Jalinan kemitraan strategis antara klub raksasa Portugal, SL Benfica, dengan perwakilan sepak bola Indonesia, Malut United, kini resmi terwujud melalui pendirian sebuah fasilitas pengembangan talenta sepak bola di Ternate. Akademi yang dinamai "Akademi Merah Putih" ini, secara resmi diluncurkan pada Jumat, 15 Mei 2026, di Stadion Gelora Kie Raha. Inisiatif kolaboratif ini berambisi besar untuk memupuk bibit-bibit unggul sepak bola usia dini, khususnya yang berasal dari kawasan timur Indonesia.
Fokus utama dari pusat pelatihan modern ini adalah merangkul anak-anak berusia 7 hingga 9 tahun yang berasal dari provinsi Maluku Utara, Maluku, hingga Papua. Keberadaan akademi ini bukan sekadar sarana latihan, melainkan sebuah upaya komprehensif yang menggabungkan standar keunggulan teknis sepak bola Eropa dengan tanggung jawab sosial yang mendalam bagi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Manajemen Malut United menekankan signifikansi kehadiran sebuah klub sekaliber Eropa dalam ekosistem sepak bola lokal yang sedang berkembang. Kehadiran perwakilan dari klub berjuluk "As Águias" ini tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga untuk memantau langsung kesiapan teknis akademi yang akan menjadi fondasi bagi pembinaan pemain masa depan, bahkan sebelum Malut United bertarung di ajang Super League melawan Persita Tangerang.
Lourenco dos Reis Ferreira, yang menjabat sebagai Manajer Bisnis Internasional SL Benfica, mengungkapkan rasa bangganya bisa berada di Ternate dan membawa nama besar Benfica ke belahan dunia yang strategis ini. Ia menambahkan bahwa sebagai klub dengan basis pendukung terbesar di Portugal, yang mencakup sekitar 60% populasi negara tersebut, Benfica memikul tanggung jawab sosial yang signifikan di kancah global. Keunikan basis pendukung Benfica yang heterogen, mulai dari kalangan kaya raya hingga mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, sejalan dengan misi sosial yang diusung oleh akademi baru ini.
Menurut Lourenco, terdapat keselarasan visi yang kuat antara rencana jangka panjang yang dipaparkan oleh pihak lokal dengan nilai-nilai inti yang dipegang teguh oleh SL Benfica. Ia secara spesifik menyebutkan bahwa ketika rencana proyek ini dipresentasikan oleh Bapak David (pemilik Malut United), ia melihatnya sebagai sebuah "pasangan yang sempurna". Hal ini didasari oleh pemahaman bahwa Benfica tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga memiliki mandat sosial yang kuat.
Tim teknis Benfica berencana untuk mengimplementasikan sebuah kurikulum pelatihan yang sangat terstruktur dan komprehensif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa filosofi bermain khas Benfica dapat diserap secara optimal oleh para siswa sejak usia dini. Lourenco mengemukakan bahwa metodologi pelatihan tingkat tinggi yang dimiliki Benfica akan dipertemukan dengan potensi bakat mentah yang melimpah ruah di wilayah ini, sebuah prospek yang sangat dinantikannya.
Davide da Rocha Gomes, selaku koordinator teknis dari Benfica, menekankan bahwa keberhasilan proyek ambisius ini akan sangat bergantung pada proses jangka panjang. Ia menggarisbawahi pentingnya membangun karakter pemain yang kokoh dan sesuai dengan standar internasional. Davide menyatakan rasa senang dan kehormatan yang mendalam atas kesempatan bagi perwakilan Benfica untuk hadir dan berkontribusi di Ternate.
Lebih lanjut, Davide menggarisbawahi bahwa penanaman mentalitas yang kuat merupakan aspek fundamental dalam pembinaan pemain muda. Hal ini krusial untuk membentuk generasi pemenang di masa depan. Ia menjelaskan bahwa filosofi Benfica akan ditanamkan sejak dini, dimulai dari kategori usia 7-9 tahun, yang ia akui membutuhkan waktu dan kesabaran dalam proses internalisasinya.
Gaya permainan menyerang yang agresif, yang menjadi ciri khas SL Benfica, akan menjadi panduan utama bagi tim pelatih dalam membina para siswa di Akademi Merah Putih. Davide menambahkan bahwa mentalitas yang ingin ditanamkan adalah mentalitas juara, mentalitas ketahanan, dan semangat untuk bermain menyerang serta mencetak banyak gol.
Kesamaan ambisi untuk selalu meraih kemenangan menjadi faktor kunci yang diharapkan dapat mempermudah proses integrasi budaya sepak bola antara kedua institusi. Davide menyatakan bahwa di Benfica, mereka selalu bermain untuk meraih kemenangan, dan ia melihat mentalitas yang sama di Malut United FC. Ia berharap dapat menyebarkan filosofi ini dengan sukses di Ternate.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Maluku Sejahtera, Dirk Soplanit, menjelaskan bahwa program akademi ini merupakan gagasan orisinal dari pemilik Malut United, David Glen. Fokus utama dalam rekrutmen siswa tidak hanya berdasarkan bakat, tetapi juga menyasar anak-anak yatim piatu serta mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Dirk Soplanit mengungkapkan bahwa ada sebuah gagasan yang sangat mulia di balik program ini, yaitu untuk mengangkat harkat dan martabat anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi kurang beruntung, termasuk anak yatim, yatim piatu, atau mereka yang hidup dalam garis kemiskinan.
Akademi ini direncanakan akan menampung sekitar 70 peserta, dengan komposisi latar belakang agama yang telah diatur sedemikian rupa. Program pembinaan tidak hanya terbatas pada aspek teknis sepak bola, tetapi juga mencakup pembentukan karakter moral yang baik. Kegiatan berbasis keagamaan, seperti penyelenggaraan pesantren bagi peserta muslim, juga menjadi bagian integral dari kurikulum. Harapannya, para lulusan akademi ini tidak hanya menjadi pemain sepak bola profesional yang andal, tetapi juga individu yang memiliki pondasi moral yang kuat dan berintegritas.






