Bentrok Raksasa London dan Manchester di Panggung Wembley 2026

Tommy Welly

Babak puncak Piala FA musim 2025/2026 akan menyajikan duel akbar yang diprediksi berlangsung sengit. Dua tim raksasa sepak bola Inggris, Chelsea dan Manchester City, dijadwalkan saling jegal dalam perebutan trofi prestisius tersebut di Stadion Wembley, London, pada Sabtu, 16 Mei 2026, malam WIB. Pertandingan krusial ini dapat disaksikan melalui layanan streaming Vidio mulai pukul 21.00 WIB.

Bagi Chelsea, final ini merupakan kesempatan emas untuk menyelamatkan musim yang sejauh ini dinilai kurang memuaskan. Kemenangan di Wembley bukan hanya akan menjadi gelar bergengsi, tetapi juga satu-satunya jalan bagi The Blues untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Momentum ini menjadi kebangkitan yang sangat dinantikan setelah beberapa musim terakhir terbilang hampa gelar.

Kembalinya Chelsea ke final Piala FA setelah absen sejak musim 2021/2022 diwarnai dengan keputusan manajemen yang cukup mengejutkan. Sesaat sebelum laga krusial semifinal melawan Leeds United, Liam Rosenior, yang kala itu menjabat sebagai pelatih, harus kehilangan posisinya. Pergantian kepelatihan mendadak ini ternyata memberikan dampak positif instan, terbukti dengan kemenangan tipis 1-0 yang mengantarkan mereka melaju ke partai puncak. Namun, euforia kemenangan tersebut tak bertahan lama. Pasca laga semifinal, performa The Blues kembali menunjukkan grafik yang inkonsisten. Dalam dua pertandingan terakhir sebelum final, tim asal London Barat ini hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan satu kekalahan. Hasil imbang 1-1 melawan Liverpool di Liga Primer pada akhir pekan lalu pun belum mampu meredam gelombang kritik yang menghampiri tim. Tekanan terhadap Chelsea semakin berlipat ganda jika menilik rekor buruk mereka dalam lima final Piala FA terakhir, di mana mereka tercatat menelan empat kekalahan.

Di sisi lain, Manchester City menatap laga final dengan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi. Pasukan Pep Guardiola baru saja menunjukkan performa impresif dengan kemenangan telak 3-0 atas Crystal Palace di ajang Liga Primer. Hasil gemilang ini menegaskan posisi The Citizens dalam persaingan ketat perebutan gelar juara liga dengan Arsenal. Kemenangan tersebut juga sekaligus memperpanjang rentetan laga tak terkalahkan Manchester City menjadi sembilan pertandingan beruntun.

Manchester City juga menunjukkan dominasi luar biasa sepanjang gelaran Piala FA musim ini. Mereka berhasil melaju ke final dengan agregat gol yang mencolok, yaitu 21-3 dari lima pertandingan yang telah dilakoni. Laga melawan Chelsea ini menjadi final Piala FA keempat secara beruntun bagi Manchester City. Dari tiga kesempatan final sebelumnya, mereka berhasil meraih satu gelar juara dan dua kali menjadi runner-up. Ambisi Pep Guardiola tentu sangat besar untuk menghindari catatan buruk tiga kekalahan beruntun di partai final Piala FA. Sebelumnya, Manchester City telah membuktikan ketangguhannya di Wembley dengan meraih trofi Piala Liga pada bulan Maret lalu setelah mengalahkan Arsenal.

Secara rekor pertemuan, Manchester City menunjukkan superioritas yang jelas atas Chelsea. The Citizens tercatat tidak terkalahkan dalam 13 bentrokan terakhir melawan Chelsea, dengan rincian 10 kemenangan dan tiga kali imbang. Kekalahan terakhir Manchester City dari Chelsea terjadi pada final Liga Champions musim 2020/2021. Khusus di ajang Piala FA, Manchester City juga mendominasi dengan memenangi enam dari delapan pertemuan terakhir kedua tim.

Meskipun Manchester City lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan berkat performa yang stabil dan keunggulan rekor pertemuan, Chelsea diprediksi akan mengerahkan segalanya demi membawa pulang trofi juara ke Stamford Bridge. Namun, persiapan Chelsea jelang laga final ini sedikit terganggu oleh masalah di lini pertahanan. Bek Chelsea, Tosin Adarabioyo, dikabarkan diragukan tampil karena mengalami cedera saat sesi latihan tim.

Di kubu Manchester City, misi besar mereka adalah mengamankan gelar kedua musim ini. Pertandingan melawan Chelsea di Wembley ini menjadi langkah krusial bagi skuad asuhan Pep Guardiola dalam menjaga ambisi meraih treble domestik. Kekuatan mental Manchester City sebelumnya telah mendapatkan pujian dari Marc Guehi, yang berhasil mencetak gol perdananya di Premier League saat timnya membantai Chelsea 3-0. Sebaliknya, performa buruk Chelsea dalam pertandingan tersebut sempat menjadi sorotan tajam dari Liam Rosenior, sebelum ia akhirnya dipecat. Pertarungan di Wembley ini tidak hanya tentang memperebutkan trofi, tetapi juga tentang harga diri dan momentum bagi kedua tim.

Also Read

Tags