Gelar Juara U-20 Dikunci Macan Kemayoran di Ajang Elite Pro Academy

Tommy Welly

Jakarta – Persija Jakarta U-20 berhasil mengukuhkan diri sebagai kampiun dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 musim 2025/2026. Gelar prestisius ini diraih setelah tim berjuluk Macan Kemayoran ini menaklukkan Malut United dalam partai puncak yang berlangsung sengit. Pertandingan final yang digelar di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Bekasi, pada Minggu, 17 Mei 2026, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Persija.

Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan bagi Persija U-20 diciptakan oleh Theodore Evan Leeming. Keberhasilan ini menandai pencapaian gemilang bagi skuad muda Persija di salah satu kompetisi pembinaan usia dini paling bergengsi di Indonesia. EPA musim ini sendiri telah mempertandingkan berbagai kelompok umur, mulai dari U-16, U-18, U-19, hingga kategori U-20 yang menjadi panggung utama final kali ini.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, dalam pernyataannya menegaskan bahwa fokus utama dari penyelenggaraan kompetisi ini adalah untuk terus meningkatkan kualitas para pemain muda yang kelak diharapkan dapat berkontribusi bagi persepakbolaan nasional. Beliau menekankan bahwa I.League tidak hanya sekadar menggelar pertandingan, tetapi juga berupaya keras dalam memastikan peningkatan mutu para talenta muda serta kemampuan taktik para pelatih.

"Kami tidak hanya berfokus pada jalannya pertandingan, tetapi juga pada kualitas yang dihasilkan. Tujuan kami adalah agar para pemain memiliki mutu yang diharapkan dan para pelatih mampu menyampaikan taktik dengan baik," ungkap Asep Saputra.

Meskipun meraih kesuksesan dalam penyelenggaraan musim ini, pihak penyelenggara EPA juga menyadari adanya beberapa aspek yang memerlukan perbaikan signifikan untuk kompetisi mendatang. Salah satu catatan penting yang menjadi sorotan utama adalah masih tingginya angka pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh para pemain di lapangan. Asep Saputra menambahkan bahwa evaluasi mendalam akan terus dilakukan guna memastikan peningkatan di musim-musim berikutnya.

"Hal yang masih menjadi bahan evaluasi kami, dan ada beberapa catatan, adalah tingkat pelanggaran disiplin yang masih tergolong tinggi. Kami berharap di musim mendatang, situasi ini dapat menjadi lebih baik," ujar Asep Saputra.

Kabar gembira atas raihan gelar juara ini disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh jajaran tim kepelatihan Persija Jakarta U-20. Pelatih Furqon Alkatiri menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas perjuangan keras serta dedikasi yang telah ditunjukkan oleh seluruh pemainnya. Ia berharap, pencapaian ini menjadi batu loncatan bagi para pemain muda untuk dapat menembus tim utama Persija dan bahkan menjadi tulang punggung bagi Tim Nasional Indonesia di masa depan.

"Harapan kami adalah dapat melahirkan pemain-pemain Persija yang kelak menjadi pilar utama bagi Timnas Indonesia," tutur Furqon Alkatiri.

Tak hanya berhasil membawa pulang trofi juara di kategori U-20, Persija Jakarta juga menunjukkan dominasinya dengan meraih berbagai penghargaan individu terbaik di berbagai kategori. Lebih membanggakan lagi, Persija Jakarta juga dianugerahi gelar Best Academy untuk keseluruhan level kompetisi yang dipertandingkan dalam EPA musim 2025/2026. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen dan kualitas pembinaan usia muda yang dimiliki oleh klub ibukota tersebut.

Prestasi gemilang Persija Jakarta ini juga turut diiringi oleh apresiasi terhadap individu-individu berprestasi lainnya di sepanjang gelaran EPA 2025/2026. Dalam daftar penghargaan yang dirilis, terlihat bahwa persaingan berjalan ketat di setiap kategori. Haikal Kamil dari Persik Kediri dinobatkan sebagai Best Player, sementara Imam Rohmawan dari Persis Solo terpilih sebagai Best Coach di salah satu kategori. Sendy Juliansyah dari Dewa United Banten FC menjadi kiper terbaik, dan Ichiro Akbar dari Bhayangkara Presisi Lampung FC keluar sebagai Top Scorer. Persija Jakarta sendiri, selain menjadi juara dan Best Academy, juga meraih penghargaan Fair Play untuk tim U-20.

Pada kategori lain, Kaindra Nabil dari Persib Bandung juga meraih penghargaan Best Player, didampingi oleh Ferdiansyah dari Persija Jakarta yang dinobatkan sebagai Best Coach. Dhanet Andika dari Persis Solo menjadi Best Goalkeeper, dan Hadza Mahendra dari Borneo FC Samarinda menjadi Top Scorer. Persija Jakarta kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih penghargaan Fair Play di kategori ini.

Di kategori U-20 yang menjadi sorotan utama, Fahran Darwan dari Malut United FC tampil sebagai Best Player. Pelatih Furqon Alkatiri kembali mengukir namanya sebagai Best Coach, dan Er Deva Aulia dari Persis Solo menjadi Best Goalkeeper. Ahmad Mujadid dari Persija Jakarta berhasil menyabet gelar Top Scorer, melengkapi dominasi timnya dalam ajang ini.

Keberhasilan Persija Jakarta U-20 menjuarai EPA Super League 2025/2026 bukan hanya sekadar trofi, tetapi juga merupakan cerminan dari kerja keras, dedikasi, dan sistem pembinaan yang berjalan baik di klub. Prestasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan melahirkan generasi pesepakbola muda berkualitas yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Also Read

Tags