Persib Bandung Pastikan Kemenangan Dramatis Atas Persija di Samarinda

Tommy Welly

Minggu, 10 Mei 2026, menjadi saksi bisu bentrokan akbar sepak bola Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. Dalam duel sarat gengsi yang kerap dijuluki "El Clasico" tanah air, Maung Bandung berhasil memetik poin penuh dengan kemenangan tipis 2-1 atas Macan Kemayoran. Pertandingan yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, ini merupakan bagian dari rangkaian pekan ke-32 BRI Super League musim 2025/2026.

Kekalahan ini terasa pahit bagi Persija Jakarta, yang dalam laga ini bertindak sebagai tuan rumah namun terpaksa "mengungsi" ke Kalimantan Timur. Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Mauricio Souza menunjukkan intensitas tinggi dengan menerapkan strategi pressing ketat di area pertahanan lawan. Upaya agresif ini berhasil merepotkan barisan pertahanan Persib dan membuat kiper mereka, Teja Paku Alam, harus bekerja ekstra keras mengamankan gawangnya.

Di tengah dominasi awal Persija, peluang sempat tercipta melalui upaya Allano yang melepaskan tendangan akrobatik di dalam kotak penalti, namun belum membuahkan hasil yang diharapkan. Keunggulan Persija akhirnya tercipta pada menit ke-19. Melalui skema serangan yang dibangun dengan baik, Alaedine Ajarae berhasil menjebol gawang Persib dan membawa timnya unggul 1-0. Gol pembuka ini sempat disambut gegap gempita oleh pendukung Persija yang hadir di stadion.

Namun, keunggulan Persija tidak bertahan lama. Persib Bandung, yang dikenal dengan kemampuan bangkit dari tekanan, perlahan mampu menemukan ritme permainan mereka. Dengan arahan taktis dari Bojan Hodak, Maung Bandung mulai mengorganisir serangan balik yang mematikan. Momen krusial terjadi pada menit ke-28 ketika kesalahan fatal dilakukan oleh Van Basty Sousa di area berbahaya. Adam Alis dengan sigap memanfaatkan kelengahan tersebut, melancarkan sepakan mendatar yang tak mampu diantisipasi oleh penjaga gawang Persija. Skor pun berubah imbang 1-1.

Persija berusaha merespons ketertinggalan ini. Rayhan Hannan sempat memberikan ancaman melalui tendangannya, namun kembali Teja Paku Alam menunjukkan refleksnya yang ciamik untuk menggagalkan peluang tersebut.

Memasuki penghujung babak pertama, Persib Bandung berhasil membalikkan keadaan. Sebuah umpan terobosan brilian dilancarkan oleh Thom Haye yang berhasil membelah pertahanan Persija. Bola diterima dengan baik oleh Adam Alis, yang kemudian memenangkan duel fisik melawan Dony Tri Pamungkas sebelum akhirnya mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya. Gol kedua Adam Alis ini membawa Persib unggul 2-1, dan skor tersebut bertahan hingga kedua tim memasuki ruang ganti.

Di babak kedua, Persija mencoba untuk bangkit dan mencari gol penyeimbang. Namun, soliditas pertahanan Persib yang dikomandoi oleh pemain-pemain berpengalaman membuat upaya mereka kerap kandas. Meskipun demikian, kedua tim tetap menampilkan jual beli serangan yang menarik.

Kemenangan ini memiliki implikasi signifikan bagi peta persaingan di BRI Super League 2025/2026. Dengan raihan tiga poin, Persib Bandung semakin kokoh bertengger di puncak klasemen sementara. Total poin yang dikumpulkan Persib kini mencapai 75 angka, menjauhkan mereka tiga poin dari pesaing terdekatnya, Borneo FC, yang mengoleksi 72 poin dari 31 pertandingan.

Sementara itu, bagi Persija Jakarta, kekalahan ini ibarat pukulan telak yang memupus harapan mereka untuk meraih gelar juara musim ini. Pasukan asuhan Mauricio Souza harus rela tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 65 poin. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan lagi di akhir musim, selisih poin dengan tim-tim di atas mereka sudah tidak mungkin terkejar. Hasil ini tentu menjadi evaluasi besar bagi manajemen dan tim Persija untuk menatap musim kompetisi berikutnya.

Pertandingan antara Persija dan Persib selalu menjadi magnet tersendiri bagi para penggemar sepak bola Indonesia. Meskipun digelar di luar kandang Persija, animo penonton tetap tinggi, menandakan betapa besar rivalitas kedua klub legendaris ini. Gol-gol yang tercipta, terutama brace dari Adam Alis, serta determinasi dari kedua tim, menjadi bukti bahwa El Clasico Indonesia selalu menyajikan tontonan yang menarik dan penuh drama. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Persib Bandung mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif, sementara Persija Jakarta perlu memperbaiki finishing touch dan efektivitas serangan mereka di sisa pertandingan musim ini.

Also Read

Tags