PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional dengan meresmikan pusat pengisian daya kendaraan listrik umum (SPKLU) Center kelima di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peresmian ini menandai pencapaian baru PLN dalam memperluas jangkauan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, kini mencapai total 5.000 unit di seluruh Indonesia, sebuah angka signifikan yang diklaim berasal dari laporan media Lestari.
Langkah ekspansif ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan manifestasi nyata dari upaya PLN untuk menyediakan layanan yang handal dan berkelanjutan bagi pengguna kendaraan listrik. Pembangunan infrastruktur yang masif ini merupakan respons strategis perusahaan dalam mengamankan kelancaran program pemerintah yang berfokus pada percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih.
Menurut Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, dengan beroperasinya ribuan SPKLU yang tersebar di ribuan titik di penjuru nusantara, kekhawatiran pengguna kendaraan listrik akan kehabisan daya di tengah perjalanan diharapkan dapat tereliminasi. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang memadai ini menjadi fondasi penting bagi kenyamanan dan kepraktisan pengguna dalam mengadopsi moda transportasi ramah lingkungan.
Data terkini menunjukkan bahwa antrean di setiap konektor pengisian daya secara nasional relatif rendah, rata-rata hanya 1,3 kendaraan per konektor per hari. Hal ini mengindikasikan efisiensi operasional dan ketersediaan fasilitas yang cukup memadai. Lebih lanjut, analisis data transaksi hingga April 2026 mengungkapkan bahwa mayoritas pengisian daya, sekitar 66 persen, dilakukan di rumah melalui layanan pengisian daya rumahan (home charging services/HCS). Sementara itu, 34 persen sisanya memanfaatkan fasilitas SPKLU publik.
Peningkatan kapasitas dan jangkauan fasilitas pengisian daya di kawasan metropolitan, khususnya Jakarta, terus menjadi prioritas PLN. Upaya ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan populasi kendaraan listrik yang teramati di ibu kota. PLN optimistis bahwa ketersediaan infrastruktur yang semakin merata akan mampu menumbuhkan keyakinan masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas sehari-hari yang lebih hijau.
Moch Andy Adchaminoerdin, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, menegaskan bahwa kehadiran SPKLU Center kelima di Jakarta ini bertujuan untuk menghilangkan keraguan masyarakat dalam mengadopsi kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi utama. Ia berharap infrastruktur yang semakin lengkap ini dapat mendorong lebih banyak warga untuk beralih ke kendaraan listrik.
Dengan dibukanya fasilitas di Tanjung Priok, kini total terdapat lima SPKLU Center yang beroperasi di Jakarta, melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya telah hadir di Bulungan, Menteng, Rest Area Cibubur KM 10,6 Tol Jagorawi, dan Sakura Garden City. Secara kumulatif, PLN bersama para mitranya kini mengoperasikan 724 unit SPKLU yang tersebar di 405 lokasi strategis di seluruh DKI Jakarta.
SPKLU Center baru di Tanjung Priok ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengisian daya. Fasilitas ini dilengkapi dengan delapan unit ultra fast charging (UFC) yang memungkinkan pengisian daya super cepat, satu unit medium charging, dua unit SPKLU khusus untuk kendaraan roda dua, serta dua unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Selain itu, integrasi layanan digital semakin memudahkan pengguna melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile.
Moch Andy Adchaminoerdin menambahkan, dengan dukungan infrastruktur yang semakin luas dan terintegrasi dengan layanan digital yang canggih, PLN memiliki keyakinan tinggi bahwa penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup hijau masyarakat. Ia memandang sinergi antara teknologi dan kebutuhan masyarakat sebagai kunci keberhasilan elektrifikasi transportasi.
Inisiatif PLN dalam memperluas jaringan SPKLU ini disambut hangat oleh pemerintah daerah setempat. Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, mengapresiasi upaya PLN yang dinilai sangat membantu dalam mengakselerasi program elektrifikasi transportasi di Jakarta Utara. Keberadaan stasiun pengisian daya yang modern dan mudah diakses ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan warga untuk beralih dari penggunaan bahan bakar fosil ke energi listrik yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.
Fredy Setiawan juga menekankan pentingnya kelanjutan sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dalam memperkuat ekosistem energi masa depan. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui program edukasi yang terstruktur, menjangkau hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai manfaat dan kemudahan penggunaan kendaraan listrik.
"Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan PLN untuk menyelenggarakan edukasi kepada masyarakat. SPKLU ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi, dan selanjutnya kami akan melakukan sosialisasi ke setiap kecamatan dan kelurahan," ujar Fredy Setiawan, menjelaskan rencana tindak lanjut bersama PLN.
Melalui pendekatan kolaboratif yang terencana dan terstruktur ini, pemerintah daerah bersama PLN menargetkan peningkatan adopsi kendaraan listrik di wilayah Jakarta Utara dapat terus mengalami pertumbuhan yang konsisten. Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik di ibu kota.






