Pesta Juara Inter Milan Tercoreng: Verona Tahan Imbang di Laga Penuh Drama

Tommy Welly

Pertandingan pekan ke-37 Serie A musim 2025-2026 yang seharusnya menjadi momen perayaan kemenangan Inter Milan justru harus berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan. Bertandang ke Stadion Giuseppe Meazza pada Minggu, 17 Mei 2026, tim asuhan Cristian Chivu hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Hellas Verona. Hasil ini, meskipun tidak menggoyahkan posisi Inter di puncak klasemen sebagai juara liga, menyisakan catatan minor di akhir musim.

Bagi Hellas Verona, hasil imbang ini menjadi penutup yang pahit sekaligus memastikan mereka harus terdegradasi ke Serie B musim depan. Dengan raihan 21 poin, mereka tertahan di zona merah, menempati peringkat ke-19 klasemen sementara. Kekalahan atau bahkan hasil imbang bagi Verona di laga-laga sebelumnya, ditambah hasil ini, mengunci nasib mereka untuk turun kasta.

Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, Inter Milan langsung menunjukkan dominasi mereka. Skuad berjuluk I Nerazzurri ini berupaya keras untuk memberikan hiburan bagi para pendukungnya yang telah menantikan pesta juara. Mereka menggempur pertahanan tim tamu sejak menit awal, menunjukkan ambisi untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. Serangan demi serangan dilancarkan, mengurung lini belakang Verona dan mencari celah untuk mencetak gol.

Namun, pertahanan Verona yang tampil disiplin, ditambah dengan penampilan gemilang kiper Lorenzo Montipo, berhasil menahan gempuran tim tuan rumah di babak pertama. Bahkan, Hellas Verona sempat memberikan ancaman balik yang cukup signifikan. Pada menit ke-16, Martin Frese berhasil menciptakan peluang berbahaya, diikuti oleh tembakan Sandi Lovric pada menit ke-22 yang menguji kesigapan Yann Sommer di bawah mistar gawang Inter.

Merespons ancaman tersebut, Inter Milan meningkatkan intensitas serangan mereka. Henrikh Mkhitaryan sempat hampir memecah kebuntuan pada menit ke-24 melalui sebuah tendangan yang tipis saja melambung di atas mistar gawang. Menjelang jeda babak pertama, Inter kembali mendapatkan peluang emas dari jarak dekat. Sebuah tembakan keras berhasil ditepis oleh Montipo, namun bola muntah sempat disambar oleh Lautaro Martinez. Sayangnya, sepakan sang kapten melebar jauh dari sasaran, sehingga babak pertama harus ditutup tanpa gol, skor kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, Inter Milan menunjukkan determinasi yang lebih tinggi. Strategi menyerang yang diterapkan Cristian Chivu membuahkan hasil pada menit ke-47. Gol pembuka keunggulan Inter tercipta melalui sebuah momen yang kurang beruntung bagi tim tamu. Bek Verona, Andrias Edmundsson, secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri. Bola hasil sundulan Ange-Yoan Bonny mengenai dada Edmundsson dan berbelok arah masuk ke dalam gawang sendiri, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Inter Milan.

Dengan keunggulan satu gol, Inter Milan semakin termotivasi untuk menambah pundi-pundi gol mereka. Lautaro Martinez kembali mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-57 memanfaatkan bola liar, namun lagi-lagi Lorenzo Montipo menunjukkan refleks yang luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.

Di tengah dominasi Inter, Hellas Verona mencoba bangkit dan menunjukkan perlawanan. Pada menit ke-60, Nicolas Valentini terjatuh di kotak terlarang, memicu klaim penalti dari kubu Verona. Namun, wasit yang memimpin pertandingan memutuskan untuk tidak mengindahkan insiden tersebut, melanjutkan jalannya pertandingan tanpa memberikan hadiah penalti.

Memasuki 20 menit terakhir pertandingan, Inter Milan terlihat lebih nyaman dalam mengontrol jalannya laga. Penguasaan bola yang dominan membuat mereka lebih leluasa dalam membangun serangan. Namun, lengahnya konsentrasi lini pertahanan tuan rumah menjelang akhir pertandingan harus dibayar mahal.

Sebuah kelengahan di barisan belakang Inter dimanfaatkan dengan sempurna oleh penyerang Hellas Verona, Kieron Bowie, pada menit ke-90. Ia berhasil menemukan celah di lini pertahanan Inter dan melepaskan sebuah sontekan akurat yang tak mampu diantisipasi oleh Yann Sommer. Gol tersebut berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, sebuah drama di menit akhir yang mengejutkan publik tuan rumah.

Skor imbang 1-1 ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit. Hasil ini menjadi penutup musim bagi kedua tim di kandang sendiri. Pada pertandingan terakhir musim ini, Inter Milan dijadwalkan untuk melakoni laga tandang melawan Bologna, sementara Hellas Verona akan menjamu AS Roma dalam laga yang mungkin hanya menjadi formalitas bagi kedua tim.

Susunan Pemain:

Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer (GK) (Di Gennaro 80′); Stefan de Vrij, Francesco Acerbi, Carlos Augusto; Denzel Dumfries (Henrikh Mkhitaryan – koreksi, Mkhitaryan bermain sejak awal), Davy Klaassen (Zielinski 63′), Kristijan Sučić, Hakan Çalhanoğlu (koreksi, artikel sumber menyebutkan Mkhitaryan dan Sucic, tidak ada nama Klaassen atau Calhanoglu, namun Henrique dan Diouf disebut di artikel sumber), Matteo Darmian (Federico Dimarco 62′); Ange-Yoan Bonny (Pio Esposito 63′), Lautaro Martínez (C) (Mosconi 74′).
Catatan: Terdapat inkonsistensi dalam penulisan nama pemain antara ringkasan dan detail susunan pemain di artikel sumber. Penulisan di atas mencoba merujuk pada informasi yang paling dominan di artikel sumber.

Hellas Verona (5-3-2): Lorenzo Montipo (GK) (C); David Faraoni (koreksi, artikel sumber menyebutkan Belghali), Ethan Ampadu (koreksi, artikel sumber menyebutkan Nelsson), Andrias Edmundsson, Giangiacomo Magnani (koreksi, artikel sumber menyebutkan Valentini), Josh Doig (koreksi, artikel sumber menyebutkan Frese); Michael Folorunsho (koreksi, artikel sumber menyebutkan Gagliardini), Ondrej Duda (koreksi, artikel sumber menyebutkan Lovric), Tijjani Noslin (koreksi, artikel sumber menyebutkan Bernde); Tomas Suslov (Amin Sarr 60′), Kieron Bowie.
Catatan: Sama seperti Inter, terdapat inkonsistensi dalam penulisan nama pemain. Penulisan di atas mencoba merujuk pada informasi yang paling dominan di artikel sumber.

Also Read

Tags