Persib Bandung tengah berada di ambang kepastian gelar juara Super League musim 2026, namun sebuah peringatan penting datang dari mantan punggawa legendaris klub, Atep. Ia menekankan krusialnya kewaspadaan penuh terhadap Persijap Jepara dalam laga penutup yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Peringatan ini bukan tanpa alasan, pasalnya satu poin saja sudah cukup bagi Maung Bandung untuk mengunci trofi, namun ancaman kehilangan segalanya tetap membayangi jika lengah.
Saat ini, Persib Bandung kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 78 poin. Namun, selisih dua poin saja dari Borneo FC yang menguntit di posisi kedua dengan 76 poin, membuat peta persaingan gelar juara masih sangat terbuka. Kemenangan menjadi harga mati bagi Persib, namun jika hasil yang tidak diinginkan terjadi, yakni kekalahan dari Persijap dan kemenangan bagi Borneo FC, maka impian meraih gelar juara yang sudah di depan mata bisa buyar seketika.
Atep, yang pernah mengemban ban kapten di tim berjuluk Pangeran Biru, mengingatkan bahwa sejarah pertemuan kedua tim musim ini menyimpan catatan yang patut menjadi bahan evaluasi mendalam. Kekalahan 1-2 dari Laskar Kalinyamat, julukan Persijap, pada putaran pertama yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 18 Agustus 2025 lalu, menjadi bukti nyata bahwa Persijap bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Pengalaman pahit tersebut, menurut Atep, harus menjadi pelajaran berharga bagi para penggawa Persib agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
"Persijap ini tim yang tidak bisa diremehkan. Mereka mampu menahan imbang tim sekelas Borneo FC, ini jelas menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas dan performa yang terus meningkat, terutama di fase akhir kompetisi," ujar Atep, menekankan bahwa Persijap telah membuktikan diri sebagai tim yang patut diwaspadai. Ia juga menambahkan bahwa hasil di pertemuan pertama seharusnya menjadi pengingat yang kuat bagi para pemain Persib untuk tetap menjaga fokus dan tidak pernah merasa aman sebelum peluit panjang ditiup. "Di putaran pertama kita kalah dari mereka. Ini adalah catatan penting yang harus diingat agar kita tetap waspada," tegasnya.
Lebih lanjut, Atep berharap agar seluruh elemen tim Persib Bandung, mulai dari jajaran pelatih hingga para pemain, dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekurangan dan kelemahan yang masih ada. Ia percaya bahwa dengan introspeksi diri dan perbaikan yang tepat, motivasi tim akan semakin terangkat untuk mengamankan target hat-trick juara kompetisi. "Semua kekurangan dan kelemahan harus segera diperbaiki. Persib harus menampilkan performa terbaik mereka untuk memastikan gelar juara yang ketiga kalinya secara beruntun. Motivasi ini harus dijaga agar tidak ada hambatan di laga penentuan ini," harap Atep.
Perjuangan Persib Bandung untuk meraih gelar juara Super League musim 2026 ini memang terasa sangat dramatis. Berada di puncak klasemen, namun belum sepenuhnya aman, membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial. Terutama laga kandang pamungkas melawan Persijap Jepara ini, yang seharusnya menjadi momen perayaan, kini justru berubah menjadi medan pertempuran yang membutuhkan konsentrasi penuh dan determinasi tinggi.
Persijap Jepara sendiri bukanlah tim yang datang tanpa bekal. Meskipun mungkin bukan tim unggulan dalam perburuan gelar, mereka telah membuktikan diri sebagai ancaman nyata bagi tim-tim besar. Kemampuan mereka untuk memberikan perlawanan sengit, bahkan mengalahkan tim-tim yang lebih difavoritkan, menunjukkan bahwa mereka memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu bermain lepas tanpa beban. Hal ini bisa menjadi faktor yang sangat berbahaya bagi Persib yang mungkin akan merasakan tekanan besar untuk memastikan kemenangan.
Atep, dengan pengalamannya yang segudang di dunia sepak bola profesional, sangat memahami betul dinamika yang bisa terjadi di akhir kompetisi. Ia tahu bahwa kepercayaan diri yang berlebihan atau sedikit saja kelengahan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, peringatannya kepada Persib Bandung bukan sekadar nasihat, melainkan sebuah imbauan strategis yang didasarkan pada analisis mendalam terhadap kondisi tim dan lawan.
Menjelang laga penentu ini, para pemain Persib Bandung diharapkan tidak hanya mengandalkan kualitas individu mereka, tetapi juga kekompakan tim dan mentalitas juara yang selama ini telah mereka bangun. Mengingat kembali momen-momen sulit yang berhasil mereka lalui sepanjang musim, serta dukungan penuh dari para Bobotoh, diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan tambahan. Namun, semua itu tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan keseriusan dan fokus pada setiap detail pertandingan.
Pertandingan melawan Persijap Jepara bukan hanya sekadar laga penutup musim, tetapi juga ujian sesungguhnya bagi Persib Bandung untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi juara. Apakah mereka mampu mengatasi tekanan, belajar dari kesalahan masa lalu, dan menampilkan performa terbaik untuk mengukuhkan dominasi mereka di kancah sepak bola nasional? Jawabannya akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, di mana satu poin atau tiga poin akan menentukan nasib mereka dalam sejarah Super League. Kewaspadaan yang ditekankan oleh Atep adalah kunci utama untuk memastikan mimpi juara tidak pupus di garis finis.






