Prabowo Sindir Koruptor: Lebih Mulia Pemulung daripada Intelektual yang Mencuri Uang Negara

Sahrul

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyampaikan pesan moral yang tajam mengenai makna kehormatan, kejujuran, dan kerja keras di tengah masyarakat. Dalam pandangannya, nilai kemuliaan seseorang tidak diukur dari tingkat pendidikan atau kecerdasan intelektual, melainkan dari kejujuran dalam mencari nafkah dan kesetiaan terhadap amanah rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Acara peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). Di hadapan para siswa, orang tua, dan tenaga pendidik, Prabowo menegaskan sikapnya terhadap praktik korupsi yang menurutnya mencederai rasa keadilan sosial.

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka membandingkan antara rakyat kecil yang bekerja dengan tenaga dan keringat, dengan kelompok elite yang memiliki kecerdasan namun menyalahgunakan kekuasaan. Ia menegaskan rasa hormatnya kepada mereka yang mencari nafkah secara jujur, meski berada di lapisan ekonomi terbawah.

“Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengam keringet daripada mereka yang pinter-pinter tapi mencuri uang rakyat. Saya lebih hormat,” ucap Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Bagi Prabowo, pemulung, petani, buruh, hingga tukang becak adalah simbol keteguhan hidup. Mereka mungkin tidak memiliki gelar akademik atau jabatan prestisius, namun bekerja dengan cara yang halal dan tidak merampas hak orang lain. Nilai inilah yang menurutnya jauh lebih luhur dibandingkan kepintaran yang digunakan untuk mengkhianati negara.

Lebih lanjut, Prabowo memberikan pesan khusus kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka. Ia menekankan bahwa kondisi ekonomi orang tua bukanlah sesuatu yang patut disesali, apalagi dijadikan sumber rasa malu.

“Jangan kau kecil hati. Jangan kau malu orang tua mu hanya buruh atau hanya letani miskin atau hanya pemulung, jangan kau malu. Mereka mulia. Mereka kerja keras halal bekerja dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati,” tutur dia.

Menurut Prabowo, rasa hormat kepada orang tua adalah fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda. Ia bahkan mendorong anak-anak untuk menunjukkan bakti secara nyata kepada orang tua mereka, sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan.

“Hormati orangtuamu kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu,” kata Prabowo.

Dalam pandangan Presiden, pekerjaan orang tua siswa Sekolah Rakyat justru memiliki derajat moral yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang melakukan korupsi. Ia menilai pengkhianatan terhadap negara dan bangsa merupakan bentuk kejahatan serius, meski dilakukan oleh orang-orang yang dianggap cerdas.

“Jangan pernah kau malu. Mereka lebih mulia dari orang-orang pintar tapi koruptor-koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa,” kata dia.

Prabowo kembali menegaskan komitmennya agar tidak ada satu pun anak Indonesia yang merasa minder akibat kondisi keluarganya. Ia menekankan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah kesalahan orang tua, melainkan tantangan struktural yang masih dihadapi negara.

“Selalu hormati orang tuamu. Kalau dia belum mampu, bukan salah dia, bukan salah orang tuamu. Memang negara kita belum mampu memberi terbaik untuk semua rakyat,” ucap Prabowo.

Menutup sambutannya, Prabowo menyatakan tekad pemerintah untuk terus berjuang agar kekayaan negara tidak hanya dinikmati segelintir orang. Ia menegaskan bahwa perjuangan menuju keadilan sosial akan terus dilakukan demi memastikan seluruh rakyat Indonesia merasakan hasil pembangunan secara merata.

“Tapi kita akan berjuang keras, kita berjuang keras supaya kekayaan negara akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuh dia.

Also Read

Tags