Pentas Akhir Liga: Maung Bandung di Ambang Sejarah Tiga Gelar Beruntun

Tommy Welly

Persaingan memperebutkan mahkota juara liga domestik musim 2025-2026 semakin memanas, dengan Persib Bandung berada di ambang pencapaian bersejarah. Saat ini, tim berjuluk Maung Bandung tersebut kokoh di puncak klasemen sementara dengan mengumpulkan 78 poin dari 33 pertandingan yang telah dilakoni. Nasib penentuan gelar juara liga akan tersaji dalam laga penutup yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, sore pukul 16.00 WIB.

Keunggulan dua poin atas pesaing terdekatnya, Borneo FC Samarinda, yang mengoleksi 76 poin, menempatkan Persib dalam posisi yang sangat menguntungkan. Berdasarkan peraturan yang berlaku dalam kompetisi ini, pasukan racikan Bojan Hodak hanya membutuhkan tambahan satu poin, atau dengan kata lain hasil imbang, saat menjamu Persijap Jepara di kandang mereka, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, untuk memastikan diri meraih gelar juara. Jika skenario ini terwujud, Persib akan mengukir sejarah baru dengan menjadi tim pertama yang berhasil meraih tiga gelar juara liga secara berturut-turut.

Sementara itu, harapan Borneo FC untuk merengkuh gelar juara bergantung pada dua faktor krusial: kemenangan mutlak atas Malut United FC di Stadion Segiri dan kekalahan yang dialami Persib Bandung dari Persijap Jepara. Namun, bahkan jika kedua tim finis dengan jumlah poin yang sama, yaitu 79, Persib tetap berhak menduduki peringkat teratas. Hal ini didasarkan pada Pasal 7 ayat 4 Regulasi Kompetisi yang mengutamakan keunggulan rekor pertemuan atau head-to-head. Dalam catatan pertemuan melawan Borneo FC, Persib unggul dengan mengoleksi empat poin, berkat kemenangan 3-1 di kandang dan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke Samarinda.

Menyongsong laga pamungkas ini, bek Persib, Eliano Reijnders, mengakui bahwa pertandingan melawan Persijap Jepara memiliki bobot yang sangat penting, layaknya sebuah partai final. Ia menegaskan pentingnya fokus untuk meraih kemenangan terlebih dahulu sebelum dapat merayakan gelar bersama para pendukung setia, Bobotoh. "Ini seperti pertandingan final yang besar. Kami harus menang dan setelah itu kami bisa merayakannya bersama Bobotoh. Tapi pertama-tama, kami harus menang dulu," ujar Reijnders, menekankan prioritas tim.

Motivasi Persib semakin berlipat ganda mengingat kekalahan yang sempat mereka derita dari tim tamu pada putaran pertama musim ini. Meskipun demikian, Reijnders mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap mempertahankan kewaspadaan tinggi. Ia menyadari bahwa Persijap Jepara telah menunjukkan performa yang sangat impresif di paruh kedua kompetisi, sehingga pertandingan ini diprediksi akan berjalan tidak mudah. "Mereka tim yang bagus. Saya rasa, kalau tidak salah, mereka banyak meraih kemenangan di putaran kedua. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit," imbuhnya, menggarisbawahi potensi ancaman dari tim lawan.

Dukungan penuh dari para suporter fanatik di stadion diharapkan dapat menjadi suntikan semangat tambahan bagi para pemain di lapangan. Reijnders secara terbuka menyampaikan harapannya agar Bobotoh dapat memberikan dukungan maksimal, karena kehadiran mereka sangat dibutuhkan dalam laga krusial ini. "Saya berharap Bobotoh akan mendukung kami, karena kami sangat membutuhkan mereka di laga ini," tegas Reijnders.

Di sisi lain, kubu Borneo FC tengah dibayangi oleh tekanan yang tidak ringan. Hasil imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga sebelumnya, Minggu (17/5/2026), tentu menjadi catatan yang kurang memuaskan bagi skuad berjuluk Pesut Etam. Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui bahwa timnya sempat mengalami kesulitan dalam membongkar pertahanan solid Persijap di babak pertama. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian strategi yang dilakukan pada paruh kedua pertandingan berhasil meningkatkan performa permainan timnya.

"Persijap memainkan organisasi permainan yang sangat menarik dan menyulitkan pada babak pertama. Namun, memasuki paruh kedua kami berhasil melakukan beberapa penyesuaian strategi yang diperlukan sehingga performa permainan kami jauh membaik," ungkap Lefundes. Ia menambahkan bahwa meskipun beberapa peluang emas berhasil diciptakan, timnya belum mampu mengkonversinya menjadi gol kemenangan. "Kami memiliki beberapa peluang emas di depan gawang, begitu juga dengan tim mereka. Pertandingan berjalan sangat ketat, dan di menit-menit akhir babak kedua kami bahkan mencoba menerapkan skema situasi yang sedikit lebih agresif serta berani demi memburu gol kemenangan," lanjutnya.

Meskipun mengakui bahwa posisi klasemen saat ini menjadi sedikit lebih sulit bagi timnya, Lefundes menegaskan bahwa Borneo FC tidak akan menyerah begitu saja. Ia percaya bahwa peluang untuk meraih gelar juara belum sepenuhnya tertutup, mengingat perjuangan panjang yang telah dilalui sepanjang musim belum berakhir. "Sekarang situasinya di papan atas memang diakui menjadi sedikit lebih sulit bagi kami. Tetapi, peluang tersebut belum sepenuhnya mustahil terwujud, karena perjuangan panjang sepanjang musim ini belum benar-benar berakhir," tuturnya optimis.

Fabio Lefundes juga mengungkapkan harapannya agar Persijap Jepara dapat memberikan perlawanan sengit kepada lini pertahanan Persib Bandung. Ia berharap performa luar biasa Persijap, seperti saat mereka berhasil menahan imbang Borneo FC, dapat kembali ditunjukkan dan membuka asa juara bagi timnya di menit-menit akhir kompetisi. "Jika sebelumnya kami hanya berharap mereka terpeleset satu kali untuk hasil imbang, maka untuk saat ini kami juga berharap penuh agar Persijap Jepara bisa memainkan pertandingan yang luar biasa bagusnya seperti saat mereka menggagalkan kami," pungkas Lefundes, menyampaikan harapannya untuk hasil akhir yang menguntungkan timnya.

Also Read

Tags