Menuju Transportasi Publik Inklusif: Inovasi Bus Ramah Disabilitas Ramaikan INAPA 2026

Ridwan Hanif

Pameran INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sejak 20 Mei 2026, menjadi saksi bisu geliat industri karoseri otomotif Tanah Air dalam menghadirkan solusi transportasi publik yang lebih merangkul. Gelaran yang diinisiasi oleh GEM Indonesia ini tidak hanya memamerkan teknologi terbaru, tetapi juga menyoroti pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, sebuah isu krusial dalam pembangunan transportasi yang berkelanjutan.

Salah satu terobosan yang mencuri perhatian adalah hadirnya bus listrik Tentrem E-Velocity W1. PT Tentrem Sejahtera, sebagai pengembang kendaraan ini, mengusung konsep low deck atau lantai rendah. Desain inovatif ini dirancang secara spesifik untuk memudahkan akses bagi pengguna kursi roda, menghilangkan hambatan yang kerap dihadapi oleh mereka saat hendak menaiki angkutan umum. Yohan Wahyudi, Managing Director PT Tentrem Sejahtera, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mengembangkan transportasi publik yang tidak hanya modern, tetapi juga berpihak pada kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"Pengembangan transportasi publik masa kini haruslah secara inheren mempertimbangkan kebutuhan para penyandang disabilitas. Kendaraan yang kita ciptakan ini harus dapat diakses oleh mereka," ujar Yohan Wahyudi. Ia menambahkan bahwa rancangan bus listrik ini sengaja disesuaikan dengan karakteristik operasional di lingkungan perkotaan yang menuntut tingkat aksesibilitas tinggi. "Ini adalah versi bus perkotaan yang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas," jelasnya lebih lanjut.

Melalui pengenalan produk dan teknologi baru ini, PT Tentrem Sejahtera berharap dapat mendorong penyerapan produk mereka di pasar domestik, terutama dalam memenuhi kebutuhan pengadaan armada bagi pemerintah. Yohan Wahyudi mengungkapkan harapannya bahwa pameran ini menjadi platform efektif untuk memperkenalkan inovasi dan teknologi terkini yang mereka miliki, sehingga produk-produk mereka dapat diterima luas oleh masyarakat, khususnya oleh pemerintah daerah untuk pengembangan armada bus kota.

Perlu dicatat bahwa kondisi fasilitas transportasi umum bagi kelompok difabel di Indonesia saat ini masih menghadapi banyak tantangan. Renny Rochany, PhD, seorang dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS), mengemukakan pandangannya bahwa aksesibilitas bagi pengguna kursi roda di sebagian besar kota di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. "Jika dibandingkan dengan standar internasional, saya menilai bahwa beberapa kota di Indonesia masih belum sepenuhnya ramah terhadap penyandang disabilitas. Pengguna kursi roda masih kerap mengalami kesulitan saat hendak mengakses transportasi publik," ungkap Renny Rochany.

Meskipun demikian, Renny Rochany mengakui adanya kemajuan yang mulai terlihat di ibu kota. Jakarta, menurutnya, telah menunjukkan perbaikan signifikan dalam penyediaan ruang khusus dan perhatian terhadap akses bagi kelompok disabilitas. "Di Jakarta, situasinya tampaknya mulai membaik. Sudah ada ruang yang dialokasikan untuk pengguna kursi roda dan akses mereka mulai diperhatikan, meskipun saya pribadi merasa masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut," tuturnya.

Lebih lanjut, Renny Rochany menilai bahwa ajang pameran otomotif berskala regional seperti INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 memiliki peran strategis dalam menyelaraskan pemahaman teknis antara para pembuat kebijakan dan produsen. Hal ini penting untuk memastikan implementasi fasilitas yang efektif di lapangan. "Ini bukan sekadar diskusi tentang konsep aksesibilitas, tetapi bagaimana kita benar-benar memahami kebutuhan riil di lapangan. Terkadang, meskipun sudah ada ruang yang disediakan untuk disabilitas, akses untuk mencapainya justru masih sulit," terangnya.

Penyediaan sarana transportasi yang inklusif tidak hanya dipandang sebagai sebuah keharusan teknis, tetapi juga sebagai cerminan dari nilai kemanusiaan dan keadilan sosial suatu bangsa. Idris F Sulaiman, Research and Outreach Lead dari University of Canberra (UC) Australia, menekankan bahwa penyandang disabilitas merupakan elemen penting dalam mengukur tingkat keadilan sosial dalam masyarakat. "Mereka adalah bagian dari masyarakat yang sesungguhnya menjadi tolok ukur kemanusiaan kita," ujar Idris F Sulaiman.

Idris F Sulaiman dan Renny Rochany saat ini tengah terlibat dalam riset KONEKSI, sebuah inisiatif yang berfokus pada jalur dekarbonisasi infrastruktur bus di Indonesia (DIBI). Riset ini memiliki fokus khusus pada kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI). Kehadiran bus ramah disabilitas dalam pameran ini juga sejalan dengan target ambisius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoperasikan 10.000 unit bus listrik Transjakarta pada tahun 2029.

Selain PT Tentrem Sejahtera, pameran otomotif terbesar di kawasan ASEAN ini juga diramaikan oleh partisipasi sejumlah perusahaan karoseri terkemuka lainnya, termasuk PT Adiputro Wirasejati, PT Mekar Armada Jaya, PT Laksana Bus Manufaktur, PT Piala Mas Industri, serta Xiamen Golden Dragon Bus Co., Ltd. Kehadiran mereka menunjukkan kesadaran kolektif industri untuk terus berinovasi demi menciptakan sistem transportasi publik yang lebih merata dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Also Read

Tags