Pada tahun 2026, panggung Major League Soccer (MLS) kembali diwarnai oleh kehadiran mega bintang sepak bola dunia, Lionel Messi. Bukan hanya karena kehebatannya di lapangan hijau, tetapi juga karena statusnya yang resmi dinobatkan sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di liga tersebut. Data terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Pemain MLS pada Selasa, 13 Mei 2026, secara gamblang menunjukkan dominasi finansial sang kapten tim nasional Argentina bersama klubnya, Inter Miami CF. Messi berhasil mengukuhkan dirinya di puncak daftar dengan total kompensasi tahunan yang mencapai angka fantastis, yaitu 28,3 juta dolar Amerika Serikat.
Angka tersebut tidak datang begitu saja. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Suara, Messi menerima gaji pokok sebesar 25 juta dolar AS, yang jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah setara dengan Rp460 miliar. Angka gaji pokok ini saja sudah cukup mencengangkan, namun perlu diingat bahwa ini belum termasuk berbagai sumber pendapatan lain yang mengalir deras dari sektor komersial, sponsor pribadi, serta potensi keuntungan lain di luar aktivitas sepak bolanya. Perluasan pundi-pundi kekayaan Messi ini merupakan imbas langsung dari perpanjangan kontrak yang ia tandatangani bersama klub milik legenda sepak bola Inggris, David Beckham, pada bulan Oktober tahun sebelumnya, 2025. Lebih dari sekadar angka kontrak yang menggiurkan, perpanjangan kerjasama ini juga membekali Messi dengan hak istimewa berupa opsi untuk menjadi bagian dari kepemilikan saham klub di masa depan, sebuah insentif yang sangat jarang diberikan dan menunjukkan betapa berharganya Messi bagi Inter Miami.
Kiprah impresif Messi di kompetisi sepak bola Amerika Serikat ini tidak hanya menjadi magnet bagi para penggemar, tetapi juga menjadi faktor penentu nilai ekonominya yang terus meroket. Sejak bergabung dengan MLS, Messi telah menorehkan catatan performa yang luar biasa, membuktikan bahwa usia bukanlah halangan bagi seorang legenda. Hingga kini, ia telah mencetak total 59 gol dalam 64 pertandingan liga yang ia jalani. Prestasi gemilang ini semakin diperkuat dengan raihan gelar top skor MLS pada musim sebelumnya, di mana ia berhasil mencetak 29 gol. Tidak hanya itu, konsistensinya dalam menunjukkan performa terbaik membuatnya kembali meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) selama dua tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai pemain terbaik di liga.
Perbandingan pendapatan Messi dengan pemain lain di MLS semakin memperjelas betapa superiornya posisi finansialnya. Gaji pokok yang diterima Messi dilaporkan dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pemain yang menduduki peringkat kedua dalam daftar gaji. Son Heung-min, yang bermain untuk Los Angeles FC, tercatat menerima gaji pokok sebesar 10,36 juta dolar AS. Sementara itu, rekan setim Messi di Inter Miami, Rodrigo De Paul, menempati posisi ketiga dengan total kompensasi yang diterima mencapai 9,7 juta dolar AS. Ketimpangan pendapatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Messi tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga secara signifikan mendongkrak nilai ekonomi para pemain di sekitarnya dan liga secara keseluruhan.
Dominasi Messi dalam daftar pemain bergaji tertinggi ini turut berimbas pada posisi Inter Miami CF sebagai klub dengan pengeluaran finansial terbesar di MLS. Klub yang berbasis di Florida ini dilaporkan menggelontorkan dana mencapai 54,6 juta dolar AS khusus untuk pos pengeluaran gaji pemain. Angka ini jauh melampaui pengeluaran klub lain, termasuk LAFC yang berada di peringkat kedua dengan total pengeluaran gaji sebesar 32,7 juta dolar AS. Tingginya angka tersebut menunjukkan komitmen Inter Miami untuk mempertahankan talenta terbaik, termasuk Messi, demi ambisi meraih kesuksesan di kancah domestik maupun internasional.
Sebagai gambaran lebih rinci mengenai distribusi pendapatan di kalangan pemain MLS pada tahun 2026, berikut adalah daftar pemain dengan pendapatan tertinggi:
| Peringkat | Nama Pemain | Klub | Total Pendapatan (USD) | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Lionel Messi | Inter Miami CF | 28,3 Juta | Total Kompensasi Tahunan |
| 2 | Son Heung-min | Los Angeles FC | 10,36 Juta | Gaji Pokok |
| 3 | Rodrigo De Paul | Inter Miami CF | 9,7 Juta | Total Kompensasi Tahunan |
| 4 | Hirving Lozano | San Diego FC | 9,3 Juta | Total Kompensasi Tahunan |
| 5 | Miguel Almiron | Atlanta United | 7,9 Juta | Total Kompensasi Tahunan |
Daftar ini menunjukkan bahwa Messi tidak hanya memimpin dalam hal pendapatan, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi klubnya, baik dari segi performa maupun daya tarik komersial. Keberhasilan Messi memecahkan rekor gaji di level klub ini menjadi penanda penting dalam sejarah MLS, menegaskan bahwa liga ini semakin mampu menarik talenta-talenta kelas dunia dengan iming-iming finansial yang kompetitif.
Di tengah euforia pencapaian finansialnya di Amerika Serikat, fokus Messi kini beralih pada tantangan yang lebih besar. Sebagai kapten tim nasional Argentina, ia diproyeksikan untuk memimpin skuad La Albiceleste dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih sebelumnya. Ajang Piala Dunia tahun ini akan menjadi panggung pembuktian lanjutan bagi Messi, di mana ia diharapkan dapat kembali menunjukkan magisnya dan membawa pulang trofi bergengsi tersebut untuk negaranya. Perpaduan antara kesuksesan di level klub dan potensi kejayaan di panggung internasional menjadikan tahun 2026 sebagai tahun yang sangat krusial dan bersejarah bagi Lionel Messi.






