Poin Penuh Terlepas dari Tuan Rumah Saat Malut United dan Persita Berbagi Angka

Tommy Welly

Pertandingan kandang terakhir Malut United di musim ini harus berakhir dengan rasa sedikit kecewa. Dalam duel lanjutan Super League yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (16/5/2026) malam, tim kebanggaan Maluku Utara ini hanya mampu bermain imbang 1-1 menghadapi Persita Tangerang. Hasil ini memastikan Malut United gagal meraih poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri dalam partai pamungkas di kandang.

Sejak peluit dibunyikan, Malut United yang bermain di bawah guyuran hujan, langsung menunjukkan inisiatif menyerang. Namun, lini pertahanan Persita Tangerang, yang dikomandoi oleh koordinasi solid para pemain belakangnya, berhasil meredam gelombang serangan awal yang dipimpin oleh Frets Butuan dan David Da Silva.

Ironisnya, saat asyik membangun serangan, pertahanan Malut United justru lengah. Persita Tangerang berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ketujuh melalui gol Adriano Saputra. Pemain tersebut berhasil lolos dari jebakan offside dalam sebuah skema bola mati dan dengan tenang menceploskan bola ke sudut sempit gawang yang dijaga oleh Muhammad Ridwan. Keputusan wasit sempat mendapat tinjauan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) terkait potensi offside, namun setelah pemeriksaan mendalam, gol tersebut tetap disahkan, memberikan keunggulan 1-0 bagi tim tamu.

Tertinggal satu gol tidak membuat Malut United patah semangat. Mereka segera merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Kolaborasi antara Ciro Alves dan Yakob Sayuri kerap merepotkan pertahanan Persita. Berulang kali peluang emas tercipta, namun penampilan impresif sang penjaga gawang Persita, Igor Rodrigues, berhasil menggagalkan sejumlah kesempatan berbahaya, termasuk tembakan dari jarak dekat yang seharusnya bisa berbuah gol.

Persita Tangerang sendiri sempat memberikan ancaman balik pada menit ke-33 melalui sebuah skema serangan balik yang cepat. Adriano Saputra kembali menjadi aktor utama, melepaskan tendangan keras dengan kaki kiri. Sayangnya, arah bola masih sedikit melebar di sisi kanan gawang tuan rumah.

Perjuangan keras Malut United untuk menyamakan kedudukan akhirnya membuahkan hasil menjelang babak pertama usai. Pada menit ke-45, wasit menunjuk titik putih setelah menilai adanya pelanggaran di dalam kotak penalti terhadap David Da Silva. Penyerang asal Brasil ini maju sebagai algojo penalti. Meski tendangan pertamanya sempat membentur tiang gawang, David Da Silva sigap menyambar bola muntah dan berhasil mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi catatan istimewa bagi David Da Silva, menandai golnya yang ke-23 di kompetisi musim ini. Skor imbang 1-1 bertahan hingga paruh pertama pertandingan usai.

Memasuki babak kedua, Malut United mencoba mengubah taktik. Mereka lebih mengutamakan penguasaan bola dengan membangun serangan dari lini tengah melalui operan-operan pendek. Pendekatan yang lebih sabar ini diharapkan mampu membongkar pertahanan rapat Persita.

Satu momen nyaris menguntungkan Persita akibat miskomunikasi di lini belakang Malut United. Gustavo Franca, dalam upaya melakukan backpass kepada kiper Muhammad Ridwan melalui sundulan, justru mengirim bola keluar lapangan, hanya menghasilkan tendangan sudut bagi tim tamu.

Sepanjang sisa paruh kedua, Malut United mendominasi penguasaan bola dan terus menekan area pertahanan Persita. Tim tamu terpaksa mengerahkan seluruh pemain mereka untuk fokus bertahan demi mengamankan satu poin dari Ternate. Meskipun mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, penyelesaian akhir yang kurang akurat membuat Malut United gagal mencetak gol tambahan. Skor 1-1 menjadi hasil akhir yang harus diterima kedua tim.

Dengan tambahan satu poin ini, Malut United gagal memanfaatkan laga kandang terakhir mereka untuk meraih kemenangan. Posisi mereka di klasemen sementara Super League tertahan di peringkat kelima. Hasil imbang ini tentu menyisakan catatan tersendiri bagi Malut United, yang berambisi menutup musim kandang dengan poin penuh.

Susunan pemain Malut United dalam pertandingan ini adalah sebagai berikut: M. Ridwan di bawah mistar gawang, dilindungi oleh lini belakang yang dihuni Safrudin Tahar, Nilson Junior, Gustavo Franca (digantikan Igor Inocencio pada menit ke-75), dan Yance Sayuri. Lini tengah diisi oleh Yakob Sayuri, Lucas Cardoso (digantikan Alwi Slamat pada menit ke-63), Tri Setiawan (digantikan Manahati Lestusen pada menit ke-76), serta Ciro Alves (digantikan Dimas Drajad pada menit ke-85). Lini depan diperkuat oleh Frets Butuan (digantikan Taufik Rustam pada menit ke-62) dan David Da Silva. Tim dilatih oleh Hendri Susilo.

Sementara itu, Persita Tangerang menurunkan skuatnya dengan formasi 4-2-4. Igor Rodrigues menjaga gawang, di depannya ada Muhammad Toha, Bae Sin-yeong, Tamirlan Kozubaev, dan Mario Jardel (digantikan Zalnando pada menit ke-46). Lini tengah diisi oleh Pablo Ganet dan Ramon Bueno. Barisan depan terdiri dari Rayco Rodrigues (digantikan Jack Brown pada menit ke-79), Nur Hardianto (digantikan Esal Sahrul pada menit ke-61), Andrejic Aleksa (digantikan Dejan Racic pada menit ke-79), dan Adriano Saputra (digantikan Aep Nursofyan pada menit ke-69). Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini dilatih oleh Carlos Pena yang berasal dari Spanyol. Pertandingan ini mencerminkan ketatnya persaingan di Super League, di mana setiap poin sangat berharga bagi setiap tim dalam mengamankan posisi mereka di klasemen.

Also Read

Tags