Akhir Penantian Panjang Arsenal: Sang Meriam London Kembali Berjaya di Puncak Liga Premier

Tommy Welly

Arsenal akhirnya mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun. Prestasi gemilang ini diraih setelah rival terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih kemenangan atas Bournemouth dalam pertandingan pekan ke-37 yang digelar di Stadion Vitality, Rabu (20/05/2026) dini hari WIB. Hasil imbang 1-1 antara Bournemouth dan Manchester City sudah cukup untuk memastikan trofi liga musim 2025-2026 menjadi milik pasukan Mikel Arteta.

Pertandingan yang dilangsungkan di markas Bournemouth ini sempat menghadirkan ketegangan luar biasa bagi para pendukung kedua tim. Bournemouth, yang tampil solid di hadapan publiknya sendiri, berhasil unggul lebih dahulu melalui gol Junior Kroupi pada menit ke-39. Keunggulan ini sempat membuat mereka berpeluang besar meraih tiga poin penuh. Namun, Manchester City yang memiliki mental juara tidak menyerah begitu saja. Erling Haaland tampil sebagai pahlawan bagi timnya dengan mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-90+5. Gol telat Haaland tersebut menyelamatkan Manchester City dari kekalahan, namun hanya mampu memberikan satu poin.

Hasil satu poin yang diraih Manchester City ini memiliki konsekuensi besar dalam perburuan gelar juara. Dengan sisa satu pertandingan lagi, Manchester City kini tertinggal empat poin dari Arsenal. Jarak poin yang tidak mungkin terkejar lagi, sehingga secara matematis Arsenal telah dinobatkan sebagai juara Liga Inggris musim 2025-2026. Gelar juara ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi Arsenal, tetapi juga mengakhiri penantian panjang para penggemar yang telah merindukan trofi liga sejak musim 2023-2024.

Rentetan kegagalan di fase akhir perburuan gelar dalam beberapa musim terakhir, di mana Arsenal harus puas sebagai runner-up sebanyak lima kali, kini terbayar lunas. Keberhasilan ini menempatkan Arsenal sebagai tim tersukses ketiga dalam sejarah Liga Inggris dengan total 14 gelar, hanya kalah dari Liverpool dan Manchester United yang masing-masing mengoleksi 20 trofi.

Sepanjang musim ini, Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta menunjukkan performa yang luar biasa dan konsisten. Mereka tercatat sebagai tim dengan jumlah kemenangan terbanyak, yaitu 25 kali, serta menjadi tim yang paling sedikit menelan kekalahan, hanya lima kali. Tujuh pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang. Dominasi ini menjadi bukti nyata kualitas skuad The Gunners musim ini.

Kemenangan ini juga membawa angin segar bagi para pendukung Bournemouth. Tambahan satu poin dari laga melawan Manchester City memastikan mereka mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan bagi tim yang kerap dianggap sebagai kuda hitam.

Lebih jauh lagi, gelar Liga Inggris ini bisa menjadi modal berharga bagi Arsenal dalam mengejar sejarah baru di kancah internasional. Mereka berpeluang besar untuk meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Arsenal dijadwalkan akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga final yang akan digelar di Budapest pekan depan.

Kabar gembira ini disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk para mantan pemain Arsenal. Alan Smith, mantan penyerang The Gunners era 1987-1995, memberikan pujian setinggi langit atas pencapaian luar biasa ini. Smith menilai bahwa gelar juara ini sangat layak dipersembahkan untuk seluruh elemen tim, termasuk para pemain dan staf pelatih yang telah menunjukkan kualitasnya sepanjang musim. Ia mengapresiasi kerja keras Mikel Arteta yang menurutnya telah melakukan pekerjaan luar biasa.

"Luar biasa! Sangat pantas," ungkap Smith, mengutip pernyataan dari Sky Sports. "Mikel Arteta telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," tambahnya. Smith juga mengaku merasakan emosi yang mendalam saat menyaksikan jalannya pertandingan antara Bournemouth dan Manchester City. Ia mengungkapkan rasa lega yang luar biasa setelah menyaksikan tim kesayangannya akhirnya meraih gelar juara.

"Saya sangat khawatir tentang pertandingan terakhir di Palace…senang sekali!" tuturnya. Smith memahami betul ketegangan yang dirasakan oleh para pendukung dan mantan pemain Arsenal, mengingat begitu lamanya penantian untuk kembali merasakan manisnya gelar juara Liga Inggris. "Anda pasti mengalami momen-momen menegangkan ketika sudah lama tidak memenangkan gelar, dan Arsenal mengalaminya," pungkas Smith.

Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri dahaga gelar, tetapi juga menjadi penegasan bahwa Arsenal telah bangkit dan kembali menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris. Perjalanan mereka musim ini menjadi inspirasi bagi banyak tim dan membuktikan bahwa kerja keras, dedikasi, serta strategi yang tepat akan selalu membuahkan hasil. Kini, seluruh perhatian tertuju pada final Liga Champions, di mana Arsenal berkesempatan untuk mengukir sejarah lebih besar lagi.

Also Read

Tags