Setahun lebih pasca-kembalinya ke pasar Indonesia, vendor ponsel pintar Honor tengah menggalakkan strategi pemulihan kepercayaan konsumen dengan memfokuskan diri pada segmen perangkat entry-level dan kelas menengah. Langkah ini diambil untuk membangun kembali fondasi merek yang sempat tergerus oleh keraguan pasar mengenai keberlanjutan operasional mereka di tanah air.
Tantangan terbesar yang dihadapi Honor di Indonesia saat ini bukanlah soal kualitas atau spesifikasi produk yang ditawarkan, melainkan isu fundamental mengenai persepsi konsumen terkait eksistensi jangka panjang merek tersebut. Sebagaimana diketahui, Honor pernah memiliki jejak di Indonesia pada tahun 2018, namun kemudian perlahan menarik diri setahun berselang, sebelum akhirnya melakukan reintroduksi resmi pada Februari 2025 lalu.
Aryo Meidianto Aji, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia, yang merupakan distributor resmi Honor di Indonesia, mengakui bahwa keraguan konsumen menjadi momok utama. Ia menjelaskan bahwa banyak calon pembeli yang masih bertanya-tanya mengenai keseriusan Honor untuk menetap dan berkembang di pasar ponsel nasional. "Honor sempat pergi lalu kembali lagi, dan sekarang distribusinya pun baru. Ini membuat konsumen bingung, apakah Honor benar-benar ada atau hanya sekadar mampir lagi? Apakah Honor akan bertahan lama?" ujar Aryo dalam sebuah kesempatan di Jakarta Selatan.
Menyadari kompleksitas tantangan ini, pihak distributor secara aktif berupaya meyakinkan seluruh pemangku kepentingan, baik mitra bisnis maupun konsumen akhir, akan komitmen kuat Honor untuk hadir secara permanen di Indonesia. Aryo menegaskan bahwa tidak ada niatan bagi Honor untuk kembali menghilang dari peredaran. "Honor tidak akan kemana-mana. Kami akan hadir di Indonesia, namun transformasi ini memang membutuhkan waktu," tegasnya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Honor mengambil pendekatan bisnis yang berfokus pada pengembangan dan pemasaran perangkat yang menyasar pasar luas, alih-alih terjun langsung dalam persaingan ketat di segmen ponsel flagship atau premium. Strategi ini merupakan langkah taktis untuk menghindari gesekan langsung dengan pemain yang sudah mapan di segmen atas, sekaligus memaksimalkan potensi pasar di segmen yang lebih terjangkau namun memiliki basis konsumen yang jauh lebih besar.
"Banyak merek yang terkadang tidak konsisten dengan fokus pasarnya. Misalnya, mereka unggul di segmen bawah, namun kemudian mencoba merambah pasar atas yang sebenarnya memiliki pangsa pasar lebih kecil," jelas Aryo. Ia menambahkan bahwa keputusan ini didasari oleh analisis mendalam mengenai perilaku konsumen di Indonesia, di mana mayoritas masyarakat cenderung mengutamakan perangkat dengan harga yang lebih bersahabat.
"Kami lebih memilih untuk fokus pada perangkat yang benar-benar diminati dan dibeli oleh mayoritas konsumen terlebih dahulu," imbuhnya.
Implementasi strategi ini tercermin dalam peluncuran beberapa produk andalan yang menyasar segmen menengah ke bawah. Salah satu contohnya adalah Honor X6c yang dibanderol dengan harga Rp 2,99 juta dan Honor X7c yang ditawarkan seharga Rp 4,5 juta. Kedua perangkat ini dirancang dengan keunggulan spesifik pada daya tahan fisik, menjadikannya pilihan menarik bagi para profesional yang membutuhkan perangkat tangguh dalam aktivitas sehari-hari, maupun bagi keluarga yang menginginkan ponsel awet dan handal.
Selain penawaran produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, Honor juga memberikan perhatian serius pada aspek layanan purna jual. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi membangun kepercayaan konsumen dan menghilangkan keraguan yang mungkin timbul akibat pengalaman masa lalu. Saat ini, Honor telah mengembangkan jaringan layanan purna jual yang cukup luas dengan menghadirkan lebih dari 10 titik servis yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia.
"Untuk layanan purna jual, kami memiliki banyak pilihan, lebih dari 10 titik. Bagi konsumen di luar kota, kami juga bekerja sama dengan mitra terpercaya seperti Unicom untuk memastikan jangkauan layanan yang optimal," ungkap Aryo. Dengan memperkuat infrastruktur layanan purna jual, Honor berupaya memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi para penggunanya, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk melayani pasar Indonesia dengan sepenuh hati. Langkah ini diharapkan dapat secara bertahap mengikis keraguan konsumen dan membangun kembali citra merek Honor sebagai pemain yang serius dan dapat diandalkan di industri ponsel pintar tanah air.






