Samsung resmi membuka tabir harga dan jadwal kehadiran ponsel lipat terbarunya, Galaxy Z TriFold, di pasar Amerika Serikat. Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa (27/1/2026), sekaligus menandai langkah Samsung memasuki wilayah ultra-premium dengan banderol yang belum pernah mereka pasang sebelumnya. Perangkat ini dilepas dengan harga 2.899 dolar AS, menjadikannya ponsel lipat termahal yang pernah dirilis oleh raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut.
Angka tersebut nyaris menyentuh ambang psikologis 3.000 dolar AS, sesuai dengan prediksi sejumlah pengulas teknologi sejak akhir tahun lalu. Salah satunya datang dari Mrwhosetheboss, kreator teknologi di YouTube, yang pada Desember sebelumnya menyoroti perbedaan harga signifikan antara TriFold dan Galaxy Z Fold 7 di Korea Selatan. Ia menilai TriFold sekitar 50 persen lebih mahal, sehingga memperkirakan harga perangkat ini akan mencapai 3.000 dolar AS di Amerika Serikat, mengingat Galaxy Z Fold 7 sendiri dijual mulai dari 2.000 dolar AS di negara tersebut.
Galaxy Z Fold 7 memang baru meluncur pada Juli, hanya beberapa bulan sebelum TriFold diumumkan secara resmi. Model tersebut relatif mendapat sambutan positif berkat desainnya yang lebih ramping. Namun, sorotan publik teknologi kemudian beralih ke Galaxy Z TriFold ketika perangkat ini dipamerkan di ajang CES 2026 awal Januari. Desain ultra-tipis dan konsep tiga panel lipat membuatnya tampil berbeda dari ponsel foldable konvensional.
Berbeda dengan seri Fold yang masih terasa seperti ponsel berlayar besar, TriFold bergerak lebih dekat ke ranah tablet Android. Saat dibentangkan penuh, layar 10 inci dengan rasio aspek menyerupai tablet menghadirkan ruang kerja yang lapang. Ditambah lagi, kehadiran mode DeX mandiri memungkinkan perangkat ini berfungsi layaknya komputer mini, menawarkan pengalaman komputasi yang lebih kaya ketika layar terbuka sepenuhnya.
Spesifikasi Premium di Balik Harga Tinggi
Dengan harga 2.899 dolar AS, Samsung menyematkan spesifikasi kelas atas pada Galaxy Z TriFold. Perangkat ini dibekali layar utama 10 inci beresolusi 2.160 x 1.584 piksel, serta layar penutup 6,5 inci dengan resolusi 2.520 x 1.080 piksel. Performa ditopang oleh chip Snapdragon 8 Elite, prosesor yang juga menjadi otak seri Galaxy S25 dan Galaxy Z Fold 7.
Samsung memasangkan RAM sebesar 16 GB dengan dua opsi penyimpanan internal, yakni 512 GB dan 1 TB. Varian 512 GB menjadi model yang dipasarkan dengan harga 2.899 dolar AS. Hingga saat ini, Samsung belum mengungkap harga resmi varian 1 TB maupun kemungkinan promo peningkatan kapasitas penyimpanan gratis bagi pembeli awal.
Di sektor fotografi, Galaxy Z TriFold membawa kamera utama 200 megapiksel. Daya tahan perangkat ditopang baterai berkapasitas 5.600 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt. Tak ketinggalan, Samsung menyematkan rangkaian fitur Galaxy AI, termasuk dukungan Gemini, untuk memperkuat fungsi kecerdasan buatan di perangkat ini.
Pembeli Galaxy Z TriFold di Amerika Serikat juga akan mendapatkan uji coba Google AI Pro selama enam bulan. Paket ini memberikan akses ke berbagai alat AI Google, seperti Gemini, Veo 3, serta penyimpanan cloud sebesar 2 TB. Konsumen di AS dapat mulai mencoba perangkat ini di Samsung Experience Stores sejak 27 Januari 2026, sementara penjualan resmi dijadwalkan dimulai pada 30 Januari.
Tipis, Canggih, namun Dipertanyakan Ketahanannya
Di balik kemewahan spesifikasi dan inovasi desain, muncul pula kekhawatiran terkait aspek durabilitas. Desain ultra-tipis yang menjadi daya tarik utama TriFold juga memunculkan tanda tanya soal ketahanan jangka panjang. Pada titik tertipisnya, salah satu dari tiga panel TriFold hanya setebal 3,9 mm, lebih ramping dibandingkan Galaxy Z Fold 7 yang memiliki ketebalan 4,2 mm.
Dengan tiga panel, dua engsel, dan layar yang harus dilipat dua kali, risiko keausan mekanis menjadi perhatian tersendiri. Samsung, di sisi lain, mengklaim layar utama TriFold telah melalui “uji multi-lipat 200.000 siklus”, yang setara dengan kebiasaan melipat ponsel 100 kali per hari selama lima tahun. Perusahaan juga menekankan penggunaan engsel berbahan titanium serta teknologi layar baru dengan “lapisan pelindung yang diperkuat” guna meningkatkan daya serap terhadap benturan.
Namun demikian, informasi yang diterima AcehGround menyebutkan bahwa pengumuman pada 27 Januari tidak memuat detail mengenai manfaat perbaikan khusus bagi pembeli di Amerika Serikat. Padahal, saat memperkenalkan Galaxy Z TriFold pada bulan sebelumnya, Samsung sempat menawarkan “manfaat perbaikan layar eksklusif” berupa diskon 50 persen satu kali untuk biaya perbaikan layar bagi pemilik TriFold.
Peluncuran Galaxy Z TriFold dengan harga premium ini menegaskan arah strategi Samsung yang kian berani di segmen ponsel lipat. Inovasi desain, layar besar 10 inci, dan mode DeX mandiri dirancang untuk menghadirkan pengalaman komputasi yang mendekati tablet Android dalam tubuh perangkat lipat. Namun, absennya kepastian terkait penawaran perbaikan layar di pasar AS berpotensi menjadi pertimbangan penting bagi calon konsumen, terutama mereka yang memikirkan biaya perawatan jangka panjang dari perangkat seharga hampir 3.000 dolar AS.






