Kecaman keras dilancarkan oleh Wakil Presiden Barcelona, Rafa Yuste, terhadap Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyusul pernyataan kontroversial sang patron Los Blancos dalam sebuah konferensi pers. Yuste secara gamblang menolak dan mengecam keras tudingan Perez yang mengaitkan skandal Negreira dengan kegagalan Real Madrid meraih sejumlah gelar liga. Pernyataan Yuste ini muncul sebagai respons atas pidato Perez yang, menurut kubu Barcelona, sarat dengan upaya pengalihan isu dan narasi menyesatkan.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari sumber terpercaya, Florentino Perez disebut sempat menyinggung investigasi terkait pembayaran Barcelona kepada mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira. Perez mendalilkan bahwa skandal tersebut menjadi salah satu faktor krusial di balik "hilangnya" tujuh gelar LaLiga yang seharusnya diraih oleh Real Madrid. Lebih jauh, Perez menegaskan posisinya yang kokoh dalam menghadapi badai kritik dan krisis yang tengah melanda internal klubnya, termasuk performa yang dinilai kurang memuaskan dalam dua musim terakhir.
Namun, pandangan Perez ini segera ditampik mentah-mentah oleh Rafa Yuste. Wakil Presiden Barcelona itu menilai bahwa pernyataan Perez tidak lebih dari sekadar taktik murahan untuk mengalihkan perhatian publik dari permasalahan fundamental yang sedang dihadapi Real Madrid. Menurut Yuste, klaim yang dilontarkan Perez tidak memiliki dasar yang kuat dan sepenuhnya dibangun di atas kebohongan, yang bertujuan untuk menutupi "bencana olahraga" yang dialami rival abadi mereka.
"Pernyataan Florentino sungguh menyedihkan bagi saya dan dipenuhi dengan kebohongan," ujar Yuste, menyiratkan kekecewaannya terhadap nada dan isi pernyataan Perez. Ia menambahkan bahwa pihak manajemen Barcelona saat ini tengah mengkaji secara serius opsi hukum yang tersedia untuk menanggapi tudingan serius yang dilayangkan tersebut. Yuste menegaskan bahwa narasi yang coba dibangun oleh Perez hanyalah kedok belaka untuk menutupi kegagalan timnya di lapangan hijau.
"Klub kami telah merilis pernyataan resmi kemarin yang menyatakan bahwa kami sedang mempelajari langkah-langkah hukum yang memungkinkan. Namun, saya ingin menekankan bahwa upaya Florentino Perez untuk menutupi sebuah bencana olahraga yang telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut tidak akan membuahkan hasil apapun," lanjut Yuste, dengan nada tegas. Ia berulang kali menekankan bahwa klaim Perez tidak berdasar dan hanya merupakan manuver politik untuk menyelamatkan muka.
Lebih lanjut, Yuste secara spesifik menyoroti dominasi Barcelona dalam meraih gelar LaLiga, termasuk kemenangan beruntun dengan selisih poin yang signifikan. Ia menekankan bahwa prestasi gemilang timnya tidak terlepas dari fondasi yang kuat, yakni pengembangan talenta muda dari akademi La Masia yang legendaris, serta strategi rekrutmen pemain yang cermat. Yuste menegaskan bahwa prestasi Barcelona diraih dengan cara yang sportif dan melalui proses yang transparan.
"Tidak ada gunanya lagi membicarakan tentang Negreira ketika kami berhasil menjuarai LaLiga dua kali berturut-turut dengan sebuah proyek yang dibangun di sekitar para pemain La Masia dan pemain-pemain lain yang kami datangkan dari luar. Kami memenangkan liga dengan selisih 14 poin, dan ini hanyalah kedok untuk mencoba membenarkan manajemen olahraga yang buruk," ungkap Yuste, mencoba membantah klaim Perez dengan data dan fakta. Ia ingin menunjukkan bahwa kemenangan Barcelona adalah hasil dari kerja keras dan strategi yang matang, bukan karena faktor eksternal yang meragukan.
Petinggi klub asal Catalan ini juga menegaskan komitmen kuat Barcelona untuk melindungi integritas klub dari segala bentuk tuduhan yang dianggapnya keliru, baik secara historis maupun berdasarkan fakta di lapangan. Ia tidak terima jika Barcelona dituduh secara sembarangan tanpa bukti yang kuat.
"Mencuri tujuh gelar liga? Ini sungguh keliru. Secara objektif, ini tidak benar. Dia boleh saja berpikir apa yang dia mau, tapi kami akan mempertahankan diri kami sendiri karena kami memiliki kewajiban kepada para penggemar, kepada klub, dan tidak ada seorang pun yang boleh mempermainkan klub ini dengan tuduhan yang tidak berdasar," seru Yuste, dengan penuh semangat membela nama baik Barcelona. Ia ingin menegaskan bahwa Barcelona adalah klub yang menjunjung tinggi sportivitas dan akan selalu melawan segala bentuk fitnah yang ditujukan kepadanya. Konflik ini menunjukkan betapa sengitnya rivalitas antara kedua klub raksasa Spanyol tersebut, bahkan hingga ke ranah pernyataan publik dan saling tuding di luar lapangan.






