Kabar baik datang dari kubu Persib Bandung. Seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga ofisial, dilaporkan dalam keadaan selamat dan tidak mengalami cedera menyusul insiden yang terjadi pasca-pertandingan pekan ke-33 Liga Super 2025/2026 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Minggu (18/5/2026). Insiden tersebut dilaporkan melibatkan dugaan pelemparan dari oknum suporter yang membuat situasi di sekitar stadion sempat memanas.
Adhi Pratama, selaku Kepala Komunikasi Persib Bandung, memberikan keterangan resmi yang menegaskan bahwa tidak ada satu pun anggota tim yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak manajemen dan tim keamanan bergerak cepat untuk memastikan rombongan Persib dapat meninggalkan area stadion dengan aman. "Syukurlah, kami dapat mengonfirmasi bahwa seluruh pemain, jajaran pelatih, ofisial, dan seluruh rombongan Persib dalam keadaan sehat walafiat, tanpa ada yang mengalami cedera sedikit pun pasca-laga," ujar Adhi Pratama, menekankan jaminan keselamatan tim.
Manajemen Persib juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada aparat keamanan yang sigap dalam bertindak, serta kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam proses pengamanan dan evakuasi tim. Komitmen terhadap nilai-nilai sportivitas di dunia sepak bola Indonesia menjadi harapan besar yang turut diutarakan oleh manajemen.
Lebih lanjut, Adhi Pratama menyatakan bahwa fokus utama Persib saat ini sepenuhnya dialihkan kepada pemulihan kondisi fisik para pemain dan persiapan matang untuk menghadapi pertandingan penutup musim. "Saat ini prioritas kami adalah memastikan para pemain kembali dalam kondisi prima dan kami siap menghadapi laga terakhir. Kami memilih untuk tetap fokus pada proses yang ada agar dapat mengakhiri musim ini dengan pencapaian terbaik," pungkas Adhi Pratama.
Kemenangan dramatis diraih Persib Bandung sebelum insiden tersebut terjadi. Tim Maung Bandung berhasil menaklukkan PSM Makassar dengan skor tipis 2-1. Gol pembuka keunggulan Persib dicetak oleh Thom Haye, yang kemudian disamakan oleh bek PSM, Yuran Fernandes. Namun, asa kemenangan Persib akhirnya terwujud berkat gol penentu yang dicetak oleh Julio Cesar di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-90+7. Gol kemenangan di injury time tersebut menjadi penutup manis bagi perjuangan Persib di Parepare.
Tambahan tiga poin krusial ini semakin mengukuhkan posisi Persib Bandung di puncak klasemen sementara Liga Super 2025/2026. Pasukan asuhan Bojan Hodak kini mengoleksi 78 poin, memimpin dengan selisih dua angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC. Perlu diketahui, Borneo FC sendiri hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol saat berhadapan dengan Persijap Jepara di pertandingan lainnya. Keunggulan ini memberikan tekanan tersendiri bagi tim lain untuk mengejar.
Jadwal pertandingan selanjutnya bagi Persib Bandung adalah menjamu tim Persijap Jepara. Laga kandang ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Kemenangan dalam pertandingan pamungkas musim ini akan menjadi penentu mutlak bagi Persib Bandung untuk meraih gelar juara Liga Super 2025/2026. Raihan gelar ini akan menjadi pencapaian bersejarah bagi tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut, sekaligus menjadi bukti konsistensi dan performa gemilang sepanjang musim.
Pertandingan melawan PSM Makassar sendiri merupakan bagian dari rangkaian pekan ke-33 Liga Super 2025/2026. Stadion Gelora B.J. Habibie menjadi saksi bisu duel antara dua tim papan atas. Gol-gol yang tercipta menjadikan laga ini semakin menarik dan penuh drama. Thom Haye kembali menunjukkan kelasnya sebagai gelandang serang yang produktif, sementara Julio Cesar membuktikan dirinya sebagai striker yang dapat diandalkan untuk mencetak gol-gol krusial. Di sisi lain, PSM Makassar melalui Yuran Fernandes sempat memberikan perlawanan sengit dengan gol penyama kedudukannya.
Situasi pasca-pertandingan memang sempat diwarnai ketegangan akibat ulah segelintir oknum suporter yang melakukan pelemparan. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi tim tamu. Namun, respons cepat dari pihak keamanan dan koordinasi yang baik dengan manajemen Persib berhasil meredakan potensi masalah lebih lanjut. Fokus Persib yang kemudian beralih pada persiapan tim menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi situasi yang tidak diinginkan.
Pentingnya menjaga kondusivitas dan sportivitas dalam setiap pertandingan sepak bola selalu menjadi sorotan utama. Insiden seperti yang terjadi di Parepare menjadi pengingat bagi semua pihak, termasuk para suporter, untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. Keamanan dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah pertandingan adalah prioritas utama.
Dengan sisa satu pertandingan lagi, Persib Bandung berada di ambang sejarah. Perjalanan panjang selama satu musim kompetisi akan segera mencapai puncaknya. Performa impresif yang ditunjukkan oleh skuad Maung Bandung di bawah arahan Bojan Hodak patut diapresiasi. Konsistensi dalam meraih poin, strategi permainan yang efektif, serta kedalaman skuad menjadi faktor-faktor kunci keberhasilan Persib.
Pertandingan terakhir melawan Persijap Jepara diprediksi akan menjadi laga yang emosional bagi para pemain Persib, terutama jika mereka berhasil memastikan gelar juara. Euforia kemenangan dan dukungan penuh dari para Bobotoh, sebutan untuk suporter Persib, diprediksi akan memadati Stadion GBLA. Momen bersejarah ini tentunya akan menjadi penutup musim yang manis bagi Persib Bandung dan seluruh pendukungnya.
Secara keseluruhan, meskipun diwarnai insiden yang tidak diinginkan, aspek terpenting yang perlu digarisbawahi adalah keselamatan seluruh rombongan Persib Bandung. Hal ini menjadi prioritas utama bagi klub dan menjadi dasar dari setiap pernyataan resmi yang dikeluarkan. Dengan demikian, Persib Bandung dapat melanjutkan fokusnya pada pencapaian gelar juara dan mempersiapkan diri untuk menyambut musim depan dengan optimisme. Perjalanan mereka menuju tangga juara Liga Super 2025/2026 kini hanya tinggal selangkah lagi.






