Klarifikasi Marc Klok: Ajakan Away ke Stadion Hanya Lelucon, Bobotoh Dilarang Hadir Langsung

Tommy Welly

Perseteruan klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta, yang kerap dijuluki "El Clasico" Indonesia, kembali memicu dinamika di kalangan pendukung setia. Kali ini, sorotan tertuju pada gelandang andalan Persib, Marc Klok, yang memberikan pernyataan klarifikasi mengenai ajakannya agar para Bobotoh, sebutan untuk suporter Persib, melakukan perjalanan tandang (away) ke Stadion Segiri, Samarinda, untuk menyaksikan duel melawan Persija pada pekan ke-32 Liga Super 2025/2026.

Dalam sebuah keterangan yang diterima pada Jumat (9/5/2026), Klok secara tegas meminta agar para Bobotoh menahan diri dan tidak mendatangi stadion saat pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa pernyataan sebelumnya yang terdengar seperti ajakan untuk hadir langsung ke stadion, sejatinya hanyalah sebuah candaan belaka. Klok menekankan bahwa ia sama sekali tidak memiliki niat untuk mengabaikan atau melanggar regulasi kompetisi yang berlaku, apalagi sampai memicu potensi pelanggaran aturan.

"Untuk Bobotoh tercinta, mohon untuk tidak away ke Stadion Segiri saat pertandingan Persija vs Persib," ujar Klok, mengawali klarifikasinya. Ia menambahkan, "Kemarin soal ajakan away dari saya itu hanya bercanda dan tidak ada maksud untuk melanggar aturan yang berlaku." Pernyataan ini dilontarkan untuk meredakan potensi kesalahpahaman dan memastikan para pendukung memahami posisi klub terkait regulasi pertandingan.

Menyambung klarifikasi dari sang kapten, Head of Communication Persib, Adhi Pratama, turut menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap setiap aturan yang telah ditetapkan oleh otoritas sepak bola nasional. Adhi menekankan bahwa ketaatan terhadap regulasi bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah krusial demi menjaga integritas dan kelancaran penyelenggaraan pertandingan. Lebih dari itu, kepatuhan juga merupakan cara efektif untuk melindungi klub dari potensi hukuman atau sanksi yang dapat merugikan.

Adhi kemudian merinci dasar hukum dari larangan kehadiran suporter tim tamu. Menurutnya, regulasi kompetisi Liga Super 2025/2026, khususnya Pasal 5 ayat 7, secara eksplisit menyatakan bahwa suporter tim tamu belum diperkenankan untuk hadir menyaksikan pertandingan secara langsung. Aturan ini diberlakukan sebagai bagian dari fase transformasi sepak bola nasional yang tengah berjalan.

"Larangan kehadiran suporter tim tamu mengacu pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang menyatakan suporter tim tamu belum diperbolehkan hadir selama masa transformasi sepak bola nasional," jelas Adhi.

Meskipun tidak dapat hadir langsung di stadion, Adhi memberikan alternatif bagi para Bobotoh untuk tetap menunjukkan dukungan mereka kepada tim kesayangan. Ia mengimbau agar dukungan dapat disalurkan melalui kegiatan menonton bersama (nobar) di berbagai titik yang telah disediakan, atau dengan menonton dari kenyamanan rumah masing-masing.

"Dukungan bagi tim tetap dapat diberikan melalui kegiatan menonton bersama atau dari rumah masing-masing," tuturnya.

Lebih lanjut, Adhi memaparkan bahwa pertimbangan utama di balik imbauan larangan away ini adalah faktor keamanan yang menjadi prioritas utama, serta potensi ancaman sanksi yang bisa diterima oleh klub jika aturan dilanggar.

"Faktor keamanan serta potensi sanksi menjadi pertimbangan utama di balik imbauan tersebut," tegas Adhi.

Sebagai bentuk fasilitasi bagi para Bobotoh yang ingin tetap memberikan dukungan, manajemen Persib telah menyiapkan program nonton bareng resmi yang bertajuk "Nobar Biru". Program ini akan diselenggarakan di beberapa lokasi strategis di Bandung, termasuk di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api, bioskop CGV Paris Van Java, Paskal, Miko Mall, dan Graha Persib. Hal ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi Bobotoh untuk tetap merasakan atmosfer pertandingan dan memberikan energi positif bagi para pemain di lapangan.

Persib Bandung sangat berharap dukungan positif yang konsisten dari seluruh Bobotoh dapat terus mengalir, meskipun tidak dapat hadir secara langsung di stadion. Dukungan moral ini diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk meraih hasil maksimal dalam laga klasik melawan rival abadi mereka, Persija Jakarta. Pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga gengsi dan kebanggaan bagi kedua tim dan para pendukungnya. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan Bobotoh dapat memahami dan mematuhi aturan yang ada, sembari tetap menunjukkan loyalitas dan kecintaan mereka pada Persib Bandung melalui cara-cara yang positif dan konstruktif.

Also Read

Tags