Kembalinya Sang Penyerang Muda: Zijlstra Siap Menggempur Pertahanan Persik Kediri

Tommy Welly

Kabar gembira menyelimuti kubu Persija Jakarta menjelang lanjutan Super League 2025-2026. Penyerang muda berdarah Belanda, Mauro Zijlstra, dipastikan telah pulih sepenuhnya dari cedera dan siap kembali merumput untuk Macan Kemayoran dalam laga tandang krusial melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (16/5/2026) sore. Kepulihan Zijlstra menjadi suntikan moral berharga bagi tim ibu kota yang tengah berupaya mengakhiri musim dengan catatan positif.

Pemain berusia 21 tahun ini sebelumnya harus menepi dari lapangan hijau selama dua bulan akibat mengalami cedera parah pada otot paha bagian atas. Cedera tersebut memaksanya absen dalam sejumlah pertandingan penting, sebuah periode yang tentu saja dirasakan berat oleh Zijlstra. "Saya sangat merindukan suasana lapangan, berlatih bersama rekan-rekan setim setiap hari. Ketika Anda harus menjalani latihan terpisah bersama fisioterapis, itu bukanlah masa yang menyenangkan," ungkap Zijlstra saat ditanya mengenai perasaannya selama masa pemulihan. Ia menambahkan bahwa kini ia sangat antusias untuk kembali berkontribusi di dua laga sisa musim ini.

Perjalanan karier Zijlstra di Persija Jakarta musim ini memang belum sepenuhnya mulus. Sejak didatangkan pada bursa transfer paruh musim, kontribusinya masih terbatas. Ia baru mencatatkan dua penampilan dengan total waktu bermain yang terbilang minim, yakni hanya 21 menit. Penampilan terakhirnya bersama Persija terjadi pada Februari 2026, saat tim menghadapi PSM Makassar.

Ironisnya, cedera yang dialami Zijlstra justru dilaporkan mengalami perburukan setelah ia membela Tim Nasional Indonesia dalam agenda FIFA Series melawan Saint Kitts and Nevis pada Maret lalu. Meskipun berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut, momen kebahagiaan itu harus dibayar mahal dengan masa pemulihan yang memanjang.

Zijlstra menceritakan kronologi detail mengenai cedera otot pahanya yang awalnya tergolong ringan. "Awalnya, itu adalah cedera tingkat pertama pada paha atas. Kemudian, saya memutuskan untuk bergabung dengan tim nasional. Di sana, kondisinya justru memburuk," jelasnya. Ia mengakui bahwa meskipun senang bisa bermain dan mencetak gol untuk timnas, rasa sakit yang dideritanya semakin meningkat pasca pertandingan, yang kemudian menyebabkan cederanya naik menjadi tingkat dua (grade two).

Selama periode rehabilitasi, Zijlstra sempat masuk dalam daftar pemain cadangan yang tidak dimainkan dalam dua pertandingan beruntun Persija, yakni melawan Persijap Jepara dan Persib Bandung. Momen ini tentu menjadi ujian kesabaran bagi pemain muda yang haus akan menit bermain. Namun, ia kini menegaskan bahwa masa sulit itu telah berlalu.

"Proses pemulihan ini memakan waktu cukup lama, total sekitar tujuh minggu. Namun, kini saya merasa sudah 100 persen fit dan siap untuk kembali bermain," tegas Zijlstra. Ia menyatakan kesiapannya untuk kembali memberikan yang terbaik bagi Persija Jakarta.

Menghadapi Persik Kediri, Zijlstra mengungkapkan ambisi besar seluruh elemen tim untuk meraih kemenangan. Kekalahan pahit dari Persib Bandung di laga sebelumnya tentu masih membekas, namun hal tersebut justru menjadi motivasi bagi tim untuk bangkit. "Ini adalah pertandingan tandang terakhir kami di musim ini. Semua pemain bertekad untuk meraih kemenangan. Pekan depan adalah laga penutup musim, jadi kami ingin mengakhiri kompetisi dengan hasil yang maksimal," tutur Zijlstra.

Ia menambahkan bahwa pertandingan melawan Persik Kediri menjadi momentum krusial bagi Persija Jakarta untuk mengamankan poin penuh sebelum mengarungi libur kompetisi. "Kami harus bangkit dari kekecewaan setelah pertandingan melawan Persib. Kami harus fokus untuk meraih hasil positif di dua pertandingan sisa dan menatap musim depan dengan semangat baru," pungkasnya.

Kembalinya Mauro Zijlstra diharapkan dapat menambah dimensi baru dalam lini serang Persija Jakarta. Dengan kondisi fisik yang prima dan semangat yang membara, pemain muda ini berpotensi menjadi pembeda di sisa laga Super League 2025-2026 dan memberikan kontribusi positif bagi tim kebanggaan Jakmania. Pertandingan melawan Persik Kediri akan menjadi ujian pertama bagi Zijlstra untuk membuktikan bahwa ia telah benar-benar pulih dan siap bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Also Read

Tags