Jakarta kembali diguncang gelombang protes besar. Ribuan massa yang berkumpul di depan kompleks DPR RI akhirnya berhasil merobohkan pagar gerbang utama, Sabtu sore. Peristiwa itu menambah panas suasana aksi yang sejak siang sudah dipenuhi teriakan dan dorongan massa.
Sekitar pukul 16.55 WIB, barikade besi yang selama ini berdiri kokoh layaknya benteng pertahanan, akhirnya tumbang diterjang gelombang manusia. Beberapa demonstran berhamburan masuk ke halaman gedung parlemen, seakan ingin menembus jantung kekuasaan yang ada di balik dinding megah Senayan.
TNI dan Polisi Hadang Massa
Namun langkah mereka tidak berlangsung lama. Puluhan personel TNI yang berjaga di dalam segera menghadang. Dengan tameng di tangan, mereka membentuk barisan rapat, menghadang arus massa yang masuk. Seruan agar tetap tenang terus disampaikan kepada para pendemo. TNI juga meminta agar mereka segera meninggalkan area gedung DPR.
Di belakang prajurit TNI, barisan kepolisian sudah bersiaga dengan tameng lengkap. Aparat kepolisian tampak membentuk lapis pertahanan kedua, bersiap jika situasi kembali memanas. Meski aparat mencoba menenangkan, aksi provokasi dari luar pagar terus terjadi. Massa yang masih bertahan di jalan melemparkan botol ke arah gedung DPR, bahkan ada yang menyalakan dan menembakkan petasan ke arah aparat.
Teriakan Massa Menggema
Riuh suara massa menggema, menuntut agar pagar benar-benar dibuka. Teriakan serempak terdengar, “Buka, buka, buka,” begitu kuat hingga menyerupai dentuman yang memecah udara sore. Jeritan itu menjadi simbol perlawanan, sebuah desakan agar akses menuju gedung wakil rakyat terbuka lebar.
Meski sempat memanas, situasi perlahan mulai mereda. Massa yang sudah berada di dalam kompleks terlihat lebih tenang, meski belum sepenuhnya meninggalkan halaman DPR. Aparat keamanan tetap bersiaga penuh, menjaga agar ketegangan tidak kembali meningkat.
Ketegangan Belum Usai
Peristiwa ini menambah catatan panjang aksi unjuk rasa di kawasan Senayan. Gerbang DPR yang biasanya menjadi simbol jarak antara rakyat dan wakilnya, untuk sesaat berhasil ditembus. Namun, suasana yang sempat mencekam itu juga menunjukkan bagaimana bentrokan dapat dengan cepat berubah menjadi ketenangan, meski ketegangan sebenarnya belum benar-benar usai.
Video peristiwa itu pun ramai dibicarakan, termasuk insiden lain di mana massa merusak dan membakar pos polisi di depan Polda Metro Jaya. Kejadian tersebut menjadi sorotan publik mengenai bagaimana demonstrasi bisa berubah menjadi kobaran amarah, yang tak hanya mengguncang pagar besi, tetapi juga menyulut api di hati banyak orang.