Manchester City berhasil memangkas selisih poin dari pemuncak klasemen Liga Primer Inggris, Arsenal, setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Crystal Palace. Dalam laga yang digelar Rabu (13/5/2026), The Citizens sukses membungkam tuan rumah dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini membawa pasukan Pep Guardiola hanya terpaut dua angka dari puncak, menjaga asa mereka untuk merengkuh gelar juara musim ini tetap membara.
Hasil positif ini diraih City di tengah jadwal padat yang menguji ketahanan fisik para pemain. Sang manajer, Pep Guardiola, tampaknya telah merancang strategi rotasi pemain yang cermat untuk mengatasi kelelahan. Beberapa pemain kunci, termasuk bintang muda Erling Haaland dan Jérémy Doku, diberikan istirahat untuk memastikan mereka bugar di momen-momen krusial. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan penuh Guardiola kepada kedalaman skuad yang dimilikinya.
"Saya memiliki keyakinan penuh pada semua anggota skuad," ujar Guardiola, menekankan bahwa setiap pemain memiliki peran penting dalam upaya tim meraih hasil maksimal. Strategi ini terbukti efektif, meskipun dengan perubahan enam pemain dari susunan utama, City tetap mampu tampil dominan dan meraih tiga poin penuh.
Guardiola menyadari sepenuhnya bahwa nasib perebutan gelar juara musim ini sangat bergantung pada performa rival utama mereka, Arsenal. Ia mengakui bahwa jika Arsenal mampu memenangkan seluruh sisa pertandingan mereka, maka City tidak akan memiliki peluang untuk menggeser mereka dari puncak klasemen. Namun, fokus utama City adalah menjaga momentum kemenangan dan terus memberikan tekanan hingga kompetisi berakhir.
"Itu tergantung pada mereka [Arsenal]," ungkap Guardiola, secara implisit mengakui bahwa Arsenal memegang kendali atas siapa yang akan menjadi juara. Ia menambahkan, "Jika mereka memenangkan dua pertandingan—tidak ada yang bisa dilakukan, tidak ada yang bisa dibicarakan." Pernyataan ini menunjukkan pemahaman mendalam Guardiola tentang realitas persaingan liga, di mana hasil pertandingan tim lain memiliki dampak signifikan.
Meskipun demikian, Guardiola menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik timnya untuk menghadapi segala kemungkinan. "Yang bisa kita lakukan hanyalah berada di sana untuk berjaga-jaga," tegasnya. Ini adalah filosofi yang selalu dipegang teguh oleh Guardiola, yaitu fokus pada apa yang bisa dikontrol, yaitu performa timnya sendiri, sambil tetap waspada terhadap apa yang terjadi di luar kendali mereka.
Setelah pertandingan krusial melawan Crystal Palace, perhatian Manchester City segera beralih ke final Piala FA yang akan diselenggarakan di Stadion Wembley pada Sabtu (16/5/2026). Lawan yang akan dihadapi adalah Chelsea, sebuah tim yang selalu menyulitkan di partai puncak. Guardiola menuntut para pemainnya untuk segera melakukan pemulihan energi dan fokus pada pertandingan penting ini sebelum kembali memikirkan sisa laga di liga.
"Yang bisa kami lakukan sekarang adalah pergi tidur secepat mungkin dan bersiap untuk FA Cup," ucap Guardiola, menggarisbawahi prioritas tim saat ini. Kemenangan di FA Cup akan menjadi dorongan moral yang sangat besar sebelum mereka kembali berjuang di liga.
Setelah babak final Piala FA, City masih harus menghadapi dua pertandingan sisa di Liga Primer yang tidak bisa dianggap remeh. Bournemouth dan Aston Villa adalah lawan-lawan yang memiliki kualitas dan potensi untuk menyulitkan langkah City. Guardiola secara khusus memberikan peringatan mengenai kekuatan tim asuhan pelatih lain yang patut diwaspadai.
"Dua pertandingan terakhir sangat berat," kata Guardiola, menyoroti potensi ancaman dari lawan-lawannya. Ia secara spesifik menyebutkan performa Bournemouth yang sedang menanjak. "Pesaing berikutnya, Bournemouth, wow, lihat apa yang mereka lakukan," ujarnya dengan nada kagum namun juga waspada. Selain itu, ia juga mengantisipasi kesulitan saat berhadapan dengan Aston Villa yang dilatih oleh Unai Emery. "dan kemudian Unai Emery [laga terakhir melawan Aston Villa] tidaklah mudah," urai Guardiola.
Pelatih asal Spanyol ini menginstruksikan anak asuhnya untuk mempertahankan level permainan terbaik mereka di setiap pertandingan yang tersisa. Tujuannya jelas: memastikan kemenangan demi menjaga peluang juara. "Tentu saja, mereka akan melakukan yang terbaik, dan kami harus melakukan yang terbaik untuk mencoba menang," tutup Guardiola, menegaskan semangat kompetitif yang harus terus dijaga oleh para pemainnya hingga peluit akhir musim dibunyikan. Perjalanan City di akhir musim ini memang penuh tantangan, namun dengan mentalitas yang tepat, mereka siap untuk bertarung hingga titik darah penghabisan demi meraih gelar juara yang didambakan.






