Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyampaikan sebuah arahan strategis kepada PT Pindad (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di industri pertahanan. Instruksi tersebut mencakup permintaan agar perusahaan pelat merah itu merancang sebuah kendaraan dinas kepresidenan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mengedepankan aspek kenyamanan dan interaksi maksimal dengan masyarakat. Kebutuhan ini muncul dari pengalaman Presiden Prabowo yang kerap kali harus berinteraksi langsung dengan kerumunan warga saat melakukan kunjungan kerja, sebuah kegiatan yang ia akui cukup menguras tenaga di usianya yang tidak lagi muda.
Arahan ini diungkapkan Presiden Prabowo dalam sebuah acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Beliau mengemukakan bahwa tingginya antusiasme masyarakat untuk menyapa dan bersalaman secara langsung menjadi tantangan tersendiri. Seringkali, demi memenuhi keinginan warga yang berjubel di sepanjang jalan, Presiden terpaksa harus keluar dari sunroof mobil dinasnya. Namun, manuver ini, meskipun menunjukkan kedekatan dengan rakyat, diakui memakan banyak energi.
"Melihat begitu banyaknya masyarakat yang hadir di jalan, rasanya kurang pas jika Presiden tetap berada di dalam kendaraan. Itu tidaklah elok, sehingga mau tidak mau saya harus berdiri. Benar, bukan?" ujar Presiden Prabowo, yang kemudian ditambahkan dengan penjelasan mengenai kendala fisik yang dialaminya.
Presiden Prabowo lebih lanjut menguraikan bahwa pada usianya yang kini telah memasuki 75 tahun, aktivitas berdiri dalam waktu lama untuk menyapa warga yang menunggu di luar kendaraan memang cukup melelahkan. Meski demikian, semangatnya untuk bertemu dan berinteraksi dengan rakyat tidak pernah surut. Justru, semangat inilah yang mendorongnya untuk mencari solusi inovatif.
"Saya sedang memikirkan ini, di mana Pak Profesor Sigit dari Pindad? Coba kita rancang sebuah mobil khusus kepresidenan. Mobil ini bisa dilengkapi dengan kaca khusus dan sebuah kursi yang didesain sedemikian rupa, sehingga ketika saya duduk, dari luar mobil terlihat seperti saya sedang berdiri. Ini akan sangat membantu," ungkap Presiden, menunjukkan keinginan untuk tetap dapat berinteraksi dari dalam kendaraan tanpa mengorbankan kenyamanan dan energi fisiknya. Beliau menegaskan bahwa ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap warga yang telah menunggu lama, sekaligus menjaga kesehatannya.
Saat ini, kendaraan yang digunakan oleh Presiden Prabowo untuk agenda kepresidenan adalah MV3 Garuda Limousine, sebuah mobil yang juga dikembangkan oleh PT Pindad. Kendaraan mewah dan berteknologi tinggi ini merupakan pengembangan dari varian MV3 yang telah dimodifikasi secara khusus untuk memenuhi kebutuhan kepresidenan. Mobil berwarna putih ini dilapisi material antipeluru, menjadikannya sangat aman bagi kepala negara. Dengan bobot mencapai 2,95 ton, panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter, MV3 Garuda Limousine menawarkan dimensi yang kokoh dan proporsional.
Di balik tampilannya yang gagah, MV3 Garuda Limousine dibekali mesin yang cukup bertenaga, mampu menghasilkan daya 202 PS. Transmisinya menggunakan sistem otomatis dengan delapan percepatan, yang memungkinkan akselerasi yang mulus dan responsif. Kecepatan maksimal yang dapat dicapai oleh kendaraan ini adalah 100 kilometer per jam, sebuah performa yang memadai untuk mobilitas kepresidenan.
Selain fitur-fitur keamanan dan performa, mobil kepresidenan ini juga dirancang dengan sentuhan estetika yang kental akan identitas kebangsaan Indonesia. Terdapat fitur automatic footstep yang mempermudah akses masuk dan keluar. Logo Garuda, lambang negara Indonesia, tersemat dengan elegan pada bagian grille depan hingga desain velg roda, menegaskan status kendaraan resmi negara. Lebih jauh lagi, motif batik parang yang khas Indonesia diaplikasikan sebagai elemen desain, menambah keindahan dan kekayaan budaya pada kendaraan tersebut.
Permintaan Presiden Prabowo kepada PT Pindad ini tidak hanya sekadar pembaruan armada kendaraan dinas, melainkan sebuah dorongan untuk inovasi teknologi otomotif yang berakar pada kebutuhan praktis dan aspirasi kepemimpinan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan kapabilitas industri dalam negeri untuk mendukung tugas-tugas kenegaraan. Pengembangan mobil kepresidenan dengan fitur khusus seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo akan menjadi sebuah terobosan yang memungkinkan pemimpin negara untuk tetap dekat dengan rakyat, meskipun dalam kondisi fisik yang berbeda, serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang inovatif dan peduli pada budaya.
Proyek ini berpotensi mendorong PT Pindad untuk lebih mengembangkan sayapnya di sektor otomotif sipil atau kendaraan khusus, tidak hanya terbatas pada alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dengan keahliannya dalam merancang kendaraan yang kuat, aman, dan tangguh, PT Pindad diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar kepresidenan, tetapi juga membuka peluang pasar baru dan meningkatkan daya saing industri pertahanan nasional di kancah internasional. Keterlibatan Pindad dalam proyek ini juga menegaskan visi kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan strategisnya, termasuk dalam penyediaan kendaraan kepresidenan yang berstandar tinggi.






