Penyebab Utama Investasi Asing di Indonesia Merosot Akhirnya Terungkap

Sahrul

Tren investasi asing di Indonesia mengalami penurunan pada kuartal II 2025. Fenomena ini disebut-sebut sebagai dampak dari ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik dunia yang kian memanas, sehingga menghambat arus modal global menuju negara berkembang, termasuk Indonesia.

Data Terbaru Kementerian Investasi

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Investasi, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode April–Juni 2025 tercatat sebesar Rp 202,2 triliun. Angka tersebut menyusut 6,9% dibandingkan periode sama tahun lalu (year-on-year/YoY) yang mencapai Rp 217,3 triliun. Penurunan bahkan lebih tajam jika dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni sebesar 12,2% dari Rp 230,4 triliun pada kuartal I 2025.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan penurunan ini erat kaitannya dengan ketegangan geopolitik global yang berdampak luas.

“Kalau kita lihat memang tidak bisa dipungkiri geopolitik yang meningkat. Ini tentunya mempengaruhi sekarang investasi di seluruh dunia,” kata Rosan dalam konferensi pers capaian realisasi investasi triwulan II dan semester I 2025 di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Investasi Domestik Justru Melonjak

Di tengah penurunan arus modal asing, fenomena berlawanan justru terlihat pada investasi domestik. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat pertumbuhan signifikan, mencapai Rp 275,5 triliun atau sekitar 57,7% dari total realisasi investasi kuartal II.

Rosan menilai lonjakan ini tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan investor lokal terhadap prospek ekonomi nasional.

“Dalam rangka mereka juga ingin meningkatkan perannya berinvestasi di Indonesia. Karena yang kita sampaikan bahwa itung-itungannya jelas, potensinya ada, tentunya kita memberikan prioritas kepada investor dalam negeri juga,” ujarnya.

Peran BPI Danantara Dorong Kepercayaan Investor Lokal

Lebih lanjut, Rosan menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang menjadi katalis dalam memfasilitasi pergerakan modal dalam negeri. Lembaga ini diharapkan mampu membuka jalan bagi investor lokal untuk lebih agresif berekspansi.

“Kita lihat juga ini menimbulkan confidence yang lebih tinggi. Jadi kalau kami melihatnya yang penting angka itu tetap sesuai dengan target yang kami canangkan ke depannya,” tutur Rosan.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Penurunan investasi asing menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga target realisasi tahunan. Namun di sisi lain, meningkatnya PMDN memberi sinyal positif bahwa ekonomi domestik masih memiliki daya tarik besar. Dengan penguatan fundamental ekonomi dan dorongan kebijakan pro-investasi, pemerintah optimistis tren investasi dapat kembali stabil menjelang akhir tahun.

Also Read

Tags