PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi membuka keran pemesanan untuk mobil listrik terbarunya di Jakarta, sebuah langkah strategis yang menandai keseriusan produsen otomotif asal Jepang ini dalam merambah pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Konsumen yang telah lama menantikan kehadiran mobil listrik dari Honda kini berkesempatan untuk menjadi yang pertama memiliki unitnya melalui mekanisme pemesanan awal, yang dibuka mulai Sabtu (16/5/2026).
Informasi mengenai pembukaan pemesanan ini beredar di kalangan tenaga penjual Honda di wilayah Jakarta, mengindikasikan bahwa proses penjajakan pasar dan penjadwalan produksi telah dimulai. Untuk dapat memasukkan nama dalam daftar tunggu pemesanan, calon konsumen diwajibkan untuk menyetorkan uang tanda jadi sebesar Rp10 juta. Langkah ini, sebagaimana dilaporkan oleh media otomotif, menjadi sinyal kuat bahwa Honda akan segera meluncurkan produk elektrifikasinya yang sebelumnya telah menjadi spekulasi.
Kehadiran mobil listrik baru ini semakin diperkuat dengan munculnya kode kendaraan listrik baru Honda dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tahun 2026. Kode terdaftar tersebut adalah JG6 A EV ZZE, yang dengan jelas menyematkan identifikasi "EV" sebagai penanda kendaraan bertenaga listrik sepenuhnya. Nilai jual yang tercantum dalam NJKB untuk kode ini mencapai Rp257 juta, memberikan gambaran awal mengenai posisi banderol kendaraan ini di pasar.
Meskipun identitas resmi mobil listrik ini masih dirahasiakan oleh pihak Honda, berbagai spekulasi mengarah pada sosok "Brio listrik" atau model yang dikembangkan dari platform Brio. Nama "Super One" yang beredar di publik tampaknya menjadi nama yang akan diusung oleh kendaraan listrik ini. Pemesanan awal yang dibuka ini menunjukkan bahwa Honda tidak ingin kehilangan momentum dalam persaingan pasar mobil listrik yang kian memanas.
Seorang perwakilan penjualan Honda di Jakarta membenarkan bahwa pendaftaran pemesanan awal untuk model yang diduga bernama Super One telah dibuka. "Untuk Super One sudah bisa di pre-order. Harga menyusul saat launching di GIIAS, sistemnya per batch jadi ada antriannya. Estimasi harga di Rp 300 juta sampai Rp 350 juta. Untuk pre-booking-nya Rp 10 juta," ungkap tenaga penjual tersebut. Pernyataan ini mengkonfirmasi kisaran harga yang diproyeksikan, menempatkan mobil listrik Honda ini pada segmen menengah yang cukup kompetitif.
Pihak manajemen PT Honda Prospect Motor (HPM), melalui Sales & Marketing and After Sales Director, Yusak Billy, memberikan konfirmasi terbatas mengenai kendaraan listrik yang terdaftar dalam data administrasi pemerintah daerah. "Kita punya rencana konkret untuk mobil itu di sini. Saya belum bisa nyebut nama. Kita belum bisa bicara tentang namanya, belum disclose," ujar Billy. Pernyataan ini menggarisbawahi strategi Honda untuk menjaga kerahasiaan hingga momen peluncuran resmi, namun sekaligus memvalidasi keberadaan rencana produk tersebut.
Lebih lanjut, Billy juga memastikan bahwa kendaraan listrik yang terdaftar dalam NJKB merupakan unit yang sama dengan yang sebelumnya telah menjalani serangkaian uji coba di jalanan Indonesia. "Tapi yang terdaftar di Samsat (NJKB) itu memang mobil yang sama dengan mobil yang sudah diuji coba di Indonesia beberapa waktu lalu," tambahnya. Pengujian di medan lokal ini penting untuk memastikan kesesuaian performa dan daya tahan kendaraan dengan kondisi operasional di Indonesia sebelum dilepas ke pasar.
Kehadiran mobil listrik Honda ini diprediksi akan semakin meramaikan dan mempertajam peta persaingan di segmen kendaraan listrik domestik. Terutama, pada rentang harga sekitar Rp300 jutaan, segmen ini saat ini didominasi oleh pemain-pemain otomotif asal Tiongkok yang telah lebih dahulu meluncurkan produk-produk mereka. Dengan reputasi dan rekam jejak Honda di pasar otomotif Indonesia, produk listrik terbaru ini diharapkan dapat menawarkan alternatif yang menarik bagi konsumen yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Meskipun belum ada detail teknis yang diungkapkan secara gamblang, informasi dari NJKB dengan kode "EV" mengindikasikan bahwa kendaraan ini akan sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik dari baterai, tanpa mesin pembakaran internal. Estimasi harga yang diproyeksikan berkisar antara Rp300 hingga Rp350 juta menempatkan mobil listrik ini bersaing langsung dengan beberapa model listrik dari Tiongkok yang menawarkan teknologi serupa.
Pentingnya investasi Honda pada kendaraan listrik di Indonesia sejalan dengan tren global yang mendorong transisi menuju mobilitas berkelanjutan. Kebijakan pemerintah yang mendukung kendaraan listrik, termasuk insentif pajak dan pengembangan infrastruktur pengisian daya, turut menjadi faktor pendorong bagi produsen otomotif untuk mempercepat peluncuran produk elektrifikasi mereka. Pembukaan pemesanan awal ini merupakan langkah taktis dari Honda untuk mengukur minat pasar dan membangun basis konsumen awal sebelum peluncuran resminya.
Calon konsumen yang tertarik untuk melakukan pemesanan awal dapat mendatangi dealer-dealer resmi Honda di Jakarta. Dengan menyetorkan uang tanda jadi Rp10 juta, mereka akan mendapatkan prioritas dalam antrean pemesanan. Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis, fitur-fitur unggulan, dan jadwal peluncuran resmi diperkirakan akan diumumkan pada ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) mendatang. Langkah Honda ini patut diapresiasi sebagai upaya nyata dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat.






