Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Omoway, telah mengumumkan kesiapannya untuk memperkenalkan model perdana mereka, Omo-X, pada bulan Juni 2026. Namun, alih-alih terburu-buru mengejar volume penjualan, Omoway justru memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendukung yang solid. Langkah ini diambil untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal dan membangun fondasi bisnis yang kuat di pasar otomotif Indonesia.
Yulong Chen, General Manager Omoway Indonesia, menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini bukanlah sekadar angka penjualan unit. "Bagi kami, pada tahap ini, hal terpenting bukanlah penjualan unit, melainkan membangun sistem penjualan yang andal, jaringan servis yang responsif, dan fasilitas pengisian daya yang memadai," ujar Chen. Ia menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur ini merupakan investasi jangka panjang yang bertujuan untuk menciptakan merek yang dikenal luas melalui kualitas layanan yang konsisten dan stabil. Omoway melihat pasar Indonesia sebagai peluang besar yang memerlukan persiapan matang di berbagai lini operasional sebelum benar-benar hadir di tengah masyarakat.
"Kami ingin terlebih dahulu membangun citra dan kepercayaan di kalangan konsumen," tambah Chen. Upaya internal ini juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pihak manajemen Omoway sangat menekankan pentingnya kesiapan tim teknis dan tenaga penjualan agar mampu memberikan pelayanan profesional kepada setiap pelanggan. Hal ini dianggap sebagai prasyarat mutlak sebelum model Omo-X diperkenalkan secara luas kepada publik.
Chen menegaskan komitmen Omoway untuk jangka panjang di Indonesia. "Kami harus kuat terlebih dahulu dari dalam. Kami melihat ini sebagai investasi jangka panjang, karena kehadiran kami di sini bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan," jelasnya. Ia melanjutkan bahwa kompetensi tim servis dan profesionalisme tim penjualan merupakan faktor krusial yang lebih diutamakan daripada target volume kendaraan yang harus terjual. Menurutnya, hal inilah yang akan menjadi kunci keberlanjutan bisnis Omoway di tanah air.
"Oleh karena itu, menurut saya membangun tim yang kompeten adalah hal yang jauh lebih penting. Bagaimana kualitas tim servisnya, seberapa profesional tim penjualannya. Itu yang saya anggap jauh lebih esensial," papar Chen. Pendekatan ini mencerminkan keseriusan Omoway dalam membangun ekosistem yang mendukung penggunaan kendaraan listrik mereka, bukan sekadar menjual produk.
Untuk tahap awal, Omoway akan memfokuskan ekspansi jaringan diler di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan kemudahan akses dan potensi pasar yang besar di kedua wilayah tersebut. Namun, hal ini tidak berarti Omoway mengabaikan wilayah lain. Perusahaan tetap berupaya merambah area seperti Bogor, Depok, Tangerang, Sukabumi, dan Bandung untuk memperluas jangkauan pasar dan memberikan pilihan kepada konsumen di berbagai lokasi.
"Untuk jaringan diler, tahun ini fokus utama kami memang berada di Pulau Jawa dan Bali. Namun, kami juga tetap melakukan pembangunan di pulau-pulau lain. Sebagai contoh, kami sudah memiliki diler di Bogor, Depok, Jakarta, Tangerang, Sukabumi, dan Bandung," terang Chen. Strategi ini dirancang untuk menciptakan jaringan yang rapat dan terintegrasi, sehingga dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan tempat pengisian daya dan layanan perbaikan.
Dengan tersedianya jaringan yang luas dan mudah dijangkau, Omoway berharap dapat menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan diri bagi para calon pemilik kendaraan listrik premium mereka. "Artinya, jaringannya dibuat rapat, sehingga di mana pun pengguna berada, mereka akan menemukan pusat servis dan stasiun pengisian daya. Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi merasa khawatir, karena kami akan selalu menjaga mereka di mana pun mereka berada," tegas Chen. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Omoway tidak hanya menjual mobil listrik, tetapi juga menawarkan solusi mobilitas yang komprehensif dan terjamin.
Lebih lanjut, Yulong Chen juga menggarisbawahi pentingnya pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia mengakui bahwa kehadiran kendaraan listrik baru di pasar akan membutuhkan tim yang terampil dalam hal teknis maupun pelayanan pelanggan. Oleh karena itu, Omoway berinvestasi dalam program pelatihan yang intensif untuk memastikan seluruh staf, mulai dari teknisi hingga tenaga penjualan, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni. Hal ini penting untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen dan membangun reputasi Omoway sebagai penyedia kendaraan listrik yang terpercaya dan berkualitas.
Fokus pada pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia ini menjadi bukti bahwa Omoway memiliki visi jangka panjang untuk pasar Indonesia. Perusahaan tidak ingin hanya menjadi pemain sementara, melainkan ingin menjadi bagian integral dari perkembangan industri otomotif berkelanjutan di tanah air. Dengan Omo-X sebagai langkah awal, Omoway bertekad untuk membuktikan komitmennya melalui layanan yang prima dan ekosistem yang kuat, sehingga konsumen dapat beralih ke kendaraan listrik dengan keyakinan penuh. Kehadiran Omoway diharapkan dapat semakin meramaikan pilihan kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus mendorong percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.






