Aldila Sutjiadi Terus Melaju di Maroko Terbuka: Asa Indonesia di Babak Empat Besar

Tommy Welly

Perjuangan gigih Aldila Sutjiadi di Maroko Terbuka 2026 membuahkan hasil manis. Petenis kebanggaan Indonesia ini, berpasangan dengan Vera Zvonareva, berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal nomor ganda putri turnamen yang diselenggarakan di Rabat, Maroko. Kemenangan dramatis diraih pada hari Rabu (20/5) waktu setempat, setelah menumbangkan pasangan Amerika Serikat, Carmen Corley dan Ivana Corley, dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga super tie-break.

Pasangan unggulan pertama ini menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa. Setelah berhasil merebut set pertama dengan skor 6-4, mereka harus mengakui keunggulan lawan di set kedua yang berakhir dengan skor 6-7(9) setelah melalui tie-break yang sangat ketat. Namun, Aldila dan Vera bangkit di babak penentuan, super tie-break, dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 10-5. Kemenangan ini, seperti dilansir dari Media Indonesia, menegaskan dominasi mereka sebagai tim unggulan di turnamen level WTA 250 ini.

Analisis pertandingan mengungkapkan bahwa keunggulan Aldila dan Vera di set pertama banyak ditopang oleh servis akurat mereka, yang menghasilkan banyak poin ace. Selain itu, persentase poin dari servis pertama juga sangat efektif dalam mengungguli Corley bersaudara. Sementara itu, pasangan Amerika Serikat itu tercatat beberapa kali melakukan kesalahan ganda dan kehilangan servis di gim awal, yang berujung pada kekalahan di set pembuka.

Memasuki set kedua, agresivitas Corley bersaudara meningkat tajam. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit, bahkan sempat menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Pertandingan semakin memanas di babak tie-break, di mana Aldila dan Vera harus berjuang keras untuk mempertahankan keunggulan. Namun, akhirnya pasangan Amerika Serikat berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan tie-break dengan skor 9-7, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu.

Namun, kebangkitan Aldila dan Vera di super tie-break patut diacungi jempol. Mereka langsung menunjukkan dominasi sejak awal, membangun keunggulan 4-1 yang tidak mampu dikejar oleh lawan. Akhirnya, setelah bertanding selama satu jam 47 menit, Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva berhasil memastikan kemenangan dan melaju ke babak empat besar.

Di babak semifinal, Aldila dan Vera akan menghadapi tantangan baru dari pasangan Nika Radisic dan Katarzyna Piter. Duet Slovenia-Polandia ini berhasil menunjukkan performa impresif dengan menyingkirkan unggulan ketiga, Shuko Aoyama dan Liang En-shuo, dalam dua set langsung, dengan skor 7-5 dan 6-4. Pertandingan ini diprediksi akan kembali menyajikan persaingan yang menarik, mengingat performa solid yang ditunjukkan oleh kedua pasangan.

Keberhasilan Aldila Sutjiadi di Maroko Terbuka kali ini menjadi semakin krusial bagi kontingen Indonesia. Pasalnya, wakil Indonesia lainnya di nomor tunggal, Janice Tjen, harus tersingkir lebih awal. Janice, yang menjadi unggulan pertama di nomor tunggal, tidak mampu melangkah lebih jauh setelah dikalahkan oleh petenis Kolombia, Camila Osorio, dalam pertandingan tiga set yang dramatis dengan skor akhir 3-6, 6-3, dan 0-6. Kekalahan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Janice dari Osorio, setelah sebelumnya juga mengalami hasil kurang memuaskan di Merida Terbuka pada Februari lalu.

Dengan tersingkirnya Janice Tjen, Aldila Sutjiadi kini menjadi satu-satunya harapan tersisa bagi Indonesia untuk dapat meraih gelar juara di Maroko Terbuka 2026. Dukungan penuh dari publik olahraga tanah air tentunya akan menyertai perjuangan Aldila di babak semifinal.

Pasca gelaran Maroko Terbuka ini, Janice Tjen dijadwalkan untuk segera fokus pada persiapan turnamen bergengsi lainnya, yaitu Grand Slam Roland Garros. Turnamen akbar yang akan dilangsungkan di Paris, Prancis, tersebut merupakan bagian penting dari kalender kompetisi tenis internasional dan menjadi ajang pembuktian bagi para atlet papan atas dunia. Bagi Janice Tjen, Roland Garros akan menjadi pengalaman Grand Slam ketiganya sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia telah berhasil menembus babak kualifikasi AS Terbuka pada tahun lalu dan juga berpartisipasi di Australia Terbuka di awal tahun ini. Pengalaman bertanding di level Grand Slam diharapkan dapat semakin mematangkan permainannya dan meningkatkan peringkatnya di kancah tenis internasional.

Perjalanan Aldila Sutjiadi di Maroko Terbuka bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi simbol semangat juang dan pantang menyerah para atlet Indonesia di kancah internasional. Dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak sangat penting untuk terus memotivasi mereka dalam meraih prestasi yang lebih gemilang di masa depan. Para penggemar tenis Indonesia akan terus menantikan aksi gemilang Aldila Sutjiadi di babak semifinal dan berharap ia dapat terus melaju hingga partai puncak.

Also Read

Tags