Data Terbaru Longsor Cisarua: Tim SAR Temukan 74 Jasad, Enam Warga Belum Ditemukan

Sahrul

Operasi pencarian dan penyelamatan korban longsor di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus berlanjut di tengah medan yang masih menyimpan ancaman. Hingga hari kesembilan pelaksanaan SAR, tim gabungan telah menemukan puluhan korban jiwa yang tertimbun material longsoran tanah di sejumlah titik permukiman warga.

Berdasarkan data terkini, total 74 korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Pasir Kuda, dan Kampung Babakan di Desa Pasirlangu telah berhasil dievakuasi. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, enam orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR yang bekerja tanpa henti.

Hingga Minggu (1/2/2026), proses evakuasi masih berlangsung intensif meski dihadapkan pada cuaca yang tidak menentu serta struktur tanah yang labil. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa pada hari kesembilan operasi, tim kembali menemukan empat kantong jenazah di lokasi terdampak.

“Korban yang sudah dievakuasi sampai hari kesembilan ini sebanyak 74 body pack. Hari ini, tim menemukan 4 body pack,” kata Ade Dian.

Longsor yang melanda kawasan perbukitan Cisarua ini sebelumnya diperkirakan menimbun sekitar 80 warga. Angka tersebut menjadi dasar perhitungan tim SAR dalam menentukan jumlah korban yang masih harus ditemukan. Dengan demikian, pencarian kini difokuskan pada enam korban yang diyakini masih berada di bawah timbunan tanah, batu, dan material bangunan yang runtuh.

“Dengan demikian, masih ada 6 lagi body pack yang masih dalam pencarian. Mudah-mudahan sisa korban bisa segera ditemukan,” kata Ade Dian.

Setiap korban yang berhasil dievakuasi tidak langsung diserahkan kepada keluarga. Seluruh kantong jenazah terlebih dahulu dibawa ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Di sana, proses identifikasi dilakukan secara teliti untuk memastikan kecocokan data korban dengan laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

“Body pack teridentifikasi berdasarkan data dari posko DVI per tanggal 1 Februari pukul 16.00 WIB sebanyak 57 jiwa. Kemudian sisanya masih dalam proses identifikasi,” kata Ade Dian.

Proses identifikasi ini menjadi tahapan krusial sebelum korban dipulangkan ke keluarga masing-masing. Tim DVI bekerja menggunakan berbagai metode, mulai dari pencocokan sidik jari, data medis, hingga barang pribadi yang ditemukan bersama korban.

Di sisi lain, operasi pencarian enam korban tersisa diibaratkan seperti menyisir jarum di tumpukan jerami. Tantangan berat datang dari kondisi tanah yang masih berpotensi bergerak serta keterbatasan alat berat di beberapa titik rawan. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melanjutkan upaya dengan mengedepankan keselamatan personel.

Tragedi longsor di Cisarua ini meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat dan menjadi pengingat keras akan rapuhnya kehidupan di kawasan rawan bencana. Sementara harapan masih menggantung, tim SAR berusaha menuntaskan misi kemanusiaan ini dengan satu tujuan: menemukan seluruh korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti dengan cemas.

Also Read

Tags