Keputusan mengejutkan datang dari Cristian Romero, kapten Tottenham Hotspur, yang memilih untuk absen dalam laga penentu di pekan terakhir Liga Inggris melawan Everton pada Minggu, 24 Mei 2026. Langkah ini diambil bukan karena cedera yang masih membayanginya, melainkan sebuah bentuk loyalitas mendalam terhadap klub masa kecilnya, Belgrano, yang tengah berjuang dalam babak final play-off penentuan juara Liga Argentina melawan River Plate. Berdasarkan laporan dari Bola, pemain berusia 28 tahun ini bahkan rela menempuh perjalanan udara menggunakan jet pribadi kembali ke tanah kelahirannya, Argentina, setelah sebelumnya tetap mengikuti sesi latihan bersama skuat The Lilywhites hingga akhir pekan.
Sebelumnya, Romero memang telah absen membela Tottenham sejak April 2026 akibat cedera ligamen lutut yang dideritanya saat pertandingan melawan Sunderland yang berakhir imbang 1-1. Absennya bek tangguh asal Cordoba ini turut berkontribusi pada serangkaian hasil minor tim, termasuk kekalahan dari Chelsea yang kini membuat posisi Tottenham sangat bergantung pada hasil pertandingan terakhir mereka melawan Everton untuk mengamankan tempat di klasemen.
Menariknya, kehadiran Romero di Argentina mendapat sambutan hangat dari manajemen Belgrano. Presiden klub, Luis Artime, secara terbuka menyatakan bahwa Romero akan hadir di stadion bersama rombongan resmi klub. Lebih dari itu, Artime juga memberikan izin kepada Romero untuk memanfaatkan fasilitas latihan Belgrano guna mendukung proses pemulihan fisiknya. Fasilitas ini tentu sangat berharga mengingat persiapan Romero untuk Piala Dunia 2026 yang semakin dekat. Dukungan ini menunjukkan betapa pentingnya Romero bagi klub yang membesarkannya, bahkan ketika ia telah menjadi bintang di kancah sepak bola Eropa.
Di sisi lain, pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, enggan memberikan komentar pasti mengenai masa depan sang kapten di bursa transfer musim panas mendatang. De Zerbi menegaskan bahwa segala keputusan terkait pemain akan diambil setelah kompetisi musim ini rampung sepenuhnya. Ia memuji kualitas Romero sebagai pemain yang luar biasa dan kapten yang hebat selama masa kepelatihannya, meskipun sang pemain tidak selalu berada di lapangan. De Zerbi mengungkapkan bahwa ia selalu berkomunikasi dengan Romero, baik melalui telepon maupun tatap muka setiap pagi di kantornya ketika Romero berada di London. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan baik dan saling menghormati antara pelatih dan pemainnya.
Manajemen Tottenham Hotspur sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kepergian Romero ke Argentina, terutama menjelang pertandingan krusial di kandang sendiri, Stadion Tottenham Hotspur. Namun, De Zerbi kembali menekankan bahwa Romero adalah pemain yang memiliki kualitas mumpuni dan yang terpenting adalah perilakunya serta komitmennya untuk tetap berada di klub. Ia menegaskan bahwa tim akan mengambil semua keputusan terkait pemain setelah musim berakhir dan setelah pertandingan melawan Everton selesai. Saat ini, fokus utama seluruh elemen klub adalah memberikan penampilan terbaik dalam pertandingan penutup musim demi mengamankan posisi akhir yang ideal di klasemen Liga Inggris. Prioritas klub adalah menyelesaikan kompetisi dengan hasil terbaik sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad dan rencana masa depan para pemainnya, termasuk sang kapten yang tengah menunjukkan sisi humanisnya.
Keputusan Romero untuk mendukung Belgrano bukan sekadar soal sentimentalitas, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan dan akar yang kuat dalam dunia sepak bola. Meskipun telah mencapai puncak karier di Eropa bersama Tottenham, ia tidak pernah melupakan dari mana ia berasal. Tindakan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda yang bermimpi untuk meniti karier di level tertinggi, bahwa penting untuk tetap menjaga hubungan baik dengan klub yang telah memberikan kesempatan pertama.
Absennya Romero tentu menjadi kehilangan bagi Tottenham dalam aspek kepemimpinan di lapangan, terutama di momen krusial jelang akhir musim. Namun, De Zerbi telah menunjukkan bahwa timnya mampu beradaptasi dan tetap fokus pada tujuan akhir. Perjalanan musim ini telah menguji ketahanan dan kedalaman skuad Tottenham, dan pertandingan melawan Everton akan menjadi penentu akhir dari perjuangan mereka di liga domestik. Keputusan Romero ini, meski kontroversial bagi sebagian pihak, menunjukkan sisi lain dari seorang atlet profesional yang juga memiliki tanggung jawab emosional dan sosial terhadap komunitas sepak bola tempat ia tumbuh. Hal ini juga menjadi catatan penting bagi Tottenham dalam memahami dinamika dan loyalitas pemain mereka, yang mungkin akan memengaruhi strategi transfer dan manajemen pemain di masa mendatang.






