Kegagalan Persija Raih Juara: Rizky Ridho Sampaikan Penyesalan Terdalam

Tommy Welly

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, menyuarakan permintaan maafnya kepada seluruh pendukung setia tim, The Jakmania, menyusul kepastian klubnya mengakhiri kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 di posisi ketiga. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 14 Mei 2026, setelah perolehan poin Persija dipastikan tidak lagi mampu menembus tangga juara.

Macan Kemayoran, julukan Persija, harus puas menempati peringkat ketiga dengan mengumpulkan 65 poin. Posisi ini membuat mereka takluk dari Borneo FC yang kokoh di puncak klasemen, namun juga memastikan diri berada di atas Dewa United yang tertinggal di bawahnya. Rizky Ridho mengungkapkan bahwa pencapaian ini jauh dari ekspektasi yang telah ditetapkan oleh manajemen klub sejak awal musim bergulir.

Pemain berusia 24 tahun itu mengakui bahwa hasil akhir ini belum mampu memberikan kepuasan bagi seluruh elemen tim. Ia menuturkan, "Posisi akhir klasemen ini jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan." Sang kapten merasa bertanggung jawab atas kekecewaan yang dirasakan oleh para pendukung yang selalu memberikan dukungan tanpa henti sepanjang musim kompetisi.

"Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania," ujar Rizky Ridho dengan penuh penyesalan.

Selain persoalan peringkat akhir liga, Rizky Ridho juga memberikan tanggapan mengenai insiden ketegangan yang sempat menjadi sorotan publik saat Persija berhadapan dengan Persib Bandung pada 10 Mei 2026 di Stadion Segiri. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain siap untuk menerima konsekuensi apa pun yang akan diberikan oleh otoritas liga terkait kejadian tersebut.

"Adanya insiden itu menimbulkan berbagai tafsir," kata Ridho, mengacu pada spekulasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian dan sanksi atas keributan antar-pemain kepada pihak berwenang, dalam hal ini otoritas I.League. Rizky Ridho menekankan sikap kooperatif dari skuad Persija dalam menjalani proses evaluasi yang akan dilakukan.

"Biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya," tegas Ridho, menunjukkan kesiapan tim untuk menghadapi setiap keputusan yang diambil.

Menariknya, meskipun tensi pertandingan sempat memanas di lapangan hijau, Rizky Ridho mengklaim bahwa hubungan antar-pemain dari kedua tim tetap terjalin harmonis. Ia menyatakan bahwa komunikasi di luar lapangan tetap berjalan normal, bahkan setelah pertandingan usai.

"Namun, yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan," jelas Ridho, menekankan batas antara kompetisi profesional dan hubungan personal. Ia berpendapat bahwa gesekan yang terjadi merupakan bagian dari dinamika pertandingan besar dan penting untuk memastikan bahwa persaingan tidak terbawa ke ranah di luar lingkungan pertandingan profesional.

"Setelah semua selesai, kami para pemain tetap menjalin komunikasi dengan baik," lanjut Ridho, menegaskan kembali pentingnya menjaga hubungan baik antar-sesama pesepak bola.

Menyikapi perjalanan satu musim penuh, pemain yang juga merupakan bagian dari Tim Nasional Indonesia ini memandang dinamika performa tim sebagai sebuah proses pembelajaran yang berharga. Fokus utama saat ini adalah melakukan perbaikan internal secara menyeluruh demi mempersiapkan diri menghadapi musim mendatang.

"Musim yang tidak mudah," aku Ridho, mengakui tantangan yang dihadapi tim sepanjang musim. Kegagalan dalam mencapai target juara musim ini dianggap sebagai momentum penting untuk mengoreksi setiap kekurangan, baik dari sisi teknis permainan maupun mentalitas bertanding para pemain.

"Ups and downs dalam sepak bola memang merupakan hal yang wajar, tetapi yang terpenting kami harus mengambil pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat," tutur Ridho, menggarisbawahi pentingnya refleksi diri bagi kemajuan tim.

Rizky Ridho menekankan komitmennya untuk meningkatkan kontribusi, baik secara individu maupun kolektif, sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada klub. Ia optimistis bahwa tim sedang berada dalam jalur perkembangan yang positif secara bertahap.

"Namun, yang bisa saya pastikan, tim ini telah berusaha berada di jalur yang lebih baik dari tahun ke tahun," ucap Ridho, memberikan harapan akan kemajuan tim di masa mendatang.

Persija Jakarta kini bersiap untuk melakoni dua pertandingan sisa musim dengan menjunjung tinggi nilai profesionalisme sebelum memasuki fase evaluasi dan perombakan elemen tim secara menyeluruh.

"Akhir kata, kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan baik," tutup Ridho, menunjukkan dedikasi tim hingga akhir kompetisi.

Selain evaluasi tim, Rizky Ridho juga akan melakukan introspeksi diri secara mendalam untuk memperbaiki performa individunya sebelum liga musim baru bergulir kembali.

"Setelah itu, akan ada evaluasi dan pembenahan di seluruh elemen, termasuk diri saya sendiri, untuk meraih hasil yang lebih baik lagi untuk Persija," pungkas Ridho, menunjukkan keseriusannya dalam upaya peningkatan kualitas diri demi kejayaan klub.

Also Read

Tags