Tiket Final Thailand Open: Leo/Daniel Tumbangkan Tandem Tiongkok, Tantang Unggulan Pertama India

Tommy Welly

Perjalanan gemilang ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, di ajang Thailand Open 2026 berlanjut menuju partai puncak. Pasangan berjuluk "The Babbies" ini berhasil mengamankan satu tempat di babak final setelah menampilkan performa superior mengalahkan duet Tiongkok, He Ji Ting/Ren Xiang Yu, dalam pertarungan semifinal yang berlangsung di Nimibutr Arena, Bangkok, pada Sabtu (16/5/2026). Kemenangan dua gim langsung ini mengukuhkan Leo/Daniel sebagai satu-satunya wakil Merah Putih yang masih bertahan dalam turnamen bergengsi ini.

Sejak awal gim pertama, intensitas pertandingan langsung meninggi. Kedua pasangan saling tukar serangan cepat dan menunjukkan kemampuan untuk mendulang angka dalam waktu singkat, menciptakan kedudukan imbang di angka 6-6. Smes-smes keras dari Daniel Marthin menjadi senjata utama yang efektif dalam meraup poin. Namun, He Ji Ting/Ren Xiang Yu menunjukkan ketangguhan di lini pertahanan, beberapa kali berhasil mengembalikan bola dengan sigap.

Momen krusial terjadi saat duel drive di depan net antara Leo dan Ren. Ketangkasan Leo dalam mengantisipasi bola berhasil memenangkan adu cepat tersebut, membawa pasangan Indonesia memimpin 9-8. Kelincahan Leo dalam bergerak di lapangan serta akurasi pengembalian bolanya memberikan keuntungan signifikan. Berkat kombinasi permainan apik ini, Leo/Daniel berhasil menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-9.

Memasuki paruh kedua gim pertama, Leo/Daniel tidak mengendurkan tempo permainan mereka. Mereka terus berusaha menekan lawan untuk menambah perolehan angka. Keputusan taktis Leo untuk menempatkan dirinya di depan net dan menyambar bola-bola tanggung dari lawan berbuah manis, memperlebar jarak keunggulan menjadi 16-11. Pasangan Indonesia semakin nyaman dalam melancarkan serangan, sementara He/Ren terlihat sedikit kehilangan kekompakan dalam mengatur posisi, membuat skor semakin menjauh menjadi 19-13. Meskipun sempat kehilangan dua poin, gim pertama akhirnya berhasil dituntaskan oleh Leo/Daniel dengan skor 21-15, setelah smes lurus Daniel tak mampu diantisipasi oleh He Ji Ting.

Memasuki gim kedua, Leo/Daniel langsung menunjukkan determinasi tinggi dengan mencetak dua poin pembuka. Leo kembali menunjukkan perannya sebagai pemain depan yang sangat aktif, sigap menyambar bola-bola tanggung yang dilancarkan lawan. Akan tetapi, He/Ren tidak tinggal diam dan segera merespons dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Ganda putra Tiongkok ini menampilkan permainan yang tenang dan mulai balik menekan pertahanan Indonesia. Bahkan, He/Ren sempat merebut lima poin beruntun, membalikkan keadaan menjadi 5-2, sebelum Leo/Daniel berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4.

Sebuah insiden tak terduga terjadi saat kedudukan menunjukkan 6-7. Daniel Marthin, saat mencoba melancarkan smes keras ke arah bola tanggung, justru mengalami momen yang kurang beruntung. Raketnya terlepas dari genggaman dan terlempar ke lapangan. Bola smes tersebut rupanya masih mampu dikembalikan oleh He Ji Ting. Daniel, yang dalam posisi tanpa raket, secara refleks mencoba memukul bola menggunakan tangannya. Tindakan ini dinyatakan sebagai pelanggaran oleh wasit, sehingga menambah poin bagi ganda Tiongkok menjadi 8-6.

Pertandingan kembali berjalan dengan tensi tinggi pasca insiden tersebut. Interval gim kedua akhirnya berhasil direbut oleh He/Ren dengan keunggulan tipis 11-10. Namun, semangat juang Leo/Daniel tidak padam. Selepas jeda, mereka menunjukkan kegigihan luar biasa untuk mengejar ketertinggalan. Kombinasi smes-smes tajam yang diarahkan langsung ke tubuh lawan membuat mereka berhasil berbalik unggul 13-12.

Daniel Marthin turut unjuk gigi dengan aksi heroik. Ia berhasil memenangkan sebuah poin penting dalam posisi terjatuh. Tanpa membuang waktu, ia langsung bangkit dan dengan jeli membaca arah bola pengembalian He, sukses merebut skor 16-13. Kecepatan tangan dan kelincahan yang ditunjukkan oleh Leo/Daniel benar-benar menyulitkan pergerakan He/Ren. Meskipun pasangan Tiongkok sempat berhasil memperkecil selisih skor, Leo/Daniel akhirnya berhasil mengunci kemenangan di gim kedua dengan skor 21-18, memastikan langkah mereka ke babak final.

Di babak final Thailand Open 2026 yang akan digelar pada Minggu (17/5/2026), Leo/Daniel akan menghadapi ujian terberat mereka yaitu unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Laga ini menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk mengakhiri penantian gelar juara di sektor ganda putra pada ajang Thailand Open. Terakhir kali Indonesia meraih gelar juara di kategori ini adalah pada tahun 2017 melalui pasangan Berry Angriawan/Hardianto.

Sebelumnya, beberapa pasangan ganda putra Indonesia sempat mencapai partai final namun belum berhasil membawa pulang trofi juara. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada edisi 2022 dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri pada tahun 2023, keduanya berhasil menembus babak final, namun harus puas sebagai runner-up. Kehadiran Leo/Daniel di final tahun ini membangkitkan asa besar bagi para pecinta bulu tangkis Indonesia untuk kembali menyaksikan bendera Merah Putih berkibar di podium tertinggi.

Also Read

Tags