dunia sepak bola yang penuh dinamika. Mikel Arteta dan pasukannya telah membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan pengakuan sebagai yang terbaik di Inggris musim ini. Perayaan juara ini tidak hanya milik tim, tetapi juga seluruh elemen yang telah mendukung Arsenal dalam perjalanan panjang ini. Transformasi yang dipimpin Arteta tidak hanya menghasilkan gelar, tetapi juga membangun kembali identitas dan kebanggaan klub.






