Bocoran iPhone Air 2: Kamera Lebih Tajam, Baterai Lebih Tahan Lama

Sahrul

Apple tampaknya tak tinggal diam menanggapi berbagai catatan kritis terhadap iPhone Air generasi pertama. Perangkat yang digadang-gadang sebagai iPhone paling ringan itu sebelumnya menuai sorotan karena dinilai kurang optimal di dua sektor krusial: ketahanan baterai dan kemampuan kamera. Kini, angin segar berembus dari Cupertino, menyusul laporan bahwa Apple tengah menyiapkan serangkaian penyempurnaan untuk iPhone Air 2.

Menurut laporan GSM Arena pada Senin, generasi terbaru iPhone Air berpotensi menghadirkan peningkatan signifikan pada dua fondasi utama pengalaman pengguna, yakni daya tahan baterai dan sistem kamera. Jika iPhone Air pertama diibaratkan sebagai pelari cepat namun cepat kehabisan napas, maka iPhone Air 2 disebut-sebut akan dibekali “paru-paru” yang lebih kuat agar mampu menemani aktivitas pengguna lebih lama.

Salah satu perubahan yang paling mencuri perhatian adalah rencana penambahan kamera belakang kedua. Pada akhir Desember lalu, Apple dilaporkan akan menyematkan modul kamera tambahan pada iPhone Air generasi berikutnya. Kamera tersebut diperkirakan berjenis ultra-wide, yang memungkinkan pengguna menangkap sudut pandang lebih luas, sekaligus memperluas fleksibilitas fotografi mobile. Dengan langkah ini, Apple seolah ingin menepis kritik bahwa iPhone Air terlalu minimalis untuk kelasnya.

Tak hanya sektor kamera yang mendapat sentuhan pembaruan. Layar juga disebut menjadi fokus peningkatan berikutnya. Media teknologi asal Korea Selatan, The Elec, melaporkan bahwa iPhone Air 2 akan mengadopsi teknologi layar baru bernama CoE atau Color filter on Encapsulation. Teknologi ini dikabarkan menjadi salah satu inovasi kunci Apple dalam mengembangkan desain perangkat yang lebih ramping namun tetap efisien.

Menariknya, teknologi CoE ini disebut-sebut bakal diperkenalkan pertama kali melalui iPhone Fold, apabila perangkat lipat tersebut benar-benar meluncur tahun ini. Dengan kata lain, iPhone Air 2 berpotensi menjadi salah satu perangkat awal yang menikmati turunan teknologi layar masa depan Apple.

Secara teknis, CoE memungkinkan modul layar dibuat lebih tipis dibandingkan panel konvensional. Ketipisan ini bukan sekadar soal estetika, melainkan juga fungsionalitas. Layar yang lebih efisien mampu meningkatkan keterbacaan di bawah sinar matahari langsung, sebuah tantangan klasik bagi ponsel pintar. Dengan visibilitas yang lebih baik, layar tidak perlu dipaksa memancarkan cahaya seterang sebelumnya, sehingga konsumsi daya bisa ditekan saat digunakan di luar ruangan.

Efisiensi layar tersebut ibarat mematikan lampu berdaya besar dan menggantinya dengan lampu hemat energi—tetap terang, namun jauh lebih irit. Dampaknya, penggunaan baterai menjadi lebih terkendali, terutama bagi pengguna yang kerap beraktivitas di bawah cahaya matahari.

Selain itu, desain layar yang semakin tipis membuka ruang tambahan di dalam bodi perangkat. Ruang ekstra ini memberi Apple peluang strategis untuk menyematkan baterai dengan kapasitas lebih besar. Dengan kombinasi layar hemat daya dan baterai yang diperbesar, iPhone Air 2 diprediksi mampu menawarkan daya tahan yang jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya.

Jika laporan-laporan ini akurat, iPhone Air 2 bukan sekadar penyegaran minor, melainkan evolusi yang dirancang untuk menjawab kritik paling mendasar. Apple tampaknya ingin mengubah citra iPhone Air dari sekadar ponsel tipis dan ringan, menjadi perangkat seimbang yang tidak hanya enak dipandang, tetapi juga tangguh dalam pemakaian harian.

Also Read

Tags