Spekulasi mengenai masa depan Theo Hernandez semakin memanas. Bek sayap tangguh asal Prancis ini dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan untuk kembali merumput di kancah sepak bola Italia. Keputusan ini muncul setelah ia menjalani masa baktinya selama satu musim penuh bersama klub Arab Saudi, Al Hilal.
Perjalanan Theo Hernandez di Timur Tengah bersama Al Hilal memang terbilang sukses. Ia berhasil mengukir prestasi dan menunjukkan konsistensi permainan yang apik. Namun, di balik kesuksesan tersebut, tersimpan ambisi yang tak padam untuk kembali merasakan persaingan ketat dan atmosfer sepak bola kelas dunia di Eropa, khususnya di kompetisi Serie A. Keinginan ini diperkuat oleh adanya celah regulasi yang menguntungkan.
Salah satu faktor yang membuka lebar peluang kepulangan Theo ke Italia adalah terpenuhinya masa tinggal selama 183 hari di Arab Saudi. Periode ini krusial karena memungkinkan sang pemain untuk memanfaatkan skema perpajakan yang lebih ringan saat kembali bernegosiasi dengan klub-klub Eropa. Dengan status bebas pajak, negosiasi gaji menjadi lebih fleksibel, meskipun klub-klub peminat tetap dihadapkan pada tantangan finansial yang signifikan.
Situasi internal Al Hilal juga menjadi katalisator potensial bagi eksodus pemain bintang. Dana Investasi Publik (PIF) yang merupakan pemilik saham mayoritas klub, dikabarkan telah melepas 70 persen sahamnya kepada Kingdom Holding Company. Perubahan kepemilikan ini berpotensi membawa angin segar sekaligus ketidakpastian bagi para pemain yang ada, membuka peluang bagi mereka untuk mencari petualangan baru di klub lain.
Namun, godaan untuk memulangkan Theo Hernandez ke Italia bukanlah tanpa rintangan. Permintaan gaji sang pemain menjadi batu sandungan utama. Saat ini, Theo Hernandez dikabarkan menerima gaji bersih sebesar 20 juta euro per musim, sebuah angka yang sangat fantastis dan sulit dijangkau oleh sebagian besar klub Italia. Agar kepulangannya ke Serie A terealisasi, Theo Hernandez diprediksi harus rela menerima pemotongan gaji yang cukup drastis, menyesuaikan dengan struktur finansial klub-klub Italia yang umumnya lebih konservatif.
Meskipun demikian, kualitas Theo Hernandez sebagai pemain tak perlu diragukan lagi. Di bawah arahan pelatih Simone Inzaghi di Asia, ia tetap menunjukkan performa gemilang. Dalam 42 pertandingan yang dimainkannya, Theo berhasil menyumbangkan sembilan gol dan lima assist. Statistik ini menunjukkan bahwa kualitas teknik dan kontribusinya di lini serang tidak menurun sedikit pun. Konsistensi inilah yang membuat Juventus, salah satu raksasa Serie A, tertarik untuk merekrutnya.
Juventus, yang tengah berupaya memperkuat lini pertahanan sayap mereka dengan mencari bek kiri yang dinamis, melihat Theo Hernandez sebagai sosok ideal. Skema permainan yang dirancang oleh pelatih Luciano Spalletti dipercaya akan sangat cocok dengan gaya bermain Theo yang agresif dan memiliki naluri menyerang tinggi. Meskipun namanya kerap beredar dalam lingkaran internal manajemen Juventus, hingga saat ini belum ada langkah konkrit berupa pendekatan resmi yang dilayangkan kepada pihak pemain.
Sementara itu, kans untuk melihat Theo Hernandez kembali berseragam AC Milan, klub yang pernah dibelanya dengan gemilang, dinilai jauh lebih rumit. Sang pemain sendiri secara terbuka telah menyatakan keberatan untuk kembali ke San Siro. Ia merasa ada ketidakcocokan visi dan arah pengembangan klub dengan manajemen yang ada saat ini. Perbedaan prinsip mengenai tujuan dan ambisi klub menjadi alasan utama di balik sikap tersebut.
Theo Hernandez pernah mengungkapkan pandangannya mengenai situasi di AC Milan. Ia merasa bahwa klub tersebut kehilangan semangat juang dan arah yang jelas. Ia menyebutkan adanya tokoh-tokoh seperti Massimiliano Allegri, Igli Tare, dan Zlatan Ibrahimovic, namun merasa bahwa sosok seperti Furlani kurang memberikan kontribusi yang berarti. Kehilangan semangat Milan yang dulu ia rasakan, menjadi salah satu faktor penentu keputusannya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali ke Milan, Theo Hernandez tidak menutup pintu sepenuhnya, namun dengan syarat yang jelas. Ia menyatakan bahwa saat ini fokusnya adalah meraih kemenangan di klubnya sekarang. Namun, ia menegaskan bahwa selama orang-orang tertentu yang ia anggap tidak sejalan dengan nilai-nilai dan ambisinya masih berada di jajaran manajemen, ia tidak akan pernah kembali ke AC Milan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan dan visi klub memegang peranan penting dalam keputusan kariernya di masa depan.
Perjalanan Theo Hernandez di dunia sepak bola masih menyimpan banyak cerita. Keputusannya untuk mempertimbangkan kembali ke Serie A membuka babak baru dalam spekulasi transfer yang menarik untuk diikuti. Apakah ambisinya akan terwujud, dan klub mana yang akan berhasil membujuknya untuk kembali ke tanah Eropa, masih menjadi misteri yang akan terungkap seiring berjalannya waktu.






