Mbappe Kembali Beraksi, Madrid Raih Kemenangan Meyakinkan atas Oviedo

Tommy Welly

Kylian Mbappe, bintang lapangan hijau yang dinanti-nantikan, telah kembali merumput dan segera memberikan kontribusi berharga bagi Real Madrid. Dalam laga yang digelar di markas kebesaran klub, Santiago Bernabeu, pada Kamis (14/5/2026), kehadiran Mbappe terbukti krusial saat Los Blancos berhasil mengalahkan Real Oviedo dengan skor akhir 2-0. Pemain asal Prancis ini, yang sebelumnya absen dalam pertandingan krusial El Clasico akibat cedera, masuk sebagai pengganti pada menit ke-70, menggantikan Gonzalo Garcia. Kehadirannya di lapangan langsung disambut optimisme, dan tak lama kemudian, ia berhasil menyumbangkan assist penting yang mengunci kemenangan tim.

Gol pembuka keunggulan Real Madrid dicetak oleh Gonzalo Garcia pada menit ke-44, sebelum Jude Bellingham menggandakan skor di menit ke-80. Gol kedua ini tercipta berkat umpan matang dari Mbappe, yang menunjukkan bahwa ia telah sepenuhnya pulih dari cedera dan siap memberikan dampak maksimal bagi tim asuhan pelatih Alvaro Arbeloa. Kepulangan Mbappe ke dalam skuat disambut dengan rasa lega, meskipun ia sendiri mengungkapkan penyesalan mendalam karena harus melewatkan bentrokan sengit melawan rival abadi, Barcelona.

Mbappe menyampaikan perasaannya bahwa ia sangat menikmati setiap pertandingan, dan merasa sangat disayangkan tidak dapat berpartisipasi dalam duel melawan Barcelona. Ia mengakui bahwa dalam sepak bola, hal-hal seperti itu bisa saja terjadi, namun ia selalu memiliki kenangan manis dengan selalu mencetak gol ketika berhadapan dengan tim Catalan tersebut.

Namun, momen kembalinya Mbappe ke lapangan tidak sepenuhnya disambut meriah oleh para penggemar yang memadati Santiago Bernabeu. Sebagian penonton memberikan reaksi negatif berupa siulan. Dugaan kuat di balik reaksi dingin ini adalah ketidakpuasan publik terhadap performa tim secara keseluruhan, ditambah dengan beredarnya kabar mengenai liburan Mbappe ke Sardinia, Italia, di saat ia seharusnya menjalani masa pemulihan cedera. Menanggapi hal ini, Mbappe menyatakan bahwa ia tidak dapat mengubah pandangan orang yang sedang dilanda kekecewaan atau kemarahan. Ia memilih untuk tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang personal, menyadari bahwa kehidupan seorang pemain Real Madrid selalu berada di bawah sorotan publik dan media, layaknya seorang figur terkenal.

Menurut Mbappe, reaksi negatif tersebut dapat diartikan sebagai bentuk ekspektasi tinggi dari para pendukung terhadap klub sebesar Real Madrid. Ia berpendapat bahwa para penggemar merasa tidak puas dengan pencapaian tim, dan itulah satu-satunya cara untuk menafsirkan siulan yang terdengar.

Terkait isu kepindahannya dari Madrid saat masa pemulihan cedera, Mbappe menegaskan bahwa ia telah mendapatkan izin resmi dari manajemen klub. Ia juga menambahkan bahwa ia bukanlah satu-satunya pemain yang tidak berada di Madrid selama periode tersebut. Bagi seorang atlet profesional, terkadang lebih baik untuk menerima situasi yang ada daripada terus menerus mencoba memahami setiap keputusan, dan ia yakin dapat mengubah keadaan ini dengan performa di lapangan.

Mengenai keputusannya untuk memulai pertandingan dari bangku cadangan melawan Oviedo, Mbappe menyatakan kesiapannya untuk terus berjuang demi mendapatkan kembali tempatnya di tim utama. Ia merasa dalam kondisi fisik yang prima, seratus persen siap bermain. Ia memahami bahwa posisinya di lini depan saat ini berada di urutan keempat dalam pandangan pelatih, namun ia menerima peran tersebut dan siap bermain sesuai waktu yang diberikan. Keberhasilannya memberikan assist kepada Jude Bellingham menjadi bukti bahwa ia selalu berpikir positif dan berkontribusi bagi tim.

Meskipun harus bersaing dengan talenta muda berbakat seperti Gonzalo Garcia dan Franco Mastantuono, Mbappe menegaskan bahwa hubungannya dengan staf kepelatihan tetap profesional. Ia siap untuk menjadi pemain inti dan tidak memiliki masalah pribadi dengan pelatih. Ia menghormati setiap keputusan pelatih dan berkomitmen untuk bekerja keras demi mendapatkan kembali posisi starter.

Mbappe, yang bergabung dengan Real Madrid dari PSG pada tahun 2024, menekankan pentingnya mentalitas pemenang yang harus dijaga oleh seluruh elemen tim. Ia merasa sangat bahagia berada di klub ini, dan tanggung jawab utamanya adalah memberikan segalanya untuk lambang Real Madrid. Ia mengakui bahwa kegagalan meraih trofi adalah luka mendalam bagi klub dan para penggemarnya. Ia berpendapat bahwa tim memiliki potensi untuk meraih lebih banyak kesuksesan, seperti yang telah ditunjukkan di awal musim. Baginya, ini bukanlah cerminan Real Madrid yang sesungguhnya, karena klub ini seharusnya selalu meraih kemenangan.

Eks pemain akademi Clairefontaine ini bertekad untuk selalu memprioritaskan kepentingan klub di atas kepentingan individu atau nama besar pemain. Ia hadir untuk bermain dan selalu berusaha membela klub dengan cara terbaik, tanpa memandang latar belakang atau status pemain tertentu.

Mbappe juga sempat mengulas hubungannya dengan mantan pelatih, Xabi Alonso, dan memastikan bahwa tidak ada kendala komunikasi dengan pelatih saat ini, Alvaro Arbeloa. Ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Alonso di masa lalu dan menghargai pemikirannya, namun ia memilih untuk fokus pada masa kini dan masa depan, serta apa yang dapat diperbaiki untuk membawa tim menjadi lebih baik.

Sebagai penutup, Mbappe menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan performa agar dapat bersaing secara sehat dengan rekan-rekan setimnya di lini depan. Ia menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan Alvaro Arbeloa, dan penting untuk menghormati setiap keputusan pelatih. Setiap individu memiliki pandangan dan filosofi masing-masing, dan ia harus bekerja keras untuk membuktikan dirinya lebih baik dari pemain lain seperti Gonzalo, Franco Mastantuono, dan Vinicius Junior demi mendapatkan kesempatan bermain.

Also Read

Tags