Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi saksi bisu perhelatan akbar Deus Kumpul-Kumpul Ride yang untuk pertama kalinya menyapa hiruk pikuk Jakarta. Setelah mengukir jejak di pesona alam Bali, rombongan pecinta otomotif ini melanjutkan estafet budaya kustom ke jantung ibukota. Perjalanan yang dimulai dari Taman Menteng ini bukan sekadar konvoi biasa, melainkan sebuah perayaan dinamis yang merangkul semangat kebebasan berkendara dan ekspresi diri. Alih-alih terpaku pada rute kaku, acara ini dirancang untuk membuka ruang interaksi dan apresiasi, di mana setiap tikungan jalan menjadi panggung kreatif.
Lebih dari sekadar perkumpulan para penunggang kuda besi, Deus Kumpul-Kumpul Ride edisi Jakarta ini menunjukkan inklusivitas dengan menggandeng Sunset Drive Club, sebuah komunitas yang menaungi para penggemar mobil roda empat. Sinergi dua dunia otomotif ini menciptakan atmosfer yang lebih kaya dan beragam, membuktikan bahwa gairah terhadap mesin dapat menyatukan berbagai elemen. Titik akhir perjalanan, Kopikina di kawasan Kemang, bertransformasi menjadi galeri seni otomotif yang memukau. Di sana, berbagai mahakarya motor kustom berjejer rapi, memamerkan keahlian dan imajinasi para builder lokal ternama.
Panggung pameran ini menjadi etalase bagi kreativitas tanpa batas dari para perajin motor kustom Indonesia. Nama-nama besar seperti Frontwheel Motorcycle, Lembinc, Batakastem Workshop, dan Solace Motor turut serta memamerkan hasil karya mereka. Tak ketinggalan, Swadaya Motorcycle, Rssq, Evocycle Work, hingga Katros Garage turut meramaikan gelaran ini dengan sentuhan unik masing-masing. Setiap bengkel menghadirkan interpretasi berbeda tentang seni memodifikasi motor, mulai dari yang mengutamakan fungsi maksimal dalam setiap detailnya, hingga yang menjelma menjadi sebuah karya seni visual bernilai tinggi, mengundang decak kagum setiap mata yang memandang. Keberagaman desain yang ditampilkan mencerminkan kekayaan ide dan inovasi dalam kancah kustomisasi motor di tanah air.
Jojo, selaku Marketing Manager Deus Ex Machina Indonesia, menjelaskan filosofi di balik acara ini. Ia menekankan bahwa Deus Kumpul-Kumpul Ride tidak semata-mata tentang mencapai garis finis atau memulai dari titik tertentu. Intinya adalah bagaimana setiap kota yang disinggahi dapat menjadi wadah pertemuan, tempat komunitas berkumpul, berkolaborasi, dan saling menginspirasi. "Acara ini lebih pada bagaimana kita menciptakan koneksi antar individu, komunitas, dan bagaimana ide-ide kreatif dapat mengalir dan terjalin di setiap kota yang kami datangi," ujarnya. Pandangan ini menegaskan bahwa Deus Ex Machina ingin membangun ekosistem yang kuat bagi para pecinta budaya kustom, di mana pertukaran gagasan menjadi kunci utama.
Tak hanya memanjakan mata para pecinta otomotif, aspek visual acara ini juga diperkaya dengan berbagai suguhan artistik. Kehadiran Nova13 yang melakukan aksi live pinstriping secara langsung memberikan dimensi seni yang bergerak dan hidup. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses penciptaan detail artistik pada bodi motor. Selain itu, sesi sketch terbuka yang digagas oleh Never Too Lavish turut menambah semarak suasana, memberikan ruang bagi pengunjung untuk berkreasi atau sekadar menikmati proses kreatif yang disajikan.
Kemeriahan acara berlanjut hingga senja merayap dan malam menjelang. Suasana semakin hidup dengan alunan musik yang dibawakan oleh para disc jockey ternama seperti Muklay, Philipponk, dan Diskopantera, yang secara bergantian memutar track pilihan mereka. Puncak malam diisi dengan penampilan live dari grup musik Merrman, yang membawakan lagu-lagu mereka dan berhasil membuat suasana semakin membahana. Konser musik ini menjadi penutup sempurna untuk rangkaian kegiatan di Jakarta, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin yang hadir.
Jakarta menjadi salah satu pilar penting dalam rangkaian perjalanan panjang Deus Kumpul-Kumpul Ride ini. Perjalanan tidak berhenti di sini. Agenda selanjutnya telah menanti di dua kota besar lainnya, yaitu Bandung dan Yogyakarta. Setiap kota akan menjadi babak baru dalam perayaan budaya kustom yang kian mendunia. Rangkaian acara ini rencananya akan mencapai klimaksnya dan ditutup di titik awal mula, Deus Ex Machina Temple of Enthusiasm yang berlokasi di Canggu, Bali. Di sanalah, seluruh perjalanan dan cerita akan bermuara, mengukuhkan kembali posisi Bali sebagai episentrum budaya kustom yang tak terbantahkan. Keseluruhan seri acara ini bukan hanya tentang memamerkan motor kustom, tetapi lebih kepada membangun narasi tentang semangat kreativitas, komunitas, dan gaya hidup yang terus berkembang di Indonesia.






