Rentetan hasil imbang Manchester City, termasuk kekalahan poin krusial melawan Everton, tampaknya memberikan keuntungan signifikan bagi Arsenal dalam perebutan gelar Premier League musim ini. Arsenal kini memimpin klasemen dengan selisih lima poin, membuka lebar peluang mereka untuk mengakhiri penantian gelar liga yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Namun, di tengah euforia calon juara baru, salah satu penggawa City, Jérémy Doku, memberikan sinyal tegas bahwa perlawanan timnya belum akan berakhir.
Meskipun performa timnya di lapangan terkadang belum sesuai harapan, Doku bertekad bahwa semangat juang Manchester City tetap membara. Ia secara gamblang menyatakan bahwa timnya belum melepaskan ambisi untuk meraih gelar juara Premier League, meskipun hasil imbang 3-3 melawan Everton di Hill Dickinson Stadium pada Senin (5/5/2026) lalu memberikan pukulan telak. Dalam pertandingan yang penuh drama itu, Doku menjadi penyelamat timnya dengan mencetak dua gol, salah satunya di menit-menit akhir yang berhasil mengamankan satu poin berharga bagi The Citizens.
Menyadari arti penting setiap pertandingan di fase krusial seperti ini, Doku mengakui adanya rasa kecewa yang mendalam di ruang ganti tim. "Ini tentu saja menyakitkan," ungkap Doku, seperti dikutip dari ESPN. Namun, ia segera menekankan bahwa kekecewaan tersebut tidak akan berlarut-larut dan tidak akan membuat mereka menyerah. "Kami tahu betapa pentingnya memenangkan pertandingan seperti ini, kami tidak menyerah, dan kami tidak akan menyerah. Masih ada beberapa pertandingan tersisa, kami akan berjuang sampai akhir dan pada akhirnya kita akan melihat bagaimana klasemen akhir terbentuk," tambahnya dengan nada optimis yang kuat.
Ia menegaskan kembali semangat pantang menyerah yang tertanam dalam diri para pemain City. "Kami kecewa, tetapi ini belum berakhir, kami tidak akan menyerah," tuturnya, memberikan keyakinan bahwa perburuan gelar masih terbuka lebar bagi timnya.
Untuk tetap berada dalam jalur perburuan gelar, Manchester City harus menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat hingga akhir musim. Tim asuhan Pep Guardiola akan berhadapan dengan Brentford di kandang sendiri pada hari Sabtu mendatang, yang sekaligus menjadi awal dari rentetan lima pertandingan krusial yang harus mereka lakoni dalam kurun waktu 16 hari. Lebih lanjut, ambisi mereka juga akan diuji di final Piala FA melawan Chelsea yang dijadwalkan pada tanggal 16 Mei.
Menghadapi tantangan fisik dan mental yang luar biasa ini, Doku menunjukkan kesiapan penuh dari timnya. "Ada banyak pertandingan, jadwal kami padat, dan kami akan menatap ke depan. Kami masih berada di dua kompetisi lain dan kami punya final yang harus dimainkan," jelas Doku. Ia yakin bahwa timnya memiliki kapasitas untuk mengatasi semua rintangan tersebut.
Kunci utama dalam menghadapi periode genting ini adalah pemulihan fisik dan mental. Doku menekankan pentingnya aspek ini, "Kami akan memulihkan kondisi dengan baik. Secara mental kami sudah terbiasa berada di situasi ini, kami terbiasa bermain setiap tiga hari, yang terpenting adalah pemulihan mental dan fisik." Pengalamannya bermain di level tertinggi telah membentuk mentalitas baja dalam dirinya dan rekan-rekannya, memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan intensitas pertandingan yang tinggi.
Doku menyadari bahwa perjalanan hingga akhir musim tidak akan mudah. Akan ada berbagai rintangan dan pertandingan-pertandingan sulit yang menanti. Namun, ia optimis bahwa timnya telah mempersiapkan diri dengan matang. "Akan ada pertandingan-pertandingan sulit, tetapi kami siap menghadapinya dan menantikannya," tutup pemain internasional Belgia itu dengan penuh keyakinan, menunjukkan bahwa Manchester City masih menjadi penantang serius dalam perebutan mahkota juara Premier League. Semangat juang yang ditunjukkan Doku mencerminkan tekad Manchester City untuk tidak memberikan gelar juara begitu saja kepada rival mereka, dan akan terus berjuang hingga peluit akhir musim berbunyi.






