Carlo Ancelotti, nakhoda baru Timnas Brasil, telah mengambil langkah awal yang cukup mengejutkan dengan memasukkan nama Neymar da Silva Santos Júnior ke dalam daftar awal 55 pemain yang dipersiapkan untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini, meskipun mengundang antusiasme dari para penggemar, juga menyoroti sebuah kondisi krusial: status kebugaran fisik sang bintang akan menjadi penentu mutlak apakah ia akan benar-benar mengenakan seragam kuning kebanggaan Brasil di turnamen akbar empat tahunan tersebut. Ancelotti menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas bagi Neymar; ia harus membuktikan diri mampu tampil prima di lapangan hijau.
Kehadiran Neymar dalam daftar seleksi awal ini memang menimbulkan beragam pertanyaan, terutama mengingat rentetan cedera yang telah menghantuinya dalam beberapa waktu terakhir. Terakhir kali publik melihat aksi Neymar berseragam Seleção adalah pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Uruguay pada Oktober 2023. Sejak momen tersebut, serangkaian masalah cedera yang datang silih berganti seolah menjadi tembok penghalang bagi karier internasionalnya. Jeda panjang ini menjadikan pemanggilan namanya kembali ke dalam skuad awal sebuah sinyal kuat dari Ancelotti bahwa talenta luar biasa Neymar tetap dihargai, namun dengan catatan penting.
Memang tak bisa dipungkiri, isu kebugaran fisik telah menjadi bayang-bayang kelam yang mengikuti performa Neymar dalam beberapa tahun belakangan. Kemerosotan kondisi fisiknya inilah yang dikabarkan menjadi salah satu faktor pendorong keputusannya untuk kembali merumput di kompetisi domestik Brasil, memperkuat klub Santos. Sepanjang musim kompetisi yang sedang berjalan, catatan penampilannya bersama klub berjuluk "Peixe" ini tergolong minim, baru tujuh kali tampil membela timnya. Gangguan pada cedera lututnya menjadi alasan utama di balik minimnya jam terbang tersebut, sebuah fakta yang tentu menjadi perhatian serius bagi setiap pelatih yang ingin memaksimalkan potensi timnya.
Meskipun demikian, rekam jejak Neymar di kancah internasional Brasil sungguh tak terbantahkan. Ia telah mengukir 128 penampilan dengan sumbangan gol yang impresif, mencapai angka 79 gol. Kontribusinya yang tak ternilai dan pengalamannya yang matang di berbagai kompetisi besar menjadi aset berharga bagi timnas. Namun, Ancelotti yang dikenal sebagai pelatih pragmatis dan selalu mengedepankan perhitungan matang, menyatakan bahwa faktor fisik tetap menjadi pertimbangan utama sebelum ia memfinalisasi daftar pemain yang akan dibawanya ke Piala Dunia.
"Semuanya akan bergantung pada apa yang dapat ditunjukkan oleh para pemain di lapangan," ujar Ancelotti, menekankan bahwa prinsip ini berlaku universal, bukan hanya untuk Neymar. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa penilaian terhadap mayoritas pemain akan didasarkan pada kombinasi antara bakat inheren dan kondisi fisik terkini. Ancelotti tidak ingin mengambil risiko dengan membawa pemain yang belum terjamin kebugarannya untuk menghadapi persaingan ketat di turnamen sekelas Piala Dunia.
Proses evaluasi terhadap Neymar akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Ancelotti dan tim pelatih akan memantau dengan cermat setiap perkembangan dan performa sang pemain untuk memastikan bahwa ia benar-benar dalam kondisi terbaik untuk bersaing di level tertinggi. Pelatih asal Italia ini secara eksplisit menyatakan bahwa kualitas teknik Neymar bukanlah subjek yang perlu diperdebatkan lagi oleh tim kepelatihan. Bakatnya yang memesona dan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar sudah teruji dan diakui oleh dunia sepak bola.
"Dalam kasus Neymar, fokus utama kami adalah pada evaluasi kondisi fisiknya," ungkap Ancelotti dengan lugas. Ia menambahkan bahwa aspek teknis dan talenta sang pemain sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Kini, bola berada di tangan Neymar sendiri. Keberhasilan dan kesempatan bermainnya di Piala Dunia 2026 sepenuhnya bergantung pada seberapa besar upaya dan konsistensinya dalam menjaga dan memulihkan kebugaran fisiknya. Ancelotti memberikan sinyal jelas: Neymar memiliki kesempatan, namun kesempatan itu harus diraih dan dipertahankan melalui performa fisik yang meyakinkan. Keputusan final berada di tangan sang pemain, bukan semata-mata pada sang pelatih.
Ini berarti, meskipun namanya telah tertera dalam daftar awal, Neymar harus bekerja ekstra keras. Ia perlu menunjukkan kepada Ancelotti dan seluruh tim pelatih bahwa ia mampu bangkit dari keterpurukan cedera dan kembali menjadi aset berharga bagi Timnas Brasil. Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi Neymar, bukan hanya sebagai pemain berbakat, tetapi sebagai atlet yang disiplin dalam menjaga kondisi fisiknya demi mimpi besar meraih gelar juara dunia.






