Perjuangan gigih Arsenal di kancah Premier League akhirnya berujung manis. Musim 2025/2026 menjadi saksi bisu keberhasilan The Gunners merengkuh mahkota juara liga domestik paling bergengsi di Inggris. Gelar prestisius ini berhasil mereka genggam setelah rival terdekat, Manchester City, gagal meraih kemenangan dalam laga krusial kontra Bournemouth pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Hasil imbang yang diraih skuad asuhan Pep Guardiola itu secara matematis memastikan perolehan poin Arsenal tidak lagi terkejar, mengukuhkan dominasi mereka di puncak klasemen hingga akhir musim.
Kepastian gelar juara ini menandai sebuah tonggak sejarah penting bagi Mikel Arteta. Sejak mengambil alih kemudi kepelatihan Arsenal pada Desember 2019, ini merupakan gelar Premier League pertama yang berhasil ia persembahkan untuk klub berjuluk Meriam London tersebut. Perjalanan karier Arteta di dunia kepelatihan memang tak lepas dari bayang-bayang Pep Guardiola. Sebelum mengabdikan dirinya di Emirates Stadium, Arteta sempat menjabat sebagai asisten pelatih Guardiola di Manchester City, memulai jejaknya di dunia taktik sejak tahun 2016. Pengalaman berharga yang ia dapatkan dari mentornya tersebut tampaknya menjadi bekal penting dalam mengarungi kompetisi yang sangat ketat.
Pencapaian luar biasa ini juga menjadi penutup dari rentetan kekecewaan yang sempat membayangi Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Sebelum era kejayaan kali ini, The Gunners secara konsisten harus puas menempati posisi runner-up. Tiga musim beruntun, mereka selalu berada di bawah Manchester City di musim 2022/2023 dan 2023/2024, serta finis sebagai tim terbaik kedua di bawah Liverpool pada musim 2024/2025. Namun, kerja keras, determinasi, dan ketekunan yang ditunjukkan oleh para pemain dan staf pelatih akhirnya membuahkan hasil manis, mengakhiri penantian panjang akan gelar liga.
Dalam sebuah kesempatan, Mikel Arteta mengungkapkan apresiasinya yang mendalam terhadap peran Manchester City dan Pep Guardiola dalam perjalanan timnya. Ia menuturkan bahwa kedua entitas tersebut telah menjadi bagian integral dari proses evolusi Arsenal. Arteta menekankan bahwa ia memulai karier kepelatihannya bersama Guardiola, dan persaingan yang dihadirkan oleh Manchester City, serta tim-tim kuat lainnya di Premier League, telah menjadi pemicu utama bagi Arsenal untuk terus berkembang. Ia mengakui bahwa standar yang ditetapkan oleh rival-rivalnya sangatlah tinggi, memaksa setiap elemen di dalam klub untuk tidak pernah berpuas diri.
Arteta menambahkan bahwa kompetisi yang begitu intens dan berkualitas tinggi di liga domestik telah mendorong seluruh elemen di dalam klub, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga jajaran manajemen, untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan. Tekanan yang datang dari para pesaing dianggap sebagai katalisator positif yang berhasil memacu timnya untuk mencapai tingkat performa yang lebih superior. Ia menggambarkan bahwa persaingan yang ketat memaksa semua orang di Arsenal untuk selalu berusaha melampaui batas kemampuan mereka, demi meraih kemenangan dan mengungguli tim-tim lain.
Lebih lanjut, manajer asal Spanyol ini mengungkapkan rasa syukurnya yang tak terhingga atas segala upaya dan pengorbanan yang telah dicurahkan oleh anak asuhnya selama beberapa musim terakhir. Ia merasa bangga melihat kerja keras yang ditunjukkan oleh para pemainnya kini terbayarkan dengan pencapaian yang paling didambakan. Arteta mengakui bahwa dalam beberapa tahun belakangan, timnya telah berada sangat dekat dengan gelar juara, namun baru pada musim inilah keberuntungan berpihak dan mereka berhasil mengamankan trofi yang telah lama dinantikan.
Keberhasilan ini bukan hanya sekadar pencapaian individu bagi Arteta, tetapi juga merupakan bukti nyata dari visi jangka panjang yang diusung oleh klub. Sejak awal kepemimpinannya, Arteta telah bertekad untuk membangun kembali kejayaan Arsenal, dengan fokus pada pengembangan pemain muda, gaya permainan menyerang yang atraktif, serta mentalitas juara yang kuat. Transformasi ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran, namun hasil yang didapat musim ini membuktikan bahwa strategi yang diterapkan telah berjalan sesuai rencana.
Musim 2025/2026 akan selalu dikenang sebagai musim di mana Arsenal berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah klub. Gelar Premier League ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah, segala impian dapat diraih. Lebih dari sekadar trofi, keberhasilan ini juga memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para penggemar setia Arsenal di seluruh dunia, mengobarkan kembali harapan dan optimisme untuk masa depan yang lebih cerah. Perjalanan menuju puncak memang tidak mudah, tetapi Arsenal telah membuktikan bahwa mereka mampu menaklukkan setiap rintangan demi meraih kejayaan. Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari era dominasi baru bagi The Gunners di kancah sepak bola Inggris dan Eropa.






