Arah kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran kembali berada di persimpangan. Di satu sisi, Israel disebut mendorong Washington untuk mengambil langkah militer dengan menyerang Teheran. Namun
Pemerintah Indonesia kembali menyuarakan sikap tegas terhadap eskalasi kekerasan di Palestina. Di saat kesepakatan gencatan senjata seharusnya menjadi jeda bagi kemanusiaan, serangan militer Israel justru
Pemerintah Amerika Serikat kembali mengirimkan sinyal kekuatan militernya ke Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln. Langkah ini muncul di tengah membesarnya gelombang
Pemerintah Rusia menegaskan bahwa pintu diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat belum sepenuhnya tertutup. Di tengah memanasnya tensi geopolitik, Moskwa memperingatkan bahwa setiap penggunaan kekuatan
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengeras. Iran meningkatkan intensitas latihan militernya di sekitar Selat Hormuz, jalur laut vital yang menjadi nadi perdagangan energi global.