PT BYD Motor Indonesia telah resmi memperkenalkan teknologi inovatifnya di pasar otomotif tanah air, yaitu sistem plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang dikenal dengan sebutan Dual Motor (DM). Peluncuran yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026, menandai era baru bagi BYD di Indonesia, dengan model M6 menjadi pionir yang mengusung teknologi mutakhir ini. Langkah strategis ini diambil BYD untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin mendambakan efisiensi bahan bakar tinggi layaknya kendaraan listrik murni, namun tanpa dibayangi kekhawatiran akan keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Keputusan BYD untuk membawa teknologi DM ke Indonesia tidak lepas dari pemahaman mendalam terhadap karakteristik geografis dan pola mobilitas masyarakat di tanah air. Eagle Zhou, Presiden Direktur PT BYD Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keragaman pola penggunaan kendaraan. Mulai dari aktivitas harian yang padat di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh antar kota yang belum sepenuhnya didukung oleh ketersediaan stasiun pengisian daya yang merata, sistem penggerak ganda ini menawarkan solusi yang fleksibel dan ramah lingkungan. "Karakteristik mobilitas masyarakat yang dinamis membutuhkan solusi kendaraan ramah lingkungan yang lebih fleksibel," ungkap Zhou, menekankan pentingnya adaptasi teknologi untuk pasar lokal.
Lebih lanjut, Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia, memaparkan bahwa sistem mekanis pada kendaraan ini dirancang dengan prioritas pada performa motor listrik. Mesin konvensional tidak lagi menjadi sumber tenaga utama yang bekerja sepanjang waktu, melainkan dialihkan fungsinya untuk mendukung efisiensi. Hasilnya, pengalaman berkendara yang ditawarkan sangat menyerupai mobil listrik murni. Pengemudi akan merasakan karakter yang halus, responsif, senyap, dan minim getaran, sebuah pengalaman yang selama ini menjadi daya tarik utama kendaraan listrik. "Hasilnya, pengalaman berkendara terasa lebih mirip mobil listrik murni dengan karakter halus, responsif, senyap, dan minim getaran," ujar Bharata, menggarisbawahi keunggulan kenyamanan berkendara yang ditawarkan.
Sistem manajemen daya pada BYD M6 DM dirancang secara cerdas untuk beroperasi dalam tiga mode berkendara yang berbeda, menyesuaikan diri secara otomatis berdasarkan kondisi baterai dan kebutuhan pengemudi. Saat lalu lintas padat, kendaraan akan secara otomatis beralih ke mode EV murni, memberikan pengalaman berkendara bebas emisi. Ketika tingkat daya baterai mulai menurun, sistem akan beralih ke mode HEV Series, di mana mesin konvensional berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Sementara itu, untuk kebutuhan akselerasi yang lebih kuat, seperti saat berada di jalan tol, kendaraan akan mengaktifkan mode HEV Parallel, menggabungkan tenaga dari mesin bensin dan motor listrik untuk performa optimal.
Di balik kap mesinnya, BYD M6 DM mengandalkan kombinasi mesin pembakaran internal berkapasitas 1.500 cc yang menghasilkan tenaga sebesar 72 kW dan torsi 125 Nm. Mesin ini terintegrasi dengan motor EHS 5.0 yang mampu berputar hingga 15.000 rpm. Konfigurasi powertrain yang canggih ini diklaim mampu mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar yang impresif, bahkan hingga 65 kilometer per liter. Lebih membanggakan lagi, daya jelajah total yang dapat ditempuh oleh BYD M6 DM ini diklaim mampu melampaui angka 1.800 kilometer, menjadikannya pilihan yang sangat ekonomis dan praktis untuk perjalanan jarak jauh.
Klaim efisiensi BYD tidak berhenti sampai di situ. Bobby Bharata menambahkan bahwa teknologi DM 5.0 generasi terbaru yang disematkan pada BYD M6 DM memiliki tingkat efisiensi termal yang sangat tinggi, mencapai 46 persen. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri otomotif global saat ini, menunjukkan komitmen BYD dalam mengembangkan teknologi yang tidak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan. "Teknologi DM 5.0 generasi terbaru yang digunakan juga memiliki efisiensi termal hingga 46 persen, salah satu yang tertinggi di industri otomotif global saat ini," jelas Bharata, menyoroti pencapaian teknologi terdepan dari BYD.
Kehadiran lini produk PHEV dari BYD ini diposisikan sebagai jembatan transisi yang krusial bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap untuk beralih ke mobil listrik murni. BYD menyadari bahwa transisi menuju elektrifikasi penuh membutuhkan waktu dan adaptasi. Oleh karena itu, teknologi plug-in hybrid ini menawarkan solusi cerdas yang menggabungkan keunggulan efisiensi konsumsi energi yang ditawarkan oleh kendaraan listrik di perkotaan, dengan fleksibilitas dan jangkauan yang tetap dapat diandalkan dari mesin bensin konvensional untuk perjalanan jarak jauh.
Dengan peluncuran teknologi Dual Motor (DM) di Indonesia, BYD tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air. Model M6 DM menjadi bukti nyata bahwa inovasi BYD mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pasar otomotif Indonesia, menawarkan alternatif yang menarik bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara performa, efisiensi, dan keberlanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia dan memberikan kontribusi positif terhadap upaya pengurangan emisi karbon di sektor transportasi. BYD membuktikan komitmennya untuk menyediakan solusi mobilitas masa depan yang dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat Indonesia.






