Menjelang pelaksanaan acara lari Telkomsel Digiland Run 2026 yang dijadwalkan pada Minggu pagi, 17 Mei 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah merancang serangkaian rekayasa lalu lintas. Pengalihan arus ini bertujuan untuk mengelola potensi kepadatan kendaraan yang diperkirakan akan meningkat tajam di beberapa ruas jalan utama ibu kota. Acara lari tersebut akan berlangsung dari pukul 04.00 hingga 09.00 WIB, meliputi rute-rute penting seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Asia Afrika, hingga kawasan Semanggi.
Momentum pelaksanaan Digiland Run 2026 bertepatan dengan perayaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) di Jakarta. Fenomena ini diprediksi akan menarik lebih banyak masyarakat untuk beraktivitas di koridor Sudirman-Thamrin, sehingga lonjakan volume kendaraan diperkirakan akan jauh melampaui akhir pekan pada umumnya. Pihak Dishub DKI Jakarta mengantisipasi penumpukan kendaraan sejak dini hari di sejumlah titik akses vital, termasuk area sekitar Gelora Bung Karno (GBK), Bundaran Senayan, dan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
Menyikapi situasi ini, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub DKI Jakarta, Ujang Hermawan, memberikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan untuk melakukan penyesuaian rencana perjalanan. Ia menekankan pentingnya mematuhi setiap instruksi dan pengaturan lalu lintas yang diberlakukan oleh petugas di lapangan demi kelancaran acara dan keselamatan bersama. "Kami sangat mengimbau para pengendara untuk sebisa mungkin menghindari ruas jalan yang akan terdampak dan senantiasa mengikuti arahan yang diberikan oleh petugas di lapangan. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan prioritas keselamatan adalah hal yang utama," ujar Ujang Hermawan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada 14 Mei 2026.
Sebagai solusi untuk mengurai potensi kemacetan yang mungkin terjadi di jantung kota, Dishub DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah opsi jalur alternatif. Bagi pengendara yang datang dari arah Pancoran dan memiliki tujuan menuju Blok M, disarankan untuk mengambil rute melalui Jalan Terusan HR Rasuna Said. Perjalanan dapat dilanjutkan dengan menyusuri Jalan Kapten Tendean, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Trunojoyo, sebelum akhirnya terhubung dengan Jalan Panglima Polim.
Sementara itu, bagi pengendara dari arah Pancoran yang ingin menuju Slipi, rekayasa lalu lintas mengarahkan mereka untuk terlebih dahulu melalui Jalan Rasuna Said. Selanjutnya, belokan akan diambil menuju Jalan Dr. Satrio, dilanjutkan ke Jalan Mas Mansyur, Jalan Penjemihan, Jalan Pejompongan Raya, dan Jalan Gatot Subroto, sebelum akhirnya mencapai Jalan S. Parman.
Untuk arus kendaraan yang bergerak dari arah Slipi menuju Pancoran, tersedia jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan. Pengendara disarankan untuk menggunakan Jalan S. Parman, kemudian masuk ke jalur khusus Transjakarta di Jalan Gatot Subroto. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Jalan MT Haryono.
Bagi masyarakat yang berangkat dari kawasan Senopati atau Pattimura dengan tujuan akhir Blok M, rute yang paling efisien adalah melalui Jalan Sisingamangaraja dan kemudian Jalan Panglima Polim.
Adapun bagi warga yang hendak melakukan perjalanan dari Blok M menuju area Gelora Bung Karno (GBK), jalur alternatif yang telah disiapkan meliputi Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, lalu berlanjut ke Jalan Pakubuwono VI. Perjalanan dapat diteruskan melalui Jalan Hang Lekir II, Jalan Hang Lekir I, Jalan Asia Afrika, hingga akhirnya memasuki area GBK melalui Jalan Pintu Satu Senayan.
Selain mengimbau untuk memanfaatkan jalur-jalur alternatif, pihak berwenang juga sangat merekomendasikan masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan transportasi umum apabila memang memiliki keperluan untuk bepergian atau melintasi pusat kota Jakarta selama acara berlangsung. Penggunaan angkutan umum diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang berpotensi menambah kepadatan lalu lintas di area terdampak.
Upaya rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari komitmen Dishub DKI Jakarta untuk memastikan kelancaran aktivitas kota sekaligus memberikan ruang bagi penyelenggaraan acara olahraga yang melibatkan banyak peserta. Dengan koordinasi yang baik dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan Digiland Run 2026 dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang berarti. Pengendara dihimbau untuk senantiasa memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas melalui kanal resmi Dishub DKI Jakarta dan sumber terpercaya lainnya.






