Menyongsong Duel Kedua: Pelatih Persija Tekankan Pentingnya Keutuhan Skuad Hadapi Persib

Tommy Welly

Menjelang bentrokan kedua antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025/2026 yang dijadwalkan pada 10 Mei mendatang di Stadion Segiri Samarinda, pelatih Persija, Mauricio Souza, telah merangkum pelajaran berharga dari pertemuan pertama. Ia menyoroti satu aspek krusial yang harus dihindari oleh timnya dalam pertandingan mendatang: kartu merah.

Souza mengakui bahwa duel pertama melawan Maung Bandung berlangsung dengan intensitas tinggi dan penuh drama. Menurutnya, Persija sejatinya memiliki momentum dan peluang untuk mengungguli lawan, bahkan sempat mendominasi jalannya pertandingan. Namun, segalanya berubah drastis di paruh kedua. Insiden kartu merah yang diterima oleh Bruno Tubarao pada menit ke-54 menjadi titik balik yang menyulitkan timnya. Kondisi bermain dengan sepuluh pemain membuat Persija kewalahan dalam upaya membongkar pertahanan kokoh Persib.

"Kami telah menganalisis dengan cermat apa yang terjadi di pertandingan sebelumnya. Kuncinya, kami tidak boleh lagi kehilangan satu pemain karena kartu merah. Pertandingan perdana itu sebenarnya sangat berimbang. Kami memiliki momen, bahkan sempat mendominasi, namun sebuah kesalahan fatal yang berujung kartu merah membuat kami kesulitan," ujar Souza dalam sebuah kesempatan.

Ia menekankan bahwa keutuhan skuad adalah prioritas utama dalam setiap pertandingan. Souza yakin bahwa dengan 11 pemain di lapangan, Rizky Ridho dan rekan-rekannya memiliki kapasitas untuk kembali mendominasi permainan dan meraih hasil positif. "Hal yang paling utama bagi kami adalah menyelesaikan pertandingan dengan kekuatan penuh, 11 pemain. Kami percaya diri dengan kemampuan tim ini jika bisa bermain dengan jumlah pemain yang sama dengan lawan," tambahnya.

Pelatih asal Brasil ini juga menggarisbawahi kekuatan pertahanan Persib Bandung. Ia mengakui bahwa tim kebanggaan Bobotoh tersebut memiliki lini belakang yang sangat solid dan sulit ditembus. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi lini serang Persija yang harus bekerja ekstra keras untuk menciptakan peluang dan mencetak gol.

"Memang benar, Persib memiliki pertahanan yang sangat kuat. Mereka sangat terorganisir di area belakang, dan itu membuat mereka menjadi tim yang sangat sulit dihadapi. Terkadang mereka cenderung lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat, jadi kami harus sangat waspada," jelas Souza.

Meskipun demikian, Souza tidak gentar menghadapi kekuatan lawan. Ia optimistis bahwa timnya memiliki potensi untuk merusak pertahanan Persib jika mampu bermain disiplin dan efektif. "Tentu saja, memimpin lebih dulu dalam pertandingan akan memberikan keuntungan psikologis yang besar. Namun, kami tidak akan pernah menyerah. Kami akan terus berjuang keras, memberikan yang terbaik di setiap menitnya, demi meraih tiga poin yang sangat kami butuhkan," tegasnya.

Souza juga mengungkapkan bahwa analisis mendalam terhadap gaya bermain Persib telah dilakukan. Ia telah mengidentifikasi beberapa pola permainan lawan yang bisa dieksploitasi. "Kami sudah mempelajari bagaimana mereka membangun serangan, bagaimana mereka bertahan, dan di mana saja celah yang mungkin bisa kami manfaatkan. Ini bukan hanya tentang menghindari kartu merah, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa lebih cerdas dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada," ungkapnya.

Pertandingan melawan Persib selalu memiliki arti spesial bagi Persija dan para pendukungnya. Kekalahan di pertemuan pertama menjadi cambuk penyemangat bagi Macan Kemayoran untuk bangkit dan membuktikan diri. Souza berharap para pemainnya dapat menunjukkan performa terbaik mereka, tidak hanya dalam hal teknik dan taktik, tetapi juga dalam hal mentalitas dan kedisiplinan.

"Kami tahu tekanan akan selalu ada, terutama dalam pertandingan sebesar ini. Namun, kami harus bisa mengkonversi tekanan tersebut menjadi motivasi. Setiap pemain harus bertanggung jawab penuh atas tugasnya di lapangan. Kita harus bermain sebagai satu kesatuan, saling mendukung, dan tidak membiarkan emosi mengendalikan permainan kita," pungkas Souza. Dengan persiapan yang matang dan fokus yang tepat, Persija Jakarta bertekad untuk memetik hasil berbeda dalam pertemuan kedua melawan Persib Bandung.

Also Read

Tags