Drama Gol di Mapei Stadium: Lecce Curi Poin Penuh dari Kandang Sassuolo

Tommy Welly

Pertarungan sengit di Serie A musim 2025/2026 kembali menyajikan kejutan. Sassuolo, yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Mapei Stadium, harus menelan pil pahit setelah menyerah 2-3 dari tamunya, Lecce. Kekalahan ini terasa lebih memberatkan bagi kubu I Neroverdi karena mereka harus bermain tanpa kehadiran bek andalan asal Indonesia, Jay Idzes, yang absen akibat cedera kaki.

Absennya Jay Idzes, yang kerap menjadi pilar kokoh di lini pertahanan Sassuolo, rupanya memberikan dampak signifikan. Sejak awal pertandingan, barisan belakang tim tuan rumah terlihat kurang solid. Ketidakstabilan ini dimanfaatkan dengan cepat oleh Lecce. Baru menginjak menit ke-15, gawang Sassuolo yang dijaga oleh Stefano Turati sudah bergetar. Walid Cheddira, penyerang Lecce, berhasil menemukan celah dan mencatatkan namanya di papan skor, membawa tim tamu unggul 1-0.

Namun, Sassuolo tidak tinggal diam. Hanya berselang lima menit setelah tertinggal, Armand Lauriente berhasil menyamakan kedudukan. Gol balasan dari Lauriente ini memberikan suntikan semangat bagi tim tuan rumah dan mengubah skor menjadi 1-1. Momen kebangkitan Sassuolo ini ternyata hanya bersifat sementara. Lecce kembali menunjukkan ketajamannya di menit ke-25. Walid Cheddira kembali menjadi momok bagi pertahanan Sassuolo, mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut dan mengembalikan keunggulan bagi tim tamu dengan skor 2-1.

Menjelang akhir babak pertama, Sassuolo sempat merayakan gol yang dicetak oleh Kristian Thorstvedt. Namun, kegembiraan tersebut harus pupus seketika. Setelah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi posisi offside. Keputusan ini tentu menambah frustrasi bagi para pemain Sassuolo.

Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Sassuolo, yang tertinggal satu gol, meningkatkan intensitas serangan mereka demi mengejar ketertinggalan. Laga berjalan terbuka dengan kedua tim saling jual beli serangan. Upaya keras yang terus dilancarkan oleh anak-anak asuh Alessio Dionisi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83. Andrea Pinamonti berhasil memanfaatkan umpan matang dari Ulisses Garcia dan menceploskan bola ke gawang Lecce. Skor kembali berubah imbang, kali ini 2-2.

Kala pertandingan seolah akan berakhir imbang, Lecce yang berambisi besar untuk meraih poin penuh demi menjauh dari jurang degradasi, menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Di masa injury time, saat para pemain Sassuolo mungkin sudah mulai berhitung hasil imbang, Nicola Stulic muncul sebagai pahlawan bagi Lecce. Gol dramatis dari Stulic di penghujung laga memastikan kemenangan bagi tim tamu dengan skor akhir 3-2.

Kemenangan ini menjadi sangat krusial bagi Lecce dalam upaya mereka bertahan di Serie A. Tambahan tiga poin membuat Lecce mengoleksi total 35 poin. Posisi mereka kini merangkak naik ke peringkat 17 klasemen sementara, yang merupakan batas aman dari zona degradasi. Sebaliknya, bagi Sassuolo, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-10 klasemen Liga Italia dengan raihan 49 poin.

Pertandingan ini tidak hanya memperlihatkan pertarungan taktik antara kedua tim, tetapi juga mentalitas dan determinasi. Lecce membuktikan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan sengit bahkan di kandang lawan, terutama ketika terdesak. Kehadiran sosok seperti Walid Cheddira yang mencetak dua gol, dan Nicola Stulic sebagai penentu kemenangan, menunjukkan kedalaman skuad Lecce.

Bagi Sassuolo, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius, terutama di lini pertahanan yang terlihat rapuh tanpa kehadiran Jay Idzes. Cedera yang dialami pemain asal Indonesia ini menjadi pukulan telak, yang secara tidak langsung mempengaruhi kestabilan tim. Pertandingan ini juga menegaskan bahwa persaingan di Serie A musim ini sangat ketat, di mana setiap poin sangat berharga, baik bagi tim yang berjuang di papan atas maupun yang berusaha menghindari degradasi.

Lecce, yang seringkali dianggap sebagai tim kuda hitam atau tim yang berjuang keras di papan bawah, berhasil menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk memberikan kejutan. Kemenangan ini tentu akan menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa pertandingan musim ini. Fokus mereka kini adalah mempertahankan performa positif ini dan memastikan diri tetap berada di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Sementara itu, Sassuolo harus segera bangkit dari kekalahan ini. Mereka perlu membenahi lini pertahanan dan kembali menemukan performa terbaik mereka untuk mengamankan posisi di papan tengah klasemen. Sisa pertandingan musim ini masih panjang, dan setiap pertandingan akan menjadi penentu nasib akhir mereka di klasemen Serie A. Ketatnya persaingan di setiap lini klasemen menunjukkan bahwa tidak ada tim yang bisa memandang remeh lawannya, dan setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan penuh. Kemenangan dramatis Lecce di Mapei Stadium ini menjadi salah satu bukti nyata dari ketidakpastian dan keseruan Serie A musim ini.

Also Read

Tags