Bangkit dari Kekalahan Awal, Sang Naga Muda Tiongkok Menuju Panggung Dunia

Tommy Welly

Perjalanan luar biasa Timnas U17 Tiongkok di Piala Asia U17 2026 telah membuahkan hasil gemilang. Setelah melalui fase grup yang penuh tantangan, skuad muda ‘Naga’ berhasil menembus babak semifinal turnamen bergengsi ini. Lebih dari sekadar melaju, pencapaian ini juga mengukuhkan tiket mereka untuk tampil di ajang Piala Dunia U17, sebuah impian yang telah lama dinanti. Kemenangan krusial diraih atas tuan rumah Arab Saudi dalam laga perempat final yang digelar di Lapangan A King Abdullah Sports City Training, Jeddah, pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB, dengan skor akhir 3-1.

Keberhasilan Tiongkok ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam perhelatan Piala Asia U17 kali ini. Tim asuhan mereka menjadi tim kedua yang memastikan diri melangkah ke semifinal, menyusul jejak Jepang yang sebelumnya tampil dominan dengan kemenangan telak 5-0 atas Tajikistan. Tiga gol kemenangan Tiongkok dicetak melalui gol-gol yang diciptakan oleh Wan Xiang di menit ke-27, Zhao Songyuan di menit ke-59, dan He Sifan yang memastikan kemenangan di masa perpanjangan waktu pada menit ke-90+2. Sementara itu, Arab Saudi hanya mampu membalas satu gol melalui aksi Bayomi di menit ke-21.

Hasil ini menjadi bukti nyata ketahanan mental dan kemampuan adaptasi skuad muda Tiongkok. Pasalnya, perjalanan mereka di awal turnamen sempat diwarnai keraguan besar. Di laga pembuka Grup B yang diselenggarakan pada Selasa (5/5/2026) malam, Tiongkok harus menelan kekalahan pahit 0-1 dari Timnas U17 Indonesia. Gol tunggal yang dicetak oleh Keanu Senjaya menjadi momok bagi tim ‘Naga’ di pertandingan tersebut.

Kekalahan perdana tersebut bahkan sempat memicu kritik tajam dari media-media lokal di Tiongkok. Salah satu portal berita terkemuka, 163.com, secara terbuka menyuarakan keraguan terhadap prospek tim nasional mereka untuk melaju lebih jauh di turnamen. Dalam ulasannya, media tersebut menyatakan bahwa kekalahan tersebut dapat dianggap sebagai sebuah aib yang memalukan karena berbagai faktor.

Lebih lanjut, 163.com menyoroti betapa krusialnya poin yang hilang di pertandingan pertama tersebut bagi peluang Tiongkok untuk melaju ke fase gugur. Mereka berpendapat bahwa kekalahan 0-1 dari Indonesia berpotensi besar membuat Tiongkok kehilangan poin berharga yang sangat vital untuk mengamankan tiket kualifikasi.

Situasi Tiongkok semakin terjal setelah mereka kembali menelan kekalahan 1-2 dari Jepang dalam pertandingan kedua fase grup. Namun, nasib mulai berbalik ketika tim asuhan mereka berhasil bangkit dan meraih kemenangan 2-0 atas Qatar. Kemenangan ini, dikombinasikan dengan hasil pertandingan lain di mana Indonesia takluk dari Jepang, akhirnya membuka jalan bagi Tiongkok untuk lolos ke babak perempat final.

Pencapaian menembus semifinal ini tidak hanya sekadar kemenangan dalam turnamen, tetapi juga mengakhiri penantian panjang selama 21 tahun bagi Tiongkok untuk kembali merasakan atmosfer Piala Dunia U17. Terakhir kali mereka berpartisipasi dalam ajang prestisius ini adalah pada tahun 2005. Catatan kali ini jelas merupakan sebuah peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan performa mereka di edisi sebelumnya, di mana mereka harus tersingkir di fase grup Piala Asia U17 setelah menduduki peringkat ketiga.

Perjalanan Tiongkok menuju panggung dunia ini dimulai sejak babak kualifikasi yang tidak kalah sengit. Mereka berhasil mengungguli tim-tim kuat lainnya di Grup A, seperti Bangladesh, Bahrain, Timor Leste, Sri Lanka, dan Brunei Darussalam. Kini, dengan status semifinalis Piala Asia U17 2026, Tiongkok siap untuk unjuk gigi di Piala Dunia U17 2026 yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Qatar pada akhir tahun ini. Di babak semifinal Piala Asia U17 2026, Tiongkok akan berhadapan dengan pemenang dari pertandingan antara Vietnam dan Australia, sebuah duel yang diprediksi akan menyajikan tontonan menarik dan penuh drama.

Kisah bangkitnya Timnas U17 Tiongkok ini menjadi inspirasi bahwa kekalahan di awal bukanlah akhir segalanya. Dengan kerja keras, determinasi, dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan, mimpi yang tampak jauh bisa diraih. Pengalaman pahit di laga pembuka justru menjadi cambuk bagi para pemain muda ini untuk membuktikan kapasitas mereka dan mengukir sejarah baru bagi sepak bola Tiongkok di kancah internasional. Perjuangan mereka patut diapresiasi dan menjadi bukti bahwa potensi sepak bola Asia terus berkembang pesat.

Also Read

Tags